JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT

FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamFIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam

Penelitian ini mengkaji pendidikan karakter moral, berdasarkan kitab Al-Akhlāq Lil-Banīn, di Pondok Pesantren Modern Darul Azhar, berfokus pada kerangka pedagogisnya, implementasi sehari-hari, dan faktor-faktor yang membentuk keberhasilannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa kitab tersebut menyajikan kerangka kerja terstruktur yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan konatif dalam hierarki yang mencakup hubungan vertikal (dengan Allah) dan horizontal (dengan sesama). Bahasa yang sederhana, contoh konkret, dan scaffolding bertahap sesuai dengan perkembangan remaja dan penelitian terkini dalam psikologi moral. Dalam praktiknya, program ini berjalan melalui tiga saluran yang tumpang tindih: instruksi formal, habituasi institusional, dan kontrol sosial. Bermain peran dan rutinitas asrama terbukti sangat efektif. Temuan juga mengungkap ketegangan nyata. Habituation mendominasi, dan refleksi kritis terbatas, sehingga pembentukan karakter lebih didasarkan pada kebiasaan daripada keyakinan yang mendalam. Sebagian besar siswa menunjukkan regulasi eksternal: mereka berperilaku moral karena ada yang mengawasi, dan perilaku mereka berubah di berbagai konteks. Oleh karena itu, penelitian ini berpendapat bahwa diperlukan refleksi yang lebih kuat dan terstruktur, ketergantungan yang lebih sedikit pada kontrol eksternal, dan strategi yang membantu siswa membawa komitmen moral mereka ke dalam lingkungan yang tidak dapat diawasi oleh pondok pesantren.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kitab Al-Akhlāq Lil-Banīn menyajikan kerangka kerja yang komprehensif untuk pendidikan karakter, mengintegrasikan pengetahuan, emosi, dan tindakan.Implementasi di Pondok Pesantren Modern Darul Azhar melibatkan instruksi formal, habituasi, dan kontrol sosial, namun habituasi cenderung mendominasi, sehingga pembentukan karakter lebih didasarkan pada kebiasaan daripada keyakinan yang mendalam.Untuk meningkatkan efektivitas pendidikan karakter, diperlukan refleksi yang lebih terstruktur, pengurangan ketergantungan pada kontrol eksternal, dan strategi yang membantu siswa membawa komitmen moral mereka ke dalam berbagai lingkungan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengamati perkembangan karakter siswa selama beberapa tahun, sehingga dapat diketahui apakah perubahan perilaku yang terjadi bersifat jangka panjang atau hanya sementara. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model refleksi diri yang lebih efektif, yang dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai moral secara lebih mendalam. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana pengaruh lingkungan digital terhadap pembentukan karakter siswa, serta bagaimana pondok pesantren dapat beradaptasi dengan perubahan ini untuk tetap relevan dalam membimbing siswa.

  1. Strategic Integration of General and Religious Education in Indonesian Pesantren: Building Holistic Character... doi.org/10.17977/um039v10i22025p133-146Strategic Integration of General and Religious Education in Indonesian Pesantren Building Holistic Character doi 10 17977 um039v10i22025p133 146
  2. Internalization of Islamic Boarding School Values in an Indonesian Islamic Educational Institution |... doi.org/10.35445/alishlah.v14i4.2099Internalization of Islamic Boarding School Values in an Indonesian Islamic Educational Institution doi 10 35445 alishlah v14i4 2099
  3. The School Environment and Physical and Social‐Emotional Well‐Being: Implications... doi.org/10.1111/josh.13375The School Environment and Physical and SocialyAAAaEmotional WellyAAAaBeing Implications doi 10 1111 josh 13375
Read online
File size320.11 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test