DINUSDINUS

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & MultimediaANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia

Komunikasi antara laki-laki dan perempuan menjadi bagian yang menarik untuk ditelisik lebih dalam kajian ilmu komunikasi interpersonal. Laki-laki memiliki trik-trik untuk mendekati perempuan dan hal ini dibahas secara menarik dalam iklan AXE. Inilah tema besar yang diangkat oleh AXE dalam versi iklan “Axe University di media online (Youtube). Konsep iklan ini adalah diadakannya tiga sesi perkuliahan, yaitu: perkuliahan biologi, psikologi dan bahasa. Terdapat tiga orang perempuan seksi yang berperan sebagai dosen, yaitu: Nadine Alexandra, Zivanna Letisha dan Laras Moncha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan apakah pesan dalam iklan “AXE University diterima dengan baik oleh audiens. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan menggunakan teknik indept interview kepada 5 orang pengguna AXE. Hasil penelitian menunjukan bahwa kehadiran perempuan seksi yang berperan sebagai dosen dalam iklan “AXE University justru tidak mendukung pesan iklan yang disampaikan dan para narasumber merasa terganggu dengan bahasa non verbal yang ditunjukan oleh para perempuan seksi (dosen).

Penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran perempuan seksi sebagai dosen dalam iklan “AXE University justru mengganggu penyampaian pesan dan varian produk AXE yang diiklankan, karena fokus narasumber terpecah oleh bahasa non-verbal yang menggoda.Iklan tersebut terlalu mengedepankan daya tarik emosional dan seksual, sehingga para audiens gagal menangkap pesan mengenai manfaat produk AXE dan tips mendekati wanita yang seharusnya disampaikan.Oleh karena itu, berdasarkan teori Communication Goal Theory, tujuan komunikasi iklan AXE tidak tercapai karena audiens hanya menikmati aspek visual tanpa memahami esensi pesan utama.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan dengan melibatkan lebih banyak responden dari berbagai latar belakang, misalnya membandingkan persepsi pengguna AXE dari kelompok usia remaja dan dewasa muda untuk melihat apakah ada perbedaan dalam penerimaan pesan iklan yang menggunakan daya tarik visual sensual. Hal ini penting untuk memastikan temuan mengenai efektivitas iklan serupa dapat berlaku lebih luas. Selain itu, menarik untuk melakukan studi komparatif tentang bagaimana iklan produk deodoran pria dengan pendekatan yang berbeda—seperti yang berfokus pada manfaat produk, inovasi, atau gaya hidup sehat tanpa menonjolkan elemen seksual—diterima oleh target audiens. Dengan membandingkan respons terhadap berbagai jenis iklan, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang strategi komunikasi mana yang paling efektif dalam membangun citra merek yang positif dan meningkatkan minat beli. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi dampak jangka panjang dari iklan yang menonjolkan daya tarik seksual pada persepsi merek dan perilaku pembelian konsumen. Apakah iklan semacam ini hanya menarik perhatian sesaat ataukah mampu menciptakan loyalitas merek yang berkelanjutan? Mengamati respons konsumen dalam periode yang lebih lama dapat mengungkap implikasi etis dan strategis dari penggunaan elemen sensual dalam periklanan, serta membantu perusahaan merancang kampanye yang lebih bertanggung jawab dan efektif.

Read online
File size811.04 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test