STAI MASSTAI MAS

NAHDLATUL LUGHAH: JOURNAL OF APPLIED ARABIC LINGUISTICNAHDLATUL LUGHAH: JOURNAL OF APPLIED ARABIC LINGUISTIC

Dewasa ini, pembelajaran menulis lebih banyak disajikan dalam bentuk teori, tidak banyak melakukan praktik menulis. Keterampilan menulis yang tidak diimbangi dengan praktik menjadi salah satu faktor kurang terampilnya siswa dalam menulis. Keterampilan menulis (maharah al-kitabah) merupakan keterampilan tertinggi dari empat keterampilan berbahasa. Terlebih lagi menulis dalam bahasa Arab yang harus meperhatikan aspek al-qawaid (nahu dan sharf), imla dan khat. Hadirnya kurikulum Merdeka Belajar merupakan angin segar bagi dunia pendidikan. Di antara fokus inovasi kurikulum Merdeka Belajar adalah pada aspek evaluasi pembelajaran. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pembelajaran keterampilan menulis (maharah kitabah) bahasa Arab pada Kurikulum Merdeka Belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asesmen dalam Merdeka Belajar lebih diarahkan pada asesmen berkelanjutan seperti observasi, kinerja, projek, tes tertulis, tes lisan, penugasan, dan portofolio (tugas kelompok, karya tulis, praktikum, dan sebagainya). Asesmen semacam ini disebut dengan asesmen otentik dan sangat relevan untuk diterapkan pada pembelajaran keterampilan menulis (maharah kitabah).

Salah satu fokus Kurikulum Merdeka Belajar adalah aspek asesmen.Asesmen dalam kurikulum Merdeka Belajar lebih diarahkan pada asesmen berkelanjutan seperti observasi, kinerja, projek, tes tertulis, tes lisan, penugasan, dan portofolio (tugas kelompok, karya tulis, praktikum, dan sebagainya).Asesmen semacam ini disebut dengan asesmen otentik dan sangat relevan untuk diterapkan pada pembelajaran keterampilan menulis (maharah kitabah).

Penelitian ini telah menunjukkan relevansi asesmen otentik dalam Kurikulum Merdeka Belajar untuk evaluasi keterampilan menulis bahasa Arab. Namun, untuk memperdalam pemahaman dan memastikan implementasinya optimal, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi empiris yang lebih mendalam untuk mengukur secara kuantitatif maupun kualitatif dampak langsung dari penerapan berbagai bentuk asesmen otentik—seperti observasi, projek, dan portofolio—terhadap peningkatan aktual keterampilan menulis (maharah kitabah) siswa bahasa Arab di berbagai jenjang pendidikan. Hal ini penting untuk memverifikasi efektivitas asesmen otentik dalam mengatasi masalah kurangnya praktik menulis yang disinggung di awal penelitian. Kedua, investigasi terhadap persepsi dan tantangan yang dihadapi oleh para guru bahasa Arab dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi asesmen otentik ini di kelas akan sangat berharga. Memahami kendala yang dialami guru akan membantu merumuskan strategi pelatihan dan dukungan yang lebih efektif. Terakhir, pengembangan dan validasi model asesmen otentik yang spesifik dan terperinci untuk berbagai aspek maharah kitabah, seperti penulisan kaidah tata bahasa (nahu dan sharf), imla, khat, serta kemampuan mengorganisasi ide menjadi paragraf yang koheren, dapat menjadi fokus penelitian. Model ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis yang lebih jelas bagi pendidik, memastikan bahwa setiap dimensi keterampilan menulis bahasa Arab terukur dengan akurat dan sesuai konteks Merdeka Belajar.

  1. #keterampilan menulis#keterampilan menulis
  2. #pembelajaran bahasa#pembelajaran bahasa
Read online
File size410.88 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-2Je
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test