PUBMEDIAPUBMEDIA
Journal of Contemporary Law StudiesJournal of Contemporary Law StudiesPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena bullying dan body shaming dalam yayasan pendidikan melalui perspektif hukum dan sosiologi. Penelitian menyelidiki faktor-faktor sosial dan institusional yang berkontribusi serta mengevaluasi efektivitas kerangka hukum dan kebijakan pendidikan yang ada dalam mengatasi masalah ini. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode utama berupa tinjauan pustaka. Data sekunder diperoleh dari publikasi ilmiah terkini yang berfokus pada bullying dan body shaming di sekolah. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ada peraturan seperti Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, implementasinya masih kurang optimal karena kesadaran publik yang rendah dan penegakan hukum yang terbatas. Dari sudut pandang sosiologis, tekanan peer, norma budaya, dan struktur institusi berpengaruh terhadap persistensi perilaku ini. Penelitian juga menekankan peran pendidikan karakter dan program anti-bullying kolaboratif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan inklusif. Kesimpulannya, strategi terpadu yang menggabungkan penegakan hukum, pemahaman sosiologis, dan reformasi pendidikan sangat diperlukan. Disarankan agar sekolah memperkuat mekanisme pengaduan, menyediakan konseling yang mudah diakses, dan mendorong keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat. Pendekatan interdisipliner ini diharapkan dapat mengurangi insiden dan dampak bullying dan body shaming di antara siswa.
Penelitian ini menunjukkan bahwa bullying dan body shaming di yayasan pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan budaya yang kompleks.Dari perspektif hukum, ditemukan bahwa meskipun ada regulasi yang mengatur penanggulangan bullying dan body shaming, implementasi dan pengawasan terhadap peraturan tersebut masih terbatas, sehingga efektivitasnya dalam mencegah tindakan ini belum optimal.Sementara itu, dari sisi sosiologis, faktor-faktor seperti tekanan sosial, stereotip tubuh, dan dinamika kekuasaan antarsiswa berperan besar dalam memicu terjadinya bullying dan body shaming.Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan perlu melibatkan pendekatan yang lebih holistik, dengan memperkuat pendidikan karakter dan memperbaiki lingkungan sosial di sekolah.Temuan utama penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pendekatan hukum dan sosiologis untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat.Integrasi kedua perspektif ini dapat memberikan solusi yang lebih efektif dalam menangani permasalahan bullying dan body shaming.Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran dan pelatihan bagi pendidik, siswa, serta masyarakat sekitar mengenai dampak negatif dari tindakan tersebut, serta pentingnya menciptakan ruang aman di sekolah.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam dengan menggunakan data primer melalui wawancara atau survei dengan pelaku, korban, dan pihak terkait di sekolah. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih konkret dan mendalam tentang kasus-kasus bullying dan body shaming di berbagai yayasan pendidikan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak teknologi dan media sosial dalam memperburuk atau mengatasi permasalahan ini. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam upaya penanggulangan bullying dan body shaming di lingkungan pendidikan.
- BENTUK BULLYING DAN CARA MENGATASI MASALAH BULLYING DI SEKOLAH DASAR | Jurnal Multidisipliner Kapalamada.... doi.org/10.62668/kapalamada.v1i04.400BENTUK BULLYING DAN CARA MENGATASI MASALAH BULLYING DI SEKOLAH DASAR Jurnal Multidisipliner Kapalamada doi 10 62668 kapalamada v1i04 400
- Implementasi Sekolah Ramah Anak Di SDN Lempuyangwangi Kota Yogyakarta | POPULIKA. implementasi sekolah... doi.org/10.37631/populika.v9i2.316Implementasi Sekolah Ramah Anak Di SDN Lempuyangwangi Kota Yogyakarta POPULIKA implementasi sekolah doi 10 37631 populika v9i2 316
- Kurikulum 2013 dalam Perspektif Filosafi | Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi. kurikulum... journals.unihaz.ac.id/index.php/georafflesia/en/article/view/567Kurikulum 2013 dalam Perspektif Filosafi Jurnal Georafflesia Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi kurikulum journals unihaz ac index php georafflesia en article view 567
| File size | 655.66 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBMEDIAPUBMEDIA Oleh karena itu, perlu penguatan peran APIP melalui penerapan metode audit integritas (probity audit), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sertaOleh karena itu, perlu penguatan peran APIP melalui penerapan metode audit integritas (probity audit), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta
PUBMEDIAPUBMEDIA Putusan Mahkamah Konstitusi No. 25/PUU-XIV/2016 mengklarifikasi bahwa kerugian keuangan negara dalam Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana KorupsiPutusan Mahkamah Konstitusi No. 25/PUU-XIV/2016 mengklarifikasi bahwa kerugian keuangan negara dalam Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi
PUBMEDIAPUBMEDIA Secara empiris, 68% whistleblower dalam kasus yang dianalisis mengalami tindakan balasan, mulai dari intimidasi hingga kriminalisasi, yang secara langsungSecara empiris, 68% whistleblower dalam kasus yang dianalisis mengalami tindakan balasan, mulai dari intimidasi hingga kriminalisasi, yang secara langsung
PUBMEDIAPUBMEDIA Putusan ini menjadi preseden penting dalam memberikan perlindungan hukum bagi konsumen perumahan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa putusan pengadilanPutusan ini menjadi preseden penting dalam memberikan perlindungan hukum bagi konsumen perumahan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa putusan pengadilan
PUBMEDIAPUBMEDIA Sebagai kesimpulan, pemahaman yang kuat tentang hukum agraria dan penghormatan terhadap hak-hak adat sangat penting untuk mencegah konflik dan memastikanSebagai kesimpulan, pemahaman yang kuat tentang hukum agraria dan penghormatan terhadap hak-hak adat sangat penting untuk mencegah konflik dan memastikan
PUBMEDIAPUBMEDIA Adopsi keadilan korektif memungkinkan hasil yang lebih restoratif melalui mediasi, restitusi, dan menghindari kriminalisasi berlebihan. Namun, masih adaAdopsi keadilan korektif memungkinkan hasil yang lebih restoratif melalui mediasi, restitusi, dan menghindari kriminalisasi berlebihan. Namun, masih ada
UMSUMS Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan yoga okuler terhadap kelelahan mata (eye fatigue) dan peningkatan kesehatan mata. Metode yang digunakanArtikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan yoga okuler terhadap kelelahan mata (eye fatigue) dan peningkatan kesehatan mata. Metode yang digunakan
UMSUMS Pola asuh yang mengkombinasikan keduanya adalah pola asuh demokratis yang menerapkan komunikasi dan kerjasama yang baik antara anak dan orang tua, sehinggaPola asuh yang mengkombinasikan keduanya adalah pola asuh demokratis yang menerapkan komunikasi dan kerjasama yang baik antara anak dan orang tua, sehingga
Useful /
PUBMEDIAPUBMEDIA Penelitian ini menyimpulkan bahwa hak pasien atas pelayanan kesehatan dalam UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan merupakan hak fundamental yang tidakPenelitian ini menyimpulkan bahwa hak pasien atas pelayanan kesehatan dalam UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan merupakan hak fundamental yang tidak
PUBMEDIAPUBMEDIA Pengaruh pengakuan OPM sebagai subjek hukum internasional secara teoritis dan yuridis memiliki dampak signifikan bagi negara induk seperti Indonesia, termasukPengaruh pengakuan OPM sebagai subjek hukum internasional secara teoritis dan yuridis memiliki dampak signifikan bagi negara induk seperti Indonesia, termasuk
PUBMEDIAPUBMEDIA “jika seseorang memungkiri tulisan atau tanda tangannya, ataupun jika para ahli warisnya atau orang yang mendapat hak daripadanya tidak mengakuinya,“jika seseorang memungkiri tulisan atau tanda tangannya, ataupun jika para ahli warisnya atau orang yang mendapat hak daripadanya tidak mengakuinya,
PUBMEDIAPUBMEDIA Pusat dari Pancasila adalah filosofi humanis, terutama terwujud dalam sila kedua, yang mendasari nilai-nilai yang dianut masyarakat Indonesia. Prinsip-prinsipPusat dari Pancasila adalah filosofi humanis, terutama terwujud dalam sila kedua, yang mendasari nilai-nilai yang dianut masyarakat Indonesia. Prinsip-prinsip