DRIYARKARADRIYARKARA

DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARADISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA

Tulisan ini mengkaji The Life of the Mind karya Hannah Arendt dengan memusatkan perhatian pada kegiatan berpikir sebagai salah satu pembentuk kehidupan akalbudi. Berpikir dipahami sebagai dialog batin berdasarkan struktur “dua-dalam-satu yang memeriksa dan meluruhkan apa pun yang diyakini kepastiannya tanpa dipertanyakan. Penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan berpikir memungkinkan terjadinya kejahatan tanpa motif jahat, sedangkan berpikir membangkitkan suara hati yang memudahkan manusia menolak kejahatan dan kekejaman, meskipun tidak menghasilkan norma moral atau kebijakan secara langsung.

Berpikir merupakan dialog batin yang meneliti dan meluruhkan keyakinan yang tidak ditanyakan, sehingga memberikan ruang bagi pembentukan nilai moral.Ketiadaan berpikir menimbulkan kebebasan bagi tindakan jahat tanpa motif, sementara keberadaan berpikir memunculkan kesadaran dan penolakan terhadap kejahatan.Proses berpikir tetap menjadi pemrosesan internal yang terus berhubungan dengan dunia bersama, menciptakan keterlibatan moral yang konstan.

1) Meneliti hubungan antara praktik berpikir terdalam (dialog batin) dengan perilaku politik konstruktif di masyarakat modern; 2) Membandingkan efek berpikir “dua-dalam-satu Arendt pada moralitas di budaya lintas negara; 3) Mengukur dampak latihan berpikir reflektif terhadap penilaian etika di kalangan profesional ilmiah dan pengambil keputusan.

Read online
File size859.16 KB
Pages46
DMCAReport

Related /

ads-block-test