UACUAC

Nazhruna: Jurnal Pendidikan IslamNazhruna: Jurnal Pendidikan Islam

Rasa hormat telah terbukti memberikan keuntungan psikologis, sosial, dan akademis; Namun, sebagian besar akademisi belum memberikan penghargaan yang cukup dalam hal mendorong pengembangan karakter siswa. Gagasan Al-Zarnūjī, seorang ulama klasik, sebagai acuan atas karyanya yang terhormat tentang konsep Talīm al-Mutaallim telah menjadi salah satu rujukan dalam pedoman belajar dan mengajar di kalangan pesantren di Indonesia. Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara kritis rasa hormat sebagai konsep moral dan menjelaskan bagaimana rasa hormat dapat berkontribusi pada diskusi saat ini dalam mengembangkan pendidikan karakter dari perspektif Talīm al-Mutaallim karya al-Zarnūjī. Analisis kritis terhadap buku dan jurnal yang dikutip dilakukan sehubungan dengan kontribusi yang diberikan dalam bidang pendidikan karakter. Temuan penelitian ini telah menimbulkan tiga perselisihan besar. Yang pertama adalah penghormatan terhadap ilmu pengetahuan sebagai sumber penerangan. Kedua, penghormatan terhadap instruktur sebagai teladan dan fasilitator terdepan dalam pertukaran informasi; dan ketiga, menghormati rekan kerja sebagai sesama partisipan dalam perjalanan pendidikan. Oleh karena itu, rasa hormat dalam semua dimensinya harus memandu proses belajar mengajar.

Pentingnya rasa hormat dibahas dalam penelitian ini sebagai model pendidikan karakter, di mana kemampuan setiap siswa untuk merestrukturisasi perilaku mereka dalam hal toleransi pertama kali ditunjukkan.Ini berarti bahwa dalam hubungan sehari-hari, dorongan untuk bertindak dan berbicara dengan moral yang lebih baik harus ditanamkan.Mencapai taʻẓīm memerlukan orang beriman untuk berperilaku dengan standar moral tertinggi untuk mencapai puncak agama.Harus diakui bahwa, selain kerangka kerja pendidikan yang ada, salah satu faktor terpenting dalam mempromosikan pentingnya mindset tertentu adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan guru, rekan, dan sumber informasi lainnya.Karena itu, ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa siswa harus berperilaku moral dalam menanggapi semua situasi, baik di dalam maupun di luar kelas.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, penting untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana penghormatan terhadap pengetahuan dapat meningkatkan pemahaman dan pencapaian siswa. Penelitian dapat mengeksplorasi strategi dan praktik yang efektif untuk mendorong penghormatan terhadap pengetahuan dan para ahli di bidangnya. Kedua, peran instruktur sebagai model moral dan fasilitator perlu dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian dapat menyelidiki cara-cara inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa dalam proses belajar, serta bagaimana instruktur dapat menjadi teladan yang efektif dalam mempromosikan nilai-nilai karakter. Ketiga, pentingnya menghormati rekan kerja dalam perjalanan pendidikan harus menjadi fokus penelitian. Studi dapat menyelidiki cara-cara untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama di antara siswa, serta bagaimana lingkungan belajar yang mendukung dapat memfasilitasi pengembangan karakter yang positif. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk mengintegrasikan konsep-konsep al-Zarnūjī dalam kurikulum pendidikan karakter yang ada, dengan tujuan meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan karakter di Indonesia.

  1. Comparison of Qur'an Hadith Learning Results from TGT, Peer Tutoring, and STAD Models Based on School... pasca.jurnalikhac.ac.id/index.php/tijie/article/view/610Comparison of Quran Hadith Learning Results from TGT Peer Tutoring and STAD Models Based on School pasca jurnalikhac ac index php tijie article view 610
Read online
File size856.75 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test