NURISNURIS

Sains Data Jurnal Studi Matematika dan TeknologiSains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi

Kebutuhan manusia terhadap bahan bakar tidak akan bisa dipisahkan dan terus meningkat. Jika kebutuhan ini terus berlanjut, krisis bahan bakar di masa depan tidak dapat dihindari. Ketergantungan pada bahan bakar fosil mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui proses distilasi. Namun, suhu tabung distilasi dan kondensor harus dikontrol secara ketat untuk menjamin efisiensi. Suhu terlalu tinggi pada tabung distilasi (lebih dari 90 °C) dapat menurunkan kualitas hasil penyulingan, sedangkan suhu air sirkulasi kondensor perlu dipertahankan pada 25 °C untuk mendukung kondensasi optimal. Oleh karena itu, dirancang sistem kendali suhu otomatis pada proses distilasi. Penelitian ini menggunakan autonics TC4S sebagai regulator temperatur yang terhubung dengan sensor RTD, serta pada kondensor menggunakan sensor suhu DS18B20 dan pompa DC. Suhu distilasi dijaga pada kisaran 85 °C–90 °C, sedangkan air sirkulasi kondensor akan didinginkan jika mencapai 35 °C hingga kembali ke 25 °C. Hasil membandingkan distilasi menggunakan metode dan tanpa metode (manual). Pengujian menunjukkan bahwa jumlah minyak yang dihasilkan dengan metode sebesar 500 ml, sedangkan tanpa metode hanya 170 ml. Parameter PID yang digunakan adalah Kp 0,1, Ki 2,1, dan Kd 0,4 pada TC4S, serta Kp 7, Ki 2, dan Kd 4 pada sensor DS18B20.

Sistem kendali suhu menggunakan sensor RTD dan pengaturan otomatis melalui Autonics TC4S mampu mengaktifkan servo ketika suhu distilasi mencapai 85°C.Sistem ini juga mampu mengontrol sirkulasi air pada kondensor sehingga meningkatkan hasil distilasi sebesar 82,5% dibandingkan tanpa kontrol suhu pendingin.Jumlah minyak sereh yang dihasilkan dengan sistem otomatis mencapai 500 ml, jauh lebih tinggi dibandingkan metode manual yang hanya menghasilkan 170 ml, membuktikan bahwa kendali suhu otomatis sangat memengaruhi kuantitas hasil distilasi.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang penggunaan Autonics model TK4S sebagai pengganti TC4S untuk mengevaluasi peningkatan kinerja sistem kendali berdasarkan fitur yang lebih lengkap, seperti akurasi respon suhu dan integrasi data monitoring jarak jauh. Kedua, penting untuk mengeksplorasi penggantian sensor DS18B20 dengan sensor suhu yang lebih tahan terhadap getaran dan fluktuasi fisik, guna meningkatkan keandalan pengukuran suhu pada kondensor dalam jangka panjang. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi perbandingan antara sistem kendali PID konvensional dan algoritma kontrol adaptif berbasis mikrokontroler canggih untuk menilai efisiensi energi dan stabilitas suhu pada proses distilasi skala lebih besar, terutama dalam kondisi lingkungan yang tidak stabil. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap optimalisasi proses distilasi otomatis, khususnya dalam konteks produksi energi terbarukan skala rumahan dan industri kecil. Selain itu, pengujian di lingkungan nyata dengan variasi bahan baku dan suhu eksternal dapat mengungkap keterbatasan sistem saat ini. Pengembangan antarmuka pemantauan berbasis IoT juga patut dievaluasi agar pengguna dapat memantau proses distilasi secara real-time. Studi lebih lanjut mengenai efisiensi energi dan konsumsi listrik sistem secara menyeluruh juga diperlukan. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak penggunaan sensor baru terhadap akurasi dan respons waktu keseluruhan sistem. Akhirnya, penelitian dapat diperluas untuk mengintegrasikan sistem kendali ganda antara suhu dan tekanan uap guna mencapai kualitas produk yang lebih konsisten.

  1. Kendali Suhu Otomatis pada Proses Distilasi Batang Sereh menggunakan Metode PID | Sam | Sains Data Jurnal... doi.org/10.52620/sainsdata.v3i2.204Kendali Suhu Otomatis pada Proses Distilasi Batang Sereh menggunakan Metode PID Sam Sains Data Jurnal doi 10 52620 sainsdata v3i2 204
Read online
File size591.7 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test