UNESAUNESA
Journal of Social Dynamics and GovernanceJournal of Social Dynamics and GovernancePenelitian ini mengkaji efek integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini mengeksplorasi dampak instruksional dan pengasuhan dari penanaman nilai-nilai budaya dalam kerangka pendidikan. Pendekatan kuantitatif menggunakan metodologi Design-Based Research (DBR), yang melibatkan tahapan identifikasi masalah, desain, pengujian berulang, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Design-Based Research (DBR), yang berfokus pada penerapan model pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal, yang diterapkan pada 71 siswa dari 4 sekolah di Kabupaten Sidoarjo. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor kognitif siswa, beralih dari kategori cukup baik ke kategori baik setelah fase uji coba luas. Peningkatan ini menegaskan relevansi pendidikan yang kaya budaya dalam memupuk pemahaman mendalam tentang konsep sosial. Penelitian ini menyoroti pentingnya menggunakan konteks budaya yang akrab untuk melibatkan siswa secara efektif, yang mendorong kesuksesan akademik dan perkembangan pribadi. Penelitian lanjutan sebaiknya menyelidiki dampak model tersebut dalam berbagai setting sosio-kultural untuk memvalidasi dan memperluas temuan ini.
Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis inovasi memiliki dampak positif signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa.Pada uji coba terbatas, rata-rata skor kognitif siswa berada pada kategori cukup baik dengan nilai 54,64, sebagian besar siswa berada pada kategori kurang.Namun, pada uji coba luas, skor rata-rata meningkat menjadi 77,16 yang termasuk kategori baik, dengan mayoritas siswa berada pada kategori baik dan banyak yang mencapai kategori sangat baik, menunjukkan efektivitas model pembelajaran yang diterapkan.
Pertama, perlu dikaji bagaimana model pembelajaran berbasis kearifan lokal ini berfungsi di daerah dengan latar belakang budaya yang sangat berbeda, seperti wilayah timur Indonesia, untuk mengetahui sejauh mana adaptabilitas dan relevansinya dalam konteks multikultural yang lebih luas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang model ini terhadap perkembangan keterampilan sosial dan afektif siswa, seperti empati, kerja sama, dan tanggung jawab sosial, mengingat nilai-nilai lokal yang ditekankan dalam pembelajaran. Ketiga, perlu diteliti efektivitas model ini ketika diterapkan dalam mata pelajaran selain ilmu pengetahuan sosial, seperti sains atau bahasa, untuk melihat apakah integrasi kearifan lokal juga mampu meningkatkan pemahaman konseptual di bidang lain. Pengembangan penelitian yang menggabungkan variabel teknologi digital dalam penyampaian konten kearifan lokal juga layak dieksplorasi untuk meningkatkan keterlibatan siswa di era digital. Penelitian lanjutan juga bisa membandingkan efektivitas model ini antara sekolah berbasis agama dan sekolah umum untuk melihat pengaruh latar belakang institusi terhadap hasil pembelajaran. Selain itu, penting untuk mengevaluasi peran guru dalam mengadaptasi model ini, termasuk pelatihan yang dibutuhkan agar implementasi tetap konsisten dan bermakna. Penelitian yang melibatkan partisipasi masyarakat lokal sebagai sumber belajar juga bisa menjadi arah baru untuk memperkuat koneksi antara sekolah dan komunitas. Penting pula untuk menguji model ini pada jenjang pendidikan yang lebih muda atau lebih tinggi guna menilai kesesuaian dengan tahap perkembangan peserta didik. Studi tentang kendala struktural, seperti kurikulum nasional dan beban materi, yang mungkin menghambat implementasi juga diperlukan. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang dinamika dan dampak holistik dari model pembelajaran berbasis kearifan lokal ini.
- Abstract View. abstract view conferences publications digital library iated talks contact us myiated... doi.org/10.21125/edulearn.2018.1697Abstract View abstract view conferences publications digital library iated talks contact us myiated doi 10 21125 edulearn 2018 1697
- Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal sebagai Penguatan Pendidikan Karakter | JUPIIS:... doi.org/10.24114/jupiis.v10i1.8264Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal sebagai Penguatan Pendidikan Karakter JUPIIS doi 10 24114 jupiis v10i1 8264
- Albert Bandura: December 4, 1925–July 26, 2021: Ingenta Connect. albert bandura december july ingenta... doi.org/10.2224/sbp.11082Albert Bandura December 4 1925AeJuly 26 2021 Ingenta Connect albert bandura december july ingenta doi 10 2224 sbp 11082
| File size | 286.98 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITPENERBIT Analisis data dilakukan dengan deskriftif kualitatif rumus validasi isi dari Lawshe yaitu Content Validity Ratio (CVR). Hasil penelitian menunjukkan bahwaAnalisis data dilakukan dengan deskriftif kualitatif rumus validasi isi dari Lawshe yaitu Content Validity Ratio (CVR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
UNWIDHAUNWIDHA Pertama, model penerapan Desa Pancasila sebagai proyek percontohan dalam mengembangkan toleransi masyarakat dilakukan melalui kegiatan fisik seperti pemasanganPertama, model penerapan Desa Pancasila sebagai proyek percontohan dalam mengembangkan toleransi masyarakat dilakukan melalui kegiatan fisik seperti pemasangan
PENERBITPENERBIT Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik tinjauan pustaka, yang melibatkan pengkajian berbagai sumber literatur agama Hindu, kebijakanMetode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik tinjauan pustaka, yang melibatkan pengkajian berbagai sumber literatur agama Hindu, kebijakan
PENERBITPENERBIT Hambatan dalam penelitian ini karena tidak semua guru mengetahui Gending Meong-meong. Penelitian ini perlu disempurnakan oleh peneliti selanjutnya sehinggaHambatan dalam penelitian ini karena tidak semua guru mengetahui Gending Meong-meong. Penelitian ini perlu disempurnakan oleh peneliti selanjutnya sehingga
PENERBITPENERBIT Dharmagita is always present in Hindu religious ceremonies in Tegallalang District, giving the impression that the dharmagita accompanies the yajña. ThisDharmagita is always present in Hindu religious ceremonies in Tegallalang District, giving the impression that the dharmagita accompanies the yajña. This
PENERBITPENERBIT Penanaman nilai-nilai filosofi pendidikan multikultural sangat penting dilakukan sejak dini di sekolah-sekolah. Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauanPenanaman nilai-nilai filosofi pendidikan multikultural sangat penting dilakukan sejak dini di sekolah-sekolah. Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan
PENERBITPENERBIT Secara garis besar dalam pelaksanaan tradisi Ngendar ini memiliki dampak yang positif terhadap anak-anak seperti meningkatnya sraddha dan bhakti, tumbuhnyaSecara garis besar dalam pelaksanaan tradisi Ngendar ini memiliki dampak yang positif terhadap anak-anak seperti meningkatnya sraddha dan bhakti, tumbuhnya
IAINSORONGIAINSORONG Faktor yang menyebabkan tingginya nilai dakwah di daerah tersebut adalah penanaman sejak dini yang dilakukan oleh orang tua siswa. Dakwah merupakan kegiatanFaktor yang menyebabkan tingginya nilai dakwah di daerah tersebut adalah penanaman sejak dini yang dilakukan oleh orang tua siswa. Dakwah merupakan kegiatan
Useful /
PELITABANGSAPELITABANGSA Sistem ticketing berbasis web yang dirancang mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan data, transparansi transaksi, serta keamanan dalam proses penjualanSistem ticketing berbasis web yang dirancang mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan data, transparansi transaksi, serta keamanan dalam proses penjualan
PELITABANGSAPELITABANGSA Framework Laravel 12 digunakan untuk membangun sistem, yang memiliki arsitektur Model-View-Controller (MVC) dan database MySQL. Komponen keamanan utamaFramework Laravel 12 digunakan untuk membangun sistem, yang memiliki arsitektur Model-View-Controller (MVC) dan database MySQL. Komponen keamanan utama
UNWIDHAUNWIDHA Oleh karena itu, diperlukan pendekatan Blended E-Learning—kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka—untuk mengoptimalkan proses pelatihan. TujuanOleh karena itu, diperlukan pendekatan Blended E-Learning—kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka—untuk mengoptimalkan proses pelatihan. Tujuan
UNWIDHAUNWIDHA Materi pelatihan mencakup konten mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Topik yang dipilih sebagian besar berkaitan dengan masalah organisasi dan keuangan,Materi pelatihan mencakup konten mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Topik yang dipilih sebagian besar berkaitan dengan masalah organisasi dan keuangan,