UNESAUNESA
Journal of Social Dynamics and GovernanceJournal of Social Dynamics and GovernancePerkembangan teknologi mendorong adopsi sistem pembayaran digital di berbagai sektor, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, aktor UMKM tradisional di Kota Surabaya menunjukkan beragam respons terhadap perubahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana konstruksi sosial aktor UMKM tradisional terhadap pembayaran digital terbentuk. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, penelitian ini mengeksplorasi proses internalisasi, objektivasi, dan eksternalisasi dalam pembentukan makna sistem pembayaran digital. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan lima aktor UMKM tradisional yang dilakukan antara bulan April dan Mei 2025. Temuan menunjukkan bahwa pembayaran tunai tetap menjadi metode dominan karena dianggap lebih mudah, aman, dan sesuai dengan kebiasaan lama. Tingkat literasi digital yang rendah serta kekhawatiran terhadap keamanan dan kompleksitas teknologi menjadi kendala utama dalam adopsi pembayaran digital. Namun, kepercayaan terhadap sistem digital mulai tumbuh secara bertahap, terutama dipengaruhi oleh pengalaman positif serta dukungan dari komunitas, keluarga, dan pelanggan. Konstruksi sosial aktor UMKM terhadap pembayaran digital terbentuk melalui interaksi sosial yang berkelanjutan, sehingga adopsi teknologi ini tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial dan budaya yang mengelilinginya.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa konstruksi sosial aktor UMKM tradisional di Kota Surabaya terhadap pembayaran digital masih dalam tahap transisi, dengan pembayaran tunai tetap menjadi metode utama.Makna dan sikap terhadap pembayaran digital terbentuk melalui pengalaman pribadi, interaksi sosial, serta pengaruh lingkungan sosial dan budaya.Keberhasilan digitalisasi UMKM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi sangat bergantung pada proses sosial yang mendorong pembentukan kepercayaan, pengalaman bersama, dan relevansi lokal.
Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengeksplorasi bagaimana perbedaan generasi di kalangan pelaku UMKM memengaruhi proses internalisasi pembayaran digital, khususnya dalam konteks hubungan antargenerasi di dalam keluarga dan warisan usaha. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana habitus digital terbentuk di pasar tradisional melalui praktik sehari-hari, dengan fokus pada pembentukan kepercayaan kolektif terhadap sistem pembayaran non-tunai dalam komunitas pedagang. Ketiga, perlu studi tentang efektivitas model pelatihan teman sebaya (peer-based training) yang dipandu oleh pelaku UMKM sukses dalam adopsi QRIS, untuk melihat bagaimana pendekatan partisipatif berbasis komunitas dapat mempercepat transformasi digital secara inklusif dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat mengisi celah pemahaman tentang interaksi antara struktur sosial, praktik budaya, dan inovasi teknologi di sektor UMKM perkotaan.
| File size | 381.81 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
RISETILMIAHRISETILMIAH Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis melalui penelusuran data dari Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor kepercayaanMetode yang digunakan adalah studi literatur sistematis melalui penelusuran data dari Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor kepercayaan
CELEBESSCHOLARPGCELEBESSCHOLARPG PEOU dan PU berpengaruh signifikan terhadap preferensi penggunaan QRIS (β = 0,483 dan 0,357; p < 0,000). Nilai R² sebesar 0,602 mengindikasikan PU danPEOU dan PU berpengaruh signifikan terhadap preferensi penggunaan QRIS (β = 0,483 dan 0,357; p < 0,000). Nilai R² sebesar 0,602 mengindikasikan PU dan
UNIBAUNIBA Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemudahan transaksi, efektivitas, dan kecepatan bertransaksi berdampak positif pada minat mahasiswa untuk menggunakanPenelitian ini menyimpulkan bahwa kemudahan transaksi, efektivitas, dan kecepatan bertransaksi berdampak positif pada minat mahasiswa untuk menggunakan
ASIAASIA Pendekatan partisipatif dan edukatif dalam inisiatif pelayanan masyarakat ini berkontribusi pada diskusi transformasi digital inklusif di kalangan UMKM.Pendekatan partisipatif dan edukatif dalam inisiatif pelayanan masyarakat ini berkontribusi pada diskusi transformasi digital inklusif di kalangan UMKM.
STIEMADANISTIEMADANI Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa UMKM Binaan Dinas Koperasi dan perindustrian Kota Balikpapan. TeknikPenelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa UMKM Binaan Dinas Koperasi dan perindustrian Kota Balikpapan. Teknik
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Di sisi lain, perilaku risiko keuangan berperan penting dalam mengarahkan keputusan konsumen agar tetap bijak, cermat, dan berhati-hati dalam memanfaatkanDi sisi lain, perilaku risiko keuangan berperan penting dalam mengarahkan keputusan konsumen agar tetap bijak, cermat, dan berhati-hati dalam memanfaatkan
STEKOMSTEKOM Pada 17 Agustus 2019, Bank Indonesia merilis standar Quick Response Code (QR) untuk pembayaran melalui aplikasi e-money berbasis server, e-wallet, atauPada 17 Agustus 2019, Bank Indonesia merilis standar Quick Response Code (QR) untuk pembayaran melalui aplikasi e-money berbasis server, e-wallet, atau
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Peningkatan niat perilaku dari perspektif merchant dan konsumen memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan pengembangan nasional melalui QRIS.Peningkatan niat perilaku dari perspektif merchant dan konsumen memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan pengembangan nasional melalui QRIS.
Useful /
UNESAUNESA This achievement at the XXI National Sports Week also occurred eight and nine years prior, in the XIX and XX National Sports Weeks, respectively. ThisThis achievement at the XXI National Sports Week also occurred eight and nine years prior, in the XIX and XX National Sports Weeks, respectively. This
IDEBAHASAIDEBAHASA Faktor internal mencakup keterbatasan kemampuan artikulasi anak pada tahap perkembangan tertentu, sementara faktor eksternal meliputi kurangnya perhatianFaktor internal mencakup keterbatasan kemampuan artikulasi anak pada tahap perkembangan tertentu, sementara faktor eksternal meliputi kurangnya perhatian
UNESAUNESA Penelitian ini mengeksplorasi dampak instruksional dan pengasuhan dari penanaman nilai-nilai budaya dalam kerangka pendidikan. Pendekatan kuantitatif menggunakanPenelitian ini mengeksplorasi dampak instruksional dan pengasuhan dari penanaman nilai-nilai budaya dalam kerangka pendidikan. Pendekatan kuantitatif menggunakan
UNESAUNESA The foundations success is rooted in the interplay of institutional pillars – regulative, normative, and cultural-cognitive – which provide internalThe foundations success is rooted in the interplay of institutional pillars – regulative, normative, and cultural-cognitive – which provide internal