UGJUGJ

Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaDeiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya, agama, etnis, dan bahasa. Dengan keberagaman ini, diperlukan pemahaman dan apresiasi terhadap perbedaan. Salah satu cara adalah melalui pendidikan multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran pendidikan multikultural dalam membentuk sikap dan kesantunan berbahasa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur yang diambil dari jurnal-jurnal di database Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural menjadi pendekatan penting dalam menanamkan sikap dan kesantunan berbahasa sebagai bentuk penghormatan terhadap keragaman budaya, agama, etnis, dan ras di Indonesia. Pendidikan multikultural diintegrasikan dalam kurikulum untuk membentuk kesadaran akan pentingnya kesantunan berbahasa dalam konteks keberagaman.

Pendidikan multikultural memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan kesantunan berbahasa dengan menanamkan kesadaran, sikap terbuka, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya, agama, dan latar belakang sosial.Melalui integrasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum, siswa memahami kesantunan berbahasa sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman.Tantangan penerapan seperti kurangnya pemahaman guru dan dukungan lingkungan dapat diatasi melalui revisi kurikulum, pelatihan guru, dan penciptaan lingkungan sekolah yang inklusif.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana pendidikan multikultural yang diintegrasikan dalam kurikulum secara konkret memengaruhi perubahan perilaku berbahasa siswa di berbagai jenjang pendidikan, terutama dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Selain itu, perlu diteliti sejauh mana peran guru dalam mengubah sikap siswa melalui strategi pembelajaran multikultural yang aktif, seperti diskusi lintas budaya atau simulasi komunikasi antar-etnis, dan bagaimana efektivitasnya diukur secara kualitatif maupun kuantitatif. Terakhir, penelitian juga dapat menggali pengalaman keluarga dan masyarakat dalam mendukung atau menghambat penerapan kesantunan berbahasa yang inklusif, dengan membandingkan kasus-kasus di daerah urban dan rural untuk memahami faktor sosial yang memperkuat atau melemahkan dampak pendidikan multikultural dalam jangka panjang.

  1. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Youtuber Eropa pada Tataran Linguistik | Deiksis: Jurnal Pendidikan... jurnal.ugj.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/6908Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Youtuber Eropa pada Tataran Linguistik Deiksis Jurnal Pendidikan jurnal ugj ac index php Deiksis article view 6908
Read online
File size251.64 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test