UNISLAUNISLA

E-LINK JOURNALE-LINK JOURNAL

Penguasaan keterampilan komunikasi bahasa Inggris sangat penting di dunia yang terglobalisasi saat ini, namun mahasiswa Indonesia sering mengalami kesulitan karena kurangnya kesempatan berlatih secara autentik serta ketergantungan pada metode tradisional yang cenderung kurang interaktif. Penelitian ini mengkaji penggunaan aplikasi pembelajaran bahasa berbasis gawai (HelloTalk) untuk mengatasi tantangan tersebut dengan meningkatkan kemampuan komunikasi lisan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Secara khusus, penelitian ini meneliti bagaimana HelloTalk menutup kesenjangan dalam praktik bahasa dalam dunia nyata sekaligus mengidentifikasi keterbatasannya serta mengusulkan solusi. Studi kasus kualitatif dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan enam mahasiswa semester tiga yang mengambil mata kuliah Listening and Speaking di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya. Hasil menunjukkan bahwa HelloTalk secara efektif meningkatkan kelancaran berbicara, retensi kosakata, dan komunikasi antarbudaya melalui interaksi langsung dengan penutur asli. Namun, muncul tantangan utama seperti kesulitan dalam menemukan pasangan belajar yang kompatibel, tidak adanya fitur penyuntingan pesan yang menyebabkan kesalahan komunikasi, serta konsumsi penyimpanan perangkat yang besar. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengusulkan pendekatan pembelajaran campuran (blended learning) yang memadukan keunggulan interaktif HelloTalk dengan instruksi kelas terstruktur, seperti latihan tata bahasa dan pengembangan kosakata, sehingga tercipta pengalaman belajar yang lebih seimbang dan efektif. Integrasi ini memastikan mahasiswa memperoleh manfaat dari praktik autentik sekaligus pengembangan keterampilan yang sistematis. Temuan ini menunjukkan perlunya perbaikan teknis pada HelloTalk serta pentingnya menggabungkan alat digital dengan pedagogi tradisional.

HelloTalk merupakan alat pembelajaran berbasis gawai yang efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi lisan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris melalui interaksi langsung dengan penutur asli, yang berdampak pada kemajuan kelancaran berbicara, penguasaan kosakata, dan kepercayaan diri.Namun, tantangan seperti ketidaksesuaian pasangan belajar, tidak adanya fitur penyuntingan pesan, dan tingginya kebutuhan penyimpanan perangkat mengindikasikan perlunya perbaikan teknis dan integrasi pedagogis dengan metode pembelajaran terstruktur.Pendekatan pembelajaran campuran yang menggabungkan kekuatan interaktif HelloTalk dengan instruksi kelas formal direkomendasikan untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran bahasa jangka panjang.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian yang menguji efektivitas algoritma pencocokan pasangan belajar berbasis tujuan dan minat bersama dalam aplikasi HelloTalk, untuk mengurangi masalah penyalahgunaan aplikasi untuk tujuan non-edukatif seperti pencarian relasi romantis. Kedua, penting untuk mengeksplorasi desain fitur penyuntingan pesan yang aman bagi pembelajar, sehingga pengguna dapat mengoreksi kesalahan bahasa setelah mengirim pesan tanpa mengganggu alur komunikasi, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kepercayaan diri dan akurasi berbahasa. Ketiga, diperlukan studi yang menguji integrasi model pembelajaran campuran berbasis HelloTalk dengan modul kelas formal—seperti latihan tata bahasa dan penilaian keterampilan berbicara terstruktur—dalam kurun waktu panjang, untuk memahami bagaimana kombinasi ini mendukung keberlanjutan peningkatan keterampilan bahasa dan keterlibatan belajar. Penelitian lanjutan juga dapat mengkaji bagaimana faktor literasi digital, latar belakang sosioekonomi, dan tingkat penguasaan bahasa awal memengaruhi keberhasilan penggunaan HelloTalk, serta mengevaluasi potensi penyimpanan berbasis cloud untuk mengurangi beban perangkat. Dengan pendekatan ini, kita bisa membangun kerangka pembelajaran yang lebih inklusif, efektif, dan berkelanjutan bagi mahasiswa dari beragam latar belakang. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi peran umpan balik otomatis berbasis AI dalam membantu koreksi bahasa secara real-time, serta menilai bagaimana fitur harian seperti target belajar harian memengaruhi motivasi jangka panjang. Pendekatan longitudinal juga dapat mengungkap pola konsistensi penggunaan aplikasi dan dampaknya terhadap penguasaan bahasa secara menyeluruh. Semua ini akan memberi gambaran lebih utuh tentang bagaimana teknologi dapat mendukung pembelajaran bahasa yang holistik dan berkelanjutan.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0003-066X.57.9.705APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0003 066X 57 9 705
  2. Major Characteristics of Language Learning Techniques | Global Spectrum of Research and Humanities. major... doi.org/10.69760/gsrh.0203025003Major Characteristics of Language Learning Techniques Global Spectrum of Research and Humanities major doi 10 69760 gsrh 0203025003
  3. The impact of written visual materials in the development of speaking skills in English language among... doi.org/10.52462/jlls.76The impact of written visual materials in the development of speaking skills in English language among doi 10 52462 jlls 76
  4. The Use of Mobile Instant Messaging in English Language Teaching: The Case of South Korea. mobile instant... doi.org/10.3390/educsci13020110The Use of Mobile Instant Messaging in English Language Teaching The Case of South Korea mobile instant doi 10 3390 educsci13020110
  5. Turkish Online Journal of Distance Education » Submission » CONSTRUCTIVIST THEORY AS A FOUNDATION... doi.org/10.17718/tojde.803364Turkish Online Journal of Distance Education A Submission A CONSTRUCTIVIST THEORY AS A FOUNDATION doi 10 17718 tojde 803364
  1. #blended learning#blended learning
  2. #learning process#learning process
Read online
File size392.65 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-Ye
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test