DINUSDINUS

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & MultimediaANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia

Indonesia merupakan negara yang terkenal akan seni dan budayanya. Setiap suku di Indonesia pasti memiliki lagu daerahnya masing-masing. Salah satu contohnya adalah tembang dolanan, yang berasal dari Jawa Tengah. Tembang dolanan merupakan sebuah lagu yang diperuntukkan bagi anak-anak, karena banyak mengajarkan tentang nilai-nilai moral yang dijunjung oleh orang Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Namun dengan adanya lingkungan yang kurang mendukung, kini tembang dolanan sudah jarang diperdengarkan. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang penulis lakukan di Semarang, yang menyebutkan bahwa dari 30 anak hanya sembilan diantaranya yang tahu tentang tembang dolanan. Penelitian tersebut menunjukan bahwa tembang dolanan kini kalah pamor dengan lagu-lagu yang beredar sekarang. Padahal, seiring dengan perkembangan teknologi, kita seharusnya tetap mengajarkan kepada anak tentang nilai-nilai moral. Berdasarkan fenomena tersebut, melalui observasi, wawancara, studi kasus dan analisis, penelitian ini mengemas tembang dolanan dalam bentuk dongeng ke dalam buku ilustrasi berseri. Pada setiap buku diselipkan pula sebuah CD yang berisi tembang dolanan Jawa Tengah (Cublak-Cublak Suweng, Jaranan, Padhang Bulan, dan Gundul-Gundul Pacul) agar dapat didengarkan oleh anak-anak. Sehingga selain mendapatkan sebuah cerita dongeng, anak-anak juga mulai mengenal lagu-lagu daerah dan pesan moral yang ada di dalamnya.

Buku ilustrasi tembang dolanan Jawa Tengah ini berfungsi sebagai media cerita bergambar interaktif untuk memperkenalkan anak usia 5-6 tahun pada tembang dolanan, meliputi makna, lirik, dan lagunya.Dirancang berseri dengan empat lagu yang mengandung nilai moral, serta dilengkapi CD dan halaman interaktif, tujuannya untuk meningkatkan daya tarik anak dalam belajar tembang dolanan.Diharapkan buku ini dapat mendukung orang tua dan pendidik dalam mengajarkan nilai-nilai tembang dolanan dan melestarikan warisan budaya daerah yang kini mulai terlupakan.

Melihat potensi buku ilustrasi tembang dolanan ini sebagai media edukasi, penelitian lanjutan dapat mengkaji lebih dalam tentang tingkat efektivitasnya dalam meningkatkan minat dan pemahaman anak usia 5-6 tahun terhadap budaya lokal Jawa Tengah. Sebagai contoh, studi bisa dilakukan untuk membandingkan dampak penggunaan buku ini dengan metode pengenalan budaya tradisional lainnya terhadap retensi nilai moral dan kosakata bahasa Jawa anak. Selanjutnya, penting juga untuk meneliti bagaimana respon orang tua dan pendidik terhadap buku ini. Kita bisa mengeksplorasi tantangan apa saja yang mereka hadapi dalam mengintegrasikan buku ini ke dalam kegiatan belajar mengajar atau keseharian anak, sekaligus mengidentifikasi elemen desain atau fitur interaktif yang paling menarik perhatian anak. Selain itu, ada baiknya mempertimbangkan potensi adaptasi format buku ini untuk memperkenalkan warisan budaya lain di luar Jawa Tengah, misalnya tembang atau cerita daerah dari Sumatra atau Kalimantan. Pertanyaan penelitian dapat berfokus pada bagaimana penyesuaian visual, narasi, dan audio yang diperlukan agar relevan dengan konteks budaya yang berbeda, sekaligus tetap menjaga esensi pesan moral yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, kita dapat menemukan cara paling efektif untuk melestarikan keberagaman budaya bangsa melalui media pembelajaran yang inovatif dan disukai anak-anak secara luas.

Read online
File size741.27 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test