DINUSDINUS

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & MultimediaANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis makna pesan dalam iklan Axis versi “Iritologi – Menatap masa depan di televisi dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dari analisis yang telah dilakukan berdasarkan makna denotasi, konotasi dan mitos dalam iklan Axis versi “iritologi – Menatap masa depan, dapat diketahui bahwa iklan Axis memiliki konsep yang sangat sederhana, dengan mengusung tema tentang kebiasaan remaja dalam memanfaatkan media sosial. Dari visual iklan yang ditampilkan menguatkan pesan bahwa produk Axis ini menyasar remaja sebagai target audience, remaja atau pelajar adalah konsumen yang mendambakan produk dengan kalitas baik namun dengan harga yang terjangkau. Meski menyasar remaja, namun dalam target marketnya Axis tetap menyasar semua kalangan. Setting tempat atau latar pada iklan yang ditampilkan pun sebagai representasi bahwa Axis dapat dijangkau oleh semua kalangan ekonomi khususnya masyarakat menengah kebawah. Makna Mitos dalam iklan Axis ini tersirat pada scene tertentu. Secara umum iklan ini menyampaikan bahwa selfie dan media sosial sebagai bagian dari kehidupan masyaraka khususnya generasi muda, sebagai sarana untuk berinteraksi dan menunjukan eksistensinya kepada komunitas. Melalui foto yang diunggah pada media sosial, khalayak merepresentasikan perasaan maupun kegiatan yang sedang di lakukannya. Sehingga hal tersebut memicu kebutuhan akan jaringan komunikasi yang lancar dan ekonomis.

Analisis semiotika Roland Barthes terhadap iklan Axis “Iritologi – Menatap Masa Depan menunjukkan bahwa iklan ini mengusung konsep sederhana tentang kebiasaan remaja dalam memanfaatkan media sosial, khususnya tren selfie, dengan penyampaian pesan yang menarik dan jargon Cekrek Upload yang mudah diingat, menyasar remaja namun tetap menjangkau semua kalangan dengan produk yang terjangkau.Iklan tersebut secara efektif menggambarkan bagaimana selfie telah menjadi media utama untuk mengekspresikan diri, perasaan, dan berbagi aktivitas sehari-hari di media sosial, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern.Fenomena ini menyoroti kebutuhan mendesak akan jaringan komunikasi yang lancar dan ekonomis, yang mana Axis berupaya memenuhinya sebagai respons terhadap keinginan generasi muda untuk terus maju dalam perkembangan teknologi komunikasi.

Penelitian ini telah berhasil mengungkap makna pesan yang terkandung dalam iklan Axis versi Iritologi – Menatap Masa Depan melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Untuk memperkaya pemahaman di masa mendatang, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, bagaimana jika analisis semiotika yang serupa diterapkan pada iklan-iklan operator seluler lain, baik dari Axis dengan versi berbeda maupun dari kompetitor utama seperti Telkomsel atau Indosat? Ini akan memungkinkan perbandingan strategi komunikasi visual dan naratif yang digunakan untuk menargetkan segmen pasar yang serupa, serta mengidentifikasi perbedaan atau kesamaan dalam konstruksi mitos seputar gaya hidup digital dan konsumsi data di kalangan remaja. Kedua, karena penelitian ini fokus pada analisis pesan dari perspektif iklan, sangat menarik untuk mengeksplorasi bagaimana audiens, khususnya remaja sebagai target utama, benar-benar menginterpretasikan dan merespons iklan ini. Apakah makna denotasi, konotasi, dan mitos yang diidentifikasi oleh peneliti selaras dengan pemahaman dan pengalaman mereka sehari-hari, dan bagaimana hal tersebut memengaruhi keputusan mereka dalam memilih layanan telekomunikasi? Metode kualitatif seperti wawancara mendalam atau focus group discussion akan sangat relevan untuk menggali perspektif audiens ini. Ketiga, mengingat bahwa iklan ini dirilis pada tahun 2015 dan tren media sosial serta perilaku remaja berkembang sangat cepat, penelitian prospektif dapat menganalisis bagaimana strategi periklanan operator seluler telah beradaptasi dengan perubahan tersebut. Studi dapat berfokus pada iklan-iklan terbaru, platform media sosial yang kini dominan (misalnya TikTok, Instagram), serta fenomena digital baru seperti story atau reel, untuk mengungkap pergeseran mitos dan representasi yang dibentuk oleh merek-merek ini dalam upaya menarik perhatian dan loyalitas generasi muda saat ini. Saran-saran ini diharapkan dapat membuka cakrawala penelitian yang lebih luas dalam memahami dinamika periklanan dan komunikasi di era digital.

Read online
File size728.76 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test