UNESAUNESA

Journal of Social Dynamics and GovernanceJournal of Social Dynamics and Governance

Artikel ini menganalisis representasi tubuh perempuan dalam film horor Indonesia kontemporer dengan mengacu pada kerangka teori film feminis dan studi budaya. Berfokus pada empat film utama yang dirilis antara 2017 dan 2020, Pengabdi Setan, Sebelum Iblis Menjemput, Kuntilanak, dan Impetigore, penelitian ini menguji bagaimana teror dibangun melalui strategi visual, naratif, dan simbolis yang dibentuk oleh perspektif gender. Menggunakan pendekatan kualitatif yang menggabungkan analisis tekstual dan semiotik, temuan mengungkapkan bahwa tubuh perempuan digambarkan secara ambigu: baik sebagai korban maupun sebagai sumber kekuatan, merujuk pada konsep feminim yang mengerikan. Representasi ini dimediasi melalui teknik estetika, seperti sudut kamera, desain suara, dan pencahayaan yang membentuk makna budaya terkait dengan keibuan, seksualitas, dan tabu sosial. Penelitian ini mengungkapkan bahwa film horor Indonesia memanfaatkan mitos lokal, kepercayaan spiritual, dan ketegangan sosio-religius untuk menghasilkan varian feminim yang mengerikan yang khas Indonesia, yang berbeda dari padanannya di Barat. Meskipun beberapa film mereproduksi norma patriarki dengan menghukum karakter perempuan yang melanggar, yang lain menawarkan narasi subversif yang menempatkan perempuan sebagai agen balas dendam dan perlawanan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bagaimana film horor Indonesia kontemporer merepresentasikan tubuh perempuan dalam ambiguitas antara korban dan sumber kekuatan, yang dipengaruhi oleh norma patriarki dan kepercayaan spiritual lokal.Film-film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cerminan dari ketegangan sosial dan budaya yang lebih luas, serta ruang untuk mengeksplorasi isu-isu gender dan kekuasaan.Penelitian ini berkontribusi pada wacana teori film feminis global dengan menyoroti konteks Asia Tenggara dan menyoroti peran genre horor dalam mengekspresikan kecemasan budaya kontemporer seputar gender dan tubuh di Indonesia.

Berdasarkan analisis ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana representasi perempuan dalam film horor Indonesia berinteraksi dengan norma-norma agama dan budaya yang berlaku, khususnya dalam konteks masyarakat yang konservatif. Kedua, penelitian dapat menyelidiki bagaimana film horor Indonesia dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan kesetaraan gender dan melawan stereotip negatif tentang perempuan. Ketiga, penelitian dapat menganalisis bagaimana film horor Indonesia dapat berkontribusi pada dialog global tentang representasi gender dalam media, dengan mempertimbangkan perspektif budaya dan sejarah yang unik.

  1. LITERATURE REVIEW: PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMASARAN FILM INDONESIA: ANALISIS KEPUASAN DAN NIAT BELI... doi.org/10.37481/sjr.v6i3.706LITERATURE REVIEW PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMASARAN FILM INDONESIA ANALISIS KEPUASAN DAN NIAT BELI doi 10 37481 sjr v6i3 706
  2. Ketimpangan representasi hantu perempuan pada film horor Indonesia periode 1970-2019 | Annissa | ProTVF.... jurnal.unpad.ac.id/protvf/article/view/36296Ketimpangan representasi hantu perempuan pada film horor Indonesia periode 1970 2019 Annissa ProTVF jurnal unpad ac protvf article view 36296
  3. Industri film Indonesia dalam perspektif sineas Komunitas Film Sumatera Utara | Permana | ProTVF. industri... jurnal.unpad.ac.id/protvf/article/view/23667Industri film Indonesia dalam perspektif sineas Komunitas Film Sumatera Utara Permana ProTVF industri jurnal unpad ac protvf article view 23667
Read online
File size512.59 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test