ALJAMIAHALJAMIAH

Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic Studies

Dalam artikel ini, penulis menelaah hubungan antara ilmu bahasa Arab dengan proses penetapan hukum Islam dari perspektif ilmu uṣūl al-fiqh. Pertanyaan yang dibahas berkisar pada bagaimana para fukaha dan teoretikus hukum memahami pentingnya bahasa Arab sebagai bagian dari metodologi dalam menetapkan norma-norma hukum Islam dari sumbernya, hubungan antara ilmu bahasa Arab dan ilmu uṣūl al-fiqh dalam tataran teoretis, serta pengaruh timbal balik antara dua disiplin ilmu tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa para fukaha dan teoretikus hukum sepakat bahwa penguasaan bahasa Arab merupakan syarat mutlak bagi seorang mujtahid agar ijtihadnya sahih. Lebih jauh, dalam banyak kasus, para fukaha dan teoretikus hukum sangat bergantung pada aturan-aturan gramatika yang ditetapkan oleh para ahli tata bahasa Arab dan mengintegrasikan aturan-aturan ini ke dalam konstruksi teori hukum mereka. Namun demikian, mereka tidak hanya mengalihkan aturan-aturan ini ke dalam teori uṣūl al-fiqh tetapi mengembangkannya lebih jauh sesuai yang keperluan.

Para ahli ushul dan ahli hukum sepakat bahwa ilmu bahasa Arab sangat penting dalam proses penemuan hukum Islam, bahkan menjadikannya syarat bagi seorang mujtahid.Meskipun demikian, mereka berbeda pendapat mengenai tingkat penguasaan bahasa Arab yang diperlukan oleh seorang mujtahid agar hasil ijtihadnya dapat dipertanggungjawabkan.Para ahli ushul dan ahli hukum mengandalkan prinsip-prinsip bahasa Arab dalam membangun metode penggalian hukum Islam, tetapi mengembangkan prinsip-prinsip tersebut lebih lanjut daripada yang dilakukan oleh ahli bahasa itu sendiri.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis komparatif mendalam terkait bagaimana berbagai mazhab hukum Islam (seperti Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali) mengintegrasikan kaidah-kaidah bahasa Arab dalam proses istinbath mereka, termasuk identifikasi titik temu dan perbedaan dalam interpretasi dan aplikasi kaidah-kaidah tersebut, dampaknya terhadap hasil hukum yang dihasilkan. Studi lebih lanjut juga diperlukan untuk meneliti bagaimana perkembangan linguistik modern, seperti semantik dan pragmatik, dapat dimanfaatkan untuk memperkaya analisis teks-teks hukum Islam klasik, dengan mempertimbangkan konteks historis dan sosial di mana teks-teks tersebut muncul, serta potensi implikasinya terhadap interpretasi hukum kontemporer. Selain itu, eksplorasi mendalam tentang peran intuisi linguistik dan pemahaman bahasa secara implisit (bukan hanya penguasaan tata bahasa formal) dalam proses penalaran hukum oleh para mujtahid juga relevan dipelajari; bagaimana para ahli hukum menggunakan kepekaan bahasa mereka untuk menimbang berbagai interpretasi yang mungkin, dan bagaimana hal ini mempengaruhi pembentukan hukum Islam.

  1. The Relation between Arabic Linguistics and Islamic Legal Reasoning: Islamic Legal Theory Perspective... aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/55208The Relation between Arabic Linguistics and Islamic Legal Reasoning Islamic Legal Theory Perspective aljamiah index php AJIS article view 55208
  1. #tata bahasa#tata bahasa
  2. #teoretis pengaruh jihad#teoretis pengaruh jihad
Read online
File size660.22 KB
Pages30
Short Linkhttps://juris.id/p-Wk
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test