UGMUGM

Berkala Ilmiah BiologiBerkala Ilmiah Biologi

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan karena nilai ekonominya yang tinggi, dengan ekspor mencapai US$6,53 juta per tahun, menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir peringkat keempat di ASEAN, dengan produksi terbesar berasal dari Pulau Jawa. Variasi genotipik bawang merah merupakan salah satu penentu kualitas produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi genotipik 12 kultivar bawang merah di Pulau Jawa menggunakan metode PCR-ISSR dengan lima primer acak (ISSRred20, ISSRed4, ISSRed9, UBC892, dan UBC-895). Tingkat kemiripan genetik antar kultivar ditentukan dengan Simple Matching Coefficient dan analisis klaster menggunakan metode UPGMA. Hasil amplifikasi DNA genomik menghasilkan 40 fragmen DNA, terdiri dari 12 fragmen monomorfik dan 28 fragmen polimorfik. Variasi genotipik di antara 12 kultivar bawang merah Pulau Jawa sebesar 44,1% dengan similarity 40‑60%, termasuk kategori keanekaragaman sedang. Kultivar Bauji, Bima, Katumi, Kramat2, Trisula, Kramat1, Pikatan, dan Tiron memiliki nilai similarity 64,6% sedangkan kultivar Sembrani, Maja Cipanas, Mentes, dan Pancasona menunjukkan nilai similarity 66,7%. Implikasi penelitian ini dapat menjadi dasar untuk perakitan bibit unggul kultivar bawang merah di Indonesia yang dapat mendukung ketahanan pangan nasional di masa kini dan mendatang.

di Pulau Jawa memiliki variasi genotipik yang tergolong dalam tingkat sedang berdasarkan polimorfisme penanda ISSR.Kekerabatan fenetik antar kultivar terbagi menjadi dua klaster yang dapat dipengaruhi oleh benih lokal maupun praktik hibridisasi melalui persilangan.Benih lokal dan benih persilangan membentuk klaster yang unik dan memisah satu sama lain.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti hubungan antara variasi genotipik yang terdeteksi dengan karakteristik fisiologis dan produktivitas pada kultur bawang merah, sehingga dapat memfasilitasi pemilihan genotipe unggul berdasarkan performa nyata. Selanjutnya, perlu dilakukan validasi marker ISSR yang paling informatif melalui analisis asosiasi gen‑fenotipe, guna mengidentifikasi loci yang dikaitkan dengan ketahanan terhadap penyakit yang umum menyerang bawang merah di Jawa. Penelitian tambahan juga disarankan untuk mengeksplorasi potensi teknik CRISPR/Cas9 dalam mengedit talus genotipe unggul yang teridentifikasi, agar dapat mempercepat pengembangan varietas dengan kombinasi ketahanan penyakit dan produktivitas tinggi.

  1. Evaluation of Onion Genotypes for Growth and Bulb Yield in Mid Hill of Nepal | Journal of Nepal Agricultural... nepjol.info/index.php/JNARC/article/view/23805Evaluation of Onion Genotypes for Growth and Bulb Yield in Mid Hill of Nepal Journal of Nepal Agricultural nepjol index php JNARC article view 23805
  2. Keragaman Genetik Bawang Merah (Allium cepa L.) Berdasarkan Marka Morfologi dan ISSR | Jurnal Agronomi... journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalagronomi/article/view/11665Keragaman Genetik Bawang Merah Allium cepa L Berdasarkan Marka Morfologi dan ISSR Jurnal Agronomi journal ipb ac index php jurnalagronomi article view 11665
  3. IDENTIFIKASI POLIMORFIS MARKA-MARKA MOLEKULER YANG DIDUGA BERKAITAN DENGAN KARAKTER DAYA HASIL TINGGI... jurnal.unpad.ac.id/jcena/article/view/9141IDENTIFIKASI POLIMORFIS MARKA MARKA MOLEKULER YANG DIDUGA BERKAITAN DENGAN KARAKTER DAYA HASIL TINGGI jurnal unpad ac jcena article view 9141
  4. Genotipic Variation Analysis of Shallot |Allium cepa L.| in Java Island using Inter-Simple Sequence Repeat... journal.ugm.ac.id/v3/bib/article/view/24131Genotipic Variation Analysis of Shallot Allium cepa L in Java Island using Inter Simple Sequence Repeat journal ugm ac v3 bib article view 24131
Read online
File size357.81 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test