UMUM
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu GeografiJurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu GeografiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisika dan kimia Tanah Ordo Vertisol pada penggunaan lahan pertanian (sawah, tegal, dan kebun) di Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan di lapangan dan laboratorium. Sampel diperoleh dengan overlaying dua peta menggunakan Arc-GIS 10.1 software untuk menghasilkan Peta Satuan Lahan, kemudian sampel diambil menggunakan metode purposive sampling yang mempertimbangkan lahan yang ditanami dan mengalami penurunan luas panen atau produktivitas. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan hasil penelitian dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap satuan lahan memiliki nilai COLE yang tinggi dan memiliki sifat yang mendukung dan tidak mendukung untuk budidaya tanaman, tetapi setiap satuan lahan memiliki perbedaannya sendiri. Satuan Lahan 1A memiliki permeabilitas tertinggi/tercepat karena pengelolaan dilakukan lebih intensif, dengan penambahan kandungan bahan organik yang konstan sehingga kepadatan tanah rendah. Satuan Lahan 1B memiliki bahan organik yang lebih tinggi karena saat pengambilan sampel, masih ada bagian sisa tanaman dan rumput di permukaan dibandingkan satuan lahan lainnya. Pengelolaan lahan dan irigasi juga memengaruhi kandungan bahan organik dalam hal pelestariannya. KTK terendah terdapat pada Satuan Lahan 2 karena kandungan fraksi liat lebih rendah daripada satuan lahan lainnya. Kandungan bahan organik yang rendah pada Satuan Lahan 2 juga memengaruhi nilai KTK yang rendah, dan kepadatan menjadi lebih tinggi. Permeabilitas pada Satuan Lahan 2 juga lebih lambat karena tidak ada kegiatan pengelolaan di lahan ini. Satuan Lahan 3A memiliki pH terendah karena pemberian ZA yang menghasilkan Asam Sulfur di lahan. Satuan Lahan 3B memiliki nilai KTK tertinggi karena kandungan fraksi liat lebih tinggi dan mineral Montmorillonite pada lahan ini memiliki muatan permanen. Bahan organik pada Satuan Lahan 3B juga paling rendah karena lahan dibiarkan kosong sebelum ditanami kedelai.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa masing-masing satuan lahan memiliki sifat tanah yang dipengaruhi oleh penutup lahan atau pengelolaannya.Satuan Lahan 1A memiliki permeabilitas tertinggi dan berat isi tanah paling rendah, sementara Satuan Lahan 1B memiliki kandungan bahan organik yang lebih tinggi.Satuan Lahan 2 memiliki KTK terendah, berat isi tertinggi, dan permeabilitas lebih lambat, sedangkan Satuan Lahan 3A memiliki pH terendah dan Satuan Lahan 3B memiliki KTK tertinggi serta bahan organik paling rendah.Sifat-sifat tanah ini mendukung dan kurang mendukung budidaya tanaman, dan petani perlu lebih jeli dalam mengolah lahan, terutama pada lahan sawah, karena jenis tanah Ordo Vertisol memiliki potensi tetapi dibatasi oleh sifat kembang kerut yang tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh berbagai teknik pengolahan tanah terhadap permeabilitas dan struktur tanah Ordo Vertisol, terutama dalam konteks menjaga keseimbangan antara aerasi dan retensi air. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi pengelolaan bahan organik yang efektif untuk meningkatkan KTK dan kesuburan tanah pada lahan-lahan dengan kandungan fraksi liat rendah, seperti pada Satuan Lahan 2. Ketiga, studi komparatif mengenai pengaruh penggunaan pupuk ZA terhadap pH tanah dan ketersediaan unsur hara pada tanaman tebu perlu dilakukan, dengan mempertimbangkan alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan untuk menjaga keseimbangan kimia tanah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan tanah Ordo Vertisol secara berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga kualitas lingkungan.
| File size | 229.67 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Nilai parameter fisikokimia bervariasi pada tiap waktu observasi yang diperkirakan dipengaruhi oleh curah hujan dan suhu udara. Berdasarkan nilai TotalNilai parameter fisikokimia bervariasi pada tiap waktu observasi yang diperkirakan dipengaruhi oleh curah hujan dan suhu udara. Berdasarkan nilai Total
IPBIPB 768 orang) dibandingkan Cianjur Selatan (182 orang). Hal ini memicu perkembangan permukiman yang tidak terkendali dan peningkatan kebutuhan lahan, padahal768 orang) dibandingkan Cianjur Selatan (182 orang). Hal ini memicu perkembangan permukiman yang tidak terkendali dan peningkatan kebutuhan lahan, padahal
UPIUPI Identifikasi perubahan tutupan hutan dilakukan melalui citra satelit dengan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk mendapatkan distribusiIdentifikasi perubahan tutupan hutan dilakukan melalui citra satelit dengan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk mendapatkan distribusi
APTKLHIAPTKLHI Tingkat konvergensi sebesar 96,1% menunjukkan potensi konflik antar pemangku kepentingan relatif rendah, sedangkan tingkat divergensi 3,9% mengindikasikanTingkat konvergensi sebesar 96,1% menunjukkan potensi konflik antar pemangku kepentingan relatif rendah, sedangkan tingkat divergensi 3,9% mengindikasikan
IPBIPB Panjang gelombang spektroskopik UV-Vis yang paling cocok untuk memperkirakan konsentrasi DOC adalah 350 nm. Konsentrasi DOC di air tanah (35,67 ± 8,40Panjang gelombang spektroskopik UV-Vis yang paling cocok untuk memperkirakan konsentrasi DOC adalah 350 nm. Konsentrasi DOC di air tanah (35,67 ± 8,40
IPBIPB Morfometri DAS berbentuk persegi panjang dan oval (segitiga) dengan pola drainase dendritik. Lereng curam mendominasi (58,5%), sementara 62% lahan non-forestrifMorfometri DAS berbentuk persegi panjang dan oval (segitiga) dengan pola drainase dendritik. Lereng curam mendominasi (58,5%), sementara 62% lahan non-forestrif
UNILAUNILA 881) dan indeks kesamarataan (J) sebesar 0. 923 menunjukkan komunitas stabil serta distribusi individu yang merata. Namun, indeks kesamaan spesies (IS)881) dan indeks kesamarataan (J) sebesar 0. 923 menunjukkan komunitas stabil serta distribusi individu yang merata. Namun, indeks kesamaan spesies (IS)
UNILAUNILA 160 (p= 0. 00) dan areal lain -0. 803 (p= 0. 061). PDRB di sektor industri dipengaruhi secara nyata oleh tutupan hutan rakyat -7. 434 (p= 0. 077), dan160 (p= 0. 00) dan areal lain -0. 803 (p= 0. 061). PDRB di sektor industri dipengaruhi secara nyata oleh tutupan hutan rakyat -7. 434 (p= 0. 077), dan
Useful /
UPIUPI Analisis varians menunjukkan perbedaan signifikan pada jumlah penangkapan antara tiga jenis perangkap. Perangkap corong menangkap total 1627 ekor dewasaAnalisis varians menunjukkan perbedaan signifikan pada jumlah penangkapan antara tiga jenis perangkap. Perangkap corong menangkap total 1627 ekor dewasa
UPIUPI Pemberian HK secara oral dengan dosis 160 mg/kg berat badan meningkatkan kadar kolesterol HDL serta menurunkan kadar kolesterol LDL dan total kolesterolPemberian HK secara oral dengan dosis 160 mg/kg berat badan meningkatkan kadar kolesterol HDL serta menurunkan kadar kolesterol LDL dan total kolesterol
UPIUPI Hasil kecepatan geser dari studi microtremor digunakan untuk mengklasifikasikan tanah Padang menjadi tanah lunak, tanah sedang, dan batuan. Unit uji penetrasiHasil kecepatan geser dari studi microtremor digunakan untuk mengklasifikasikan tanah Padang menjadi tanah lunak, tanah sedang, dan batuan. Unit uji penetrasi
UPIUPI Peta tahun 2018 dibandingkan dengan peta rencana ruang untuk mengidentifikasi kesesuaian lokasi fasilitas dengan kebijakan zona. Hasil menunjukkan bahwaPeta tahun 2018 dibandingkan dengan peta rencana ruang untuk mengidentifikasi kesesuaian lokasi fasilitas dengan kebijakan zona. Hasil menunjukkan bahwa