UNHIUNHI

Widya KesehatanWidya Kesehatan

Tidur adalah salah satu bentuk adaptasi bayi terhadap lingkungannya. Anak-anak menunjukkan perubahan perilaku akibat kurang tidur. Kekurangan tidur pada anak-anak dan orang dewasa dapat menyebabkan gangguan perilaku. Salah satu terapi non-farmakologis untuk mengatasi masalah kurang tidur bayi adalah pijat bayi. Pijat bayi merupakan bentuk sentuhan yang memberikan rangsangan keluarnya hormon endorfin yang dapat menurunkan rasa nyeri sehingga bayi menjadi tenang dan frekuensi menangis berkurang, yang pada gilirannya juga meningkatkan kualitas tidur bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menerapkan pelayanan tradisional komplementer, khususnya manfaat pijat bayi dalam perbaikan kualitas tidur balita di praktik bidan mandiri Ni Made Sinarsari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori fungsionalisme struktural serta pendekatan Ayurweda, khususnya pada Abhyanga, Panchakarma, dan Marmas. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 18 responden balita berusia 1–5 tahun di Kota Denpasar. Hasil menunjukkan bahwa pijat bayi mampu memperbaiki kualitas tidur balita, melancarkan sirkulasi darah, memberikan efek rileks, merangsang otot motorik, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menambah produksi sel darah putih sehingga balita menjadi lebih sehat, tidak rewel, dan nyeri berkurang sehingga tidur lebih berkualitas.

Pijat bayi dapat memperbaiki kualitas tidur balita karena mampu melancarkan sirkulasi darah, memberikan efek relaksasi, merangsang otot motorik, mengurangi rasa sakit, serta membuat bayi tidur lebih lelap.Tata cara pijat bayi meliputi persiapan alat dan bahan, persiapan praktisi dan klien, pelaksanaan pemijatan secara menyeluruh, evaluasi, dan perencanaan tindak lanjut.Implikasi setelah terapi pijat bayi antara lain peningkatan kualitas tidur, anak lebih tenang dan nyaman, meningkatnya fokus dan konsentrasi, serta peningkatan nafsu makan.

Pertama, perlu diteliti efektivitas pijat bayi terhadap pola tidur balita dalam konteks keluarga dengan tingkat stres berbeda-beda, apakah sentuhan terapi memberikan dampak lebih besar pada balita yang tinggal di lingkungan penuh tekanan. Kedua, perlu dikaji bagaimana variasi durasi dan frekuensi pijat bayi memengaruhi kualitas tidur jangka panjang, termasuk apakah intervensi rutin selama satu bulan lebih efektif daripada sesi jarang tetapi lama, untuk menemukan protokol optimal. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran minyak alami seperti minyak kelapa murni (VCO) dalam kombinasi pijat bayi, apakah kandungan minyak tertentu memperkuat efek relaksasi atau peningkatan imunitas dibanding minyak biasa, sehingga dapat dikembangkan formula alami berbasis lokal yang lebih efektif. Penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan desain kuantitatif dengan ukuran sampel lebih besar dan observasi objektif terhadap parameter fisiologis seperti detak jantung dan pola tidur, agar hasil lebih valid dan dapat dijadikan panduan nasional. Selain itu, perlu studi perbandingan antara terapis profesional dan orang tua yang dilatih memijat anaknya sendiri, untuk menilai konsistensi manfaat pijat bayi dalam berbagai konteks pelaksanaan. Hasil temuan dari penelitian seperti ini dapat mendukung integrasi pijat bayi ke dalam program kesehatan masyarakat yang lebih luas dan berbasis bukti.

Read online
File size158.36 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test