UGMUGM
Berkala Ilmiah BiologiBerkala Ilmiah BiologiPembentukan memori pada mamalia melibatkan tahapan kompleks, mulai dari pembelajaran awal hingga penyimpanan jangka panjang. Ulasan naratif ini menyoroti gen dan protein utama yang terkait dengan memori dan pembelajaran. Mamalia dipilih sebagai model karena kedekatan evolusioner mereka dengan manusia, memberikan wawasan tentang struktur otak seperti hipokampus dan korteks prefrontal. Ulasan ini mencakup 38 manuskrip dari 28 tahun terakhir (1996-2024), dengan 20 manuskrip membahas gen dan 18 manuskrip lainnya membahas neurotransmitter terkait memori dan pembelajaran pada mamalia kecil dan besar, serta manusia. Kriteria inklusi mencakup penelitian yang relevan tentang memori dan pembelajaran pada mamalia. Temuan menunjukkan bahwa mamalia kecil seperti tikus memiliki gen dan protein penting termasuk SYNGAP1, Arc/Arg3.1, BDNF, GRIA1, CAMKII, NR2B, eIF2α, SYN 1 & 2, Ras-GRF1, COMT, CREB, dan ATF4. Pada primata: SYNGAP1, Arc/Arg3.1, BDNF, GRIN2B/NR2B, NEUROD2, dan GRIN2A/NR2A. Pada manusia: FOXP2, COMT, NR3C1, KIBRA, H-Ras, ERK1/2, dan CREB. Neurotransmitter seperti glutamat, GABA, asetilkolin, dopamin, dan serotonin mempengaruhi fungsi-fungsi seperti emosi, kognisi, memori, dan pembelajaran. Ketidakseimbangan dalam homeostasis neurotransmitter dikaitkan dengan gangguan neurologis dan neurodegeneratif seperti stres, epilepsi, demensia, dan skizofrenia. Ulasan ini memberikan wawasan tentang mekanisme molekuler yang mendasari pembentukan memori dan pembelajaran, yang menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut dan pengembangan terapi potensial.
Mamalia memiliki tahapan kompleks dalam pembentukan memori dan proses pembelajaran yang melibatkan neurotransmiter spesifik.Kedekatan evolusi mamalia dengan manusia memberikan wawasan penting tentang fungsi otak yang penting untuk pengkodean, penyimpanan, dan pengambilan memori, serta mekanisme molekuler seperti transkripsi dan plastisitas sinaptik.Studi tentang gen memori seperti SYNGAP1, Arc/Arg3.1, BDNF, FOXP2, COMT, NR3C1, KIBRA, H-Ras, dan ERK1/2 mengungkapkan peran penting mereka dalam proses memori.Memahami gangguan dalam homeostasis neurotransmitter dapat membantu mengatasi banyak gangguan neurologis dan neurodegeneratif.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyeluruh tentang perbedaan sistem sensorik dan pemrosesan informasi pada berbagai jenis mamalia, termasuk mamalia kecil, mamalia besar, dan manusia. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana perbedaan dalam sistem sensorik dan pemrosesan informasi mempengaruhi kemampuan kognitif dan pembentukan memori pada masing-masing spesies. Selain itu, studi tentang interaksi antara gen memori dan neurotransmitter spesifik pada mamalia dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang mekanisme molekuler yang mendasari memori dan pembelajaran. Terakhir, penelitian tentang efek gangguan dalam homeostasis neurotransmitter pada berbagai gangguan neurologis dan neurodegeneratif dapat membantu mengembangkan terapi potensial untuk mengatasi kondisi-kondisi tersebut.
- The role of GABA and glutamate on adult neurogenesis - Vicini - 2008 - The Journal of Physiology - Wiley... physoc.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1113/jphysiol.2008.159046The role of GABA and glutamate on adult neurogenesis Vicini 2008 The Journal of Physiology Wiley physoc onlinelibrary wiley doi 10 1113 jphysiol 2008 159046
- Mutations in SYNGAP1 in Autosomal Nonsyndromic Mental Retardation | New England Journal of Medicine.... nejm.org/doi/abs/10.1056/NEJMoa0805392Mutations in SYNGAP1 in Autosomal Nonsyndromic Mental Retardation New England Journal of Medicine nejm doi abs 10 1056 NEJMoa0805392
- prefrontal cortex: from monkey to man | Brain | Oxford Academic. prefrontal cortex monkey man brain oxford... academic.oup.com/brain/article/147/3/794/7424860prefrontal cortex from monkey to man Brain Oxford Academic prefrontal cortex monkey man brain oxford academic oup brain article 147 3 794 7424860
- Primate home range and GRIN2A, a receptor gene involved in neuronal plasticity: implications for the... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1601-183X.2009.00489.xPrimate home range and GRIN2A a receptor gene involved in neuronal plasticity implications for the onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1601 183X 2009 00489 x
| File size | 300.69 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Tingkat perkembangan intelektual yang dilakukan oleh setiap individu yaitu tingkat sensomotor (0-1 tahun), pra-operasional (2-7 tahun), operasional konkretTingkat perkembangan intelektual yang dilakukan oleh setiap individu yaitu tingkat sensomotor (0-1 tahun), pra-operasional (2-7 tahun), operasional konkret
USNSJUSNSJ Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis inferensial terhadap hasil belajar siswa menggunakanData dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis inferensial terhadap hasil belajar siswa menggunakan
UNDHARIUNDHARI Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa masih tergolong rendah dengan rata-rata nilai hanya 60. Pada siklus kedua, dilakukan perbaikanHasil evaluasi menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa masih tergolong rendah dengan rata-rata nilai hanya 60. Pada siklus kedua, dilakukan perbaikan
UNESAUNESA 05) yang menandakan bahwa pengaruh tersebut signifikan secara statistik. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan yang kuat05) yang menandakan bahwa pengaruh tersebut signifikan secara statistik. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan yang kuat
UNESAUNESA Pada uji coba terbatas, rata-rata skor kognitif siswa berada pada kategori cukup baik dengan nilai 54,64, sebagian besar siswa berada pada kategori kurang.Pada uji coba terbatas, rata-rata skor kognitif siswa berada pada kategori cukup baik dengan nilai 54,64, sebagian besar siswa berada pada kategori kurang.
DINIYAHDINIYAH Hal ini terbukti dari 12 anak didik yang menjadi subjek penelitiannya 9 anak sudah Berkembang Sangat Baik (BSB), 3 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH).Hal ini terbukti dari 12 anak didik yang menjadi subjek penelitiannya 9 anak sudah Berkembang Sangat Baik (BSB), 3 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH).
DINIYAHDINIYAH Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen kuantitatif dengan model One Group Pretest Posttest, melibatkan 10 siswa. Data dikumpulkan melaluiPenelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen kuantitatif dengan model One Group Pretest Posttest, melibatkan 10 siswa. Data dikumpulkan melalui
DINIYAHDINIYAH 3) Perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara yang menggunakan metode demonstrasi dengan menggunakan metode eksplorasi lingkungan3) Perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara yang menggunakan metode demonstrasi dengan menggunakan metode eksplorasi lingkungan
Useful /
USNSJUSNSJ Analisis kebutuhan siswa ini difokuskan pada siswa SMPN 16 Poleang Tengah. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode kuantitatif denganAnalisis kebutuhan siswa ini difokuskan pada siswa SMPN 16 Poleang Tengah. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode kuantitatif dengan
UGMUGM Kekerabatan fenetik antar kultivar terbagi menjadi dua klaster yang dapat dipengaruhi oleh benih lokal maupun praktik hibridisasi melalui persilangan.Kekerabatan fenetik antar kultivar terbagi menjadi dua klaster yang dapat dipengaruhi oleh benih lokal maupun praktik hibridisasi melalui persilangan.
UGMUGM Penelitian ini menyimpulkan bahwa ampas kelapa fermentasi dalam pakan memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ayam broiler. Proses fermentasi mampuPenelitian ini menyimpulkan bahwa ampas kelapa fermentasi dalam pakan memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ayam broiler. Proses fermentasi mampu
UGMUGM Selain itu, tumbuhan ini juga bernilai ekonomis tinggi. Namun, kajian taksonomi dan reproduksinya jarang dilakukan, terutama pada kajian polennya. PolenSelain itu, tumbuhan ini juga bernilai ekonomis tinggi. Namun, kajian taksonomi dan reproduksinya jarang dilakukan, terutama pada kajian polennya. Polen