NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE
Journal of Profession EducationJournal of Profession EducationAnak disabilitas intelektual kerap mengalami hambatan dalam komunikasi verbal, seperti kesulitan berbicara, memahami pesan, dan merespons percakapan. Permasalahan ini berdampak pada kemampuan mereka dalam menjalin interaksi sosial dan menyampaikan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi metode bermain peran digunakan untuk melatih kemampuan komunikasi verbal anak disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari satu guru dan empat anak tunagrahita ringan tingkat SMP yang dipilih secara purposive sampling. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik, analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan implementasi metode bermain peran dilakukan melalui delapan tahap, yaitu penyusunan skenario, pemberian arahan, pemilihan peran, pemberian contoh, pelaksanaan kegiatan, bimbingan dan penguatan, diskusi pasca kegiatan, serta evaluasi. Proses pembelajaran ini mampu membantu anak menjadi lebih berani berbicara, menirukan ungkapan sederhana, serta merespon lawan bicara dengan lebih baik.
Radjiman Wedyodiningrat Ngawi, dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kognitif dan sosial-emosional anak disabilitas intelektual.Implementasi metode ini dilakukan melalui delapan tahap yang sistematis dan terstruktur dengan baik.Penerapan tahapan-tahapan tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar berbicara dalam suasana yang menyenangkan, konkret, dan interaktif.Anak dilatih untuk menirukan dialog sederhana melalui proses observasi dan imitasi terhadap model, merespons lawan bicara secara kontekstual, dan berpartisipasi aktif dalam simulasi kehidupan nyata.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas metode bermain peran dalam meningkatkan kemampuan komunikasi verbal pada anak disabilitas intelektual dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, misalnya membandingkan efektivitas metode ini pada anak dengan disabilitas intelektual ringan, sedang, dan berat. Hal ini penting untuk memahami apakah metode ini perlu dimodifikasi atau disesuaikan dengan tingkat kemampuan kognitif anak. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul atau panduan implementasi metode bermain peran yang lebih komprehensif dan terstruktur, yang dapat digunakan oleh guru sebagai referensi dalam merancang pembelajaran yang efektif. Modul ini sebaiknya mencakup contoh skenario, strategi pengajaran, serta evaluasi hasil belajar yang terukur. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran orang tua atau keluarga dalam mendukung pembelajaran komunikasi verbal anak disabilitas intelektual melalui metode bermain peran di rumah. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan orang tua dalam pelatihan atau workshop, serta memberikan panduan tentang cara menciptakan lingkungan rumah yang kondusif untuk pengembangan kemampuan komunikasi anak. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dilanjutkan di rumah, sehingga anak mendapatkan dukungan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
- Role-playing Techniques to Improve Intercultural Communication Competence | Dharmayanti | Journal of... doi.org/10.46843/jiecr.v6i2.2201Role playing Techniques to Improve Intercultural Communication Competence Dharmayanti Journal of doi 10 46843 jiecr v6i2 2201
- Analisis Peran Guru dalam Menyesuaikan Strategi Pembelajaran Siswa Tunagrahita di SLB Negeri Saronggi... doi.org/10.59829/f322s331Analisis Peran Guru dalam Menyesuaikan Strategi Pembelajaran Siswa Tunagrahita di SLB Negeri Saronggi doi 10 59829 f322s331
- Permasalahan Anak Disabilitas Intelektual dan Disabilitas Mental di Sekolah | Arus Jurnal Pendidikan.... doi.org/10.57250/ajup.v2i3.134Permasalahan Anak Disabilitas Intelektual dan Disabilitas Mental di Sekolah Arus Jurnal Pendidikan doi 10 57250 ajup v2i3 134
| File size | 319.56 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IDID Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat, sehinggaKegiatan pengabdian ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat, sehingga
IDID Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan media Interactive Tajwid Learning Sheet berbasis syair nadzom Taman Petunjuk berhasil meningkatkan pemahamanHasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan media Interactive Tajwid Learning Sheet berbasis syair nadzom Taman Petunjuk berhasil meningkatkan pemahaman
IDID Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dan dilaksanakan di Balai Desa Simo Angin-Angin. Hasil skrining menunjukkan bahwa 47% responden memiliki anggota keluargaKegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dan dilaksanakan di Balai Desa Simo Angin-Angin. Hasil skrining menunjukkan bahwa 47% responden memiliki anggota keluarga
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip behavioristik dapat diterapkan melalui metode drill and practice, pemberian reinforcement, pembelajaran yang terstruktur,Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip behavioristik dapat diterapkan melalui metode drill and practice, pemberian reinforcement, pembelajaran yang terstruktur,
STAI YPBWISTAI YPBWI Guru memiliki peran kunci sebagai fasilitator emosi, bukan hanya pengajar materi. Anak-anak yang dibimbing dalam lingkungan yang responsif cenderung lebihGuru memiliki peran kunci sebagai fasilitator emosi, bukan hanya pengajar materi. Anak-anak yang dibimbing dalam lingkungan yang responsif cenderung lebih
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti merancang serta melaksanakan programPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti merancang serta melaksanakan program
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP N 24 Surakarta pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 selama 3 bulan. Subyek penelitian adalah 29Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP N 24 Surakarta pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 selama 3 bulan. Subyek penelitian adalah 29
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode CIRC dan media styrofoam dapat meningkatkan aktivitas belajar dan keterampilan membaca intensif padaHasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode CIRC dan media styrofoam dapat meningkatkan aktivitas belajar dan keterampilan membaca intensif pada
Useful /
STAI YPBWISTAI YPBWI Kemampuan motorik kasar anak usia TK Kelompok B (umumnya 5-6 tahun) melibatkan gerakan-gerakan besar yang menggunakan otot-otot besar di lengan, kaki,Kemampuan motorik kasar anak usia TK Kelompok B (umumnya 5-6 tahun) melibatkan gerakan-gerakan besar yang menggunakan otot-otot besar di lengan, kaki,
STAI YPBWISTAI YPBWI Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya antri melalui pembiasaan, keteladanan, dan reinforcement positif berdampak signifikan terhadap penguatanHasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya antri melalui pembiasaan, keteladanan, dan reinforcement positif berdampak signifikan terhadap penguatan
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Penggunaan media pembelajaran digital, khususnya proyektor, efektif dalam mendukung pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama, terlihat dariPenggunaan media pembelajaran digital, khususnya proyektor, efektif dalam mendukung pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama, terlihat dari
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Peran orang tua dalam kehidupan sekolah semakin penting, mengubah dirinya dari sekedar partisipasi menjadi kerjasama yang otentik dalam proses perencanaanPeran orang tua dalam kehidupan sekolah semakin penting, mengubah dirinya dari sekedar partisipasi menjadi kerjasama yang otentik dalam proses perencanaan