DINUSDINUS

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & MultimediaANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia

Penelitian ini membahas tentang kekuatan rasa dalam perancangan desain komunikasi visual. Aktualisasi komunikasi visual tidak dapat lepas dari bisnis dan estetika desain. Rasa berperan penting dalam perancangan, jika tidak akan terjadi risalah tragedi. Karya-karya perancangan komunikasi visual tidak bisa lepas dari media sebagai tempat mediasi antara produk, jasa, bahkan aktualisasi diri dengan masyarakat yang menjadi sasaran. Kehadiran rasa pada setiap unsur dalam perancangan akan membingkai konsep dari suatu rancangan. Metode penelitian menggunakan kualitatif yang lebih menekankan pada observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis studi kasus. Berkreasi dengan rasa adalah persoalan penghayatan, karena setiap tindakan yang dilakukan manusia melibatkan seluruh panca indra. Penghayatan melalui daya imajinasi yang terwujud secara visual adanya stilasi, distorsi, dan adaptasi. Namun yang menarik adalah perancang mampu menangkap esensi, sehingga rasa lebih dilibatkan pada proses penciptaan. Rasa dalam perancangan adalah hasil dari penghayatan yang di dalamnya menunjukkan adanya kegiatan berproses kreatif. Aspek kreatif, ekspresi, persepsi, karakter, produktif, inventif, inovasi, dan inspirasi serta emergentif yang keseluruhan hadir dalam konsep perancangan tertuju pada pencapaian nilai estetika. Perancangan komunikasi visual menunjukkan adanya rasa dari proses hingga final desain. Rasa dalam perancangan komunikasi visual hadir pada setiap elemen desain yaitu: ilustrasi, tipografi, warna, dan layout.

Pencapaian sense of design adalah mampu mengolah rasa dalam perancangan.Konsep perancangan adalah tahapan proses kreasi yang mencakup berbagai mekanisme.Aspek kreatif, ekspresi, persepsi, karakter, produktif, inventif, inovasi, dan inspirasi serta emergentif yang keseluruhan hadir dalam konsep perancangan tertuju pada pencapaian nilai estetika.Panca indera dilibatkan pada pemilihan elemen desain yaitu ilustrasi, tipografi, warna, dan layout dalam proses kreatif.Proses kreatif yang mengarah pada dorongan seorang desainer untuk mencipta, menemukan sesuatu yang dianggap baru, dan melakukan perubahan-perubahan baik dalam skala kecil, sedang, maupun besar dalam desain komunikasi visual.Lebih lanjut, Rasa dalam perancangan adalah melibatkan diri sepenuhnya untuk mengetahui, memahami, dan menjelaskan sebuah konsep yang nantinya diwujudkan secara konkret yaitu perancangan komunikasi visual melalui ilustrasi, tipografi, warna, dan layout.Penjiwaan terhadap proses perancangan manjadi bagian upaya mewujudkan kualitas visual yang diinginkan.Rasa dalam perancangan komunikasi visual adalah hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang desainer.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih dalam tentang peran media, kontrol makna, dan ekspresi estetika dalam desain komunikasi visual, serta bagaimana hal-hal tersebut dapat mempengaruhi pencapaian nilai estetika dalam perancangan. 2. Meneliti lebih lanjut tentang proses kreatif dalam perancangan desain komunikasi visual, khususnya dalam hal penghayatan dan keterlibatan panca indra dalam menciptakan karya yang estetis. 3. Mengkaji dampak dari penggunaan teknologi, seperti komputer, dalam perancangan desain komunikasi visual terhadap nilai-nilai ekspresif dan kreativitas perancang. Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat menyelidiki lebih mendalam tentang aspek-aspek yang mempengaruhi , serta bagaimana teknologi dan proses kreatif dapat berdampak pada kualitas estetika karya desain.

Read online
File size843.57 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test