IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK
Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan TasawufJurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan TasawufDalam pandangan dunia Barat, aliran epistemologi yang dianut hanyalah rasionalisme yang menekankan pada akal dan empirisisme yang menekankan pada pengalaman indera. Orang-orang Barat hanya meyakini bahwa tolak ukur kebenaran ialah akal dan data empris. Kemudian, setelah datangnya Auguste Comte dengan filsafat positivismenya, yang menyatakan bahwa pengetahuan harus berlandaskan data-data valid melalui observasi empirik. Semua itulah yang akhirnya menjadi sistem dalam ilmu pengetahuan. Karena itulah ilmu pengetahuan mendapatkan banyak kritik dari berbagai kalangan. Ilmu pengetahuan dinilai sangat kering dari aspek spiritual. Karena ia hanya memandang objek-objek fisik dan menolak metafisika. Padahal substansi didunia terdiri dari dunia fisik dan metafisik. Oleh karena itu, dalam artikel penelitian ini akan menguraikan konsep Islamisasi Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan kritiknya terhadap epistemologi Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Konsep Islamisasi yang digagas oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas merupakan suatu trobosan baru dan suatu bentuk upayah besar yang begitu visioner yang mana mencoba mengalih pandangkan atas segala bentuk doktrinal atau cara pandang intelektual Barat terhadap ilmu pengetahuan menjadi pengetahuan islam hakiki dalam prespektif kajian keislaman yang lebih mengedepankan aspek kemanusiaan dan mempercayai bentuk transendental ilmu pengetahuan yang dapat dijangkau sebagai intuisi atau suatu hidayah dari Allah SWT. Al-Attas mengkritik epistemologi Barat karena misi sekularisasi yang tersembunyi di dalamnya. Ilmu pengetahuan Barat dengan metode ilmiahnya, hanya memandang hal-hal fisik dan menolak metafisik. Dengan demikian, ilmu pengetahuan Barat perlahan-lahan akan menarik umat beragama, lebih khusus umat Islam untuk melepas nilai-nilai keagamaanya.
Islamisasi ilmu pengetahuan menurut Al-Attas adalah upaya revolusioner untuk membebaskan pengetahuan dari pemikiran Barat yang sekuler dan bebas nilai, dengan membangun ulang epistemologi berdasarkan pandangan dunia Islam.Konsep ini menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak netral, melainkan terikat pada nilai-nilai tempat asalnya, dan mengandung peran spiritual transendental serta hidayah ilahi, bukan sekadar data atau rumus.Al-Attas mengkritik keras pandangan dunia Barat yang positivistik dan antroposentris karena dinilai menjauhkan umat beragama, khususnya Islam, dari nilai-nilai spiritual dan metafisika, serta menghilangkan adab dan otoritas keilmuan.
Penelitian ini telah menyajikan kerangka komprehensif mengenai kritik Syed Muhammad Naquib Al-Attas terhadap epistemologi Barat dan gagasannya tentang Islamisasi ilmu pengetahuan. Meskipun demikian, masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna memperkaya pemahaman dan relevansi konsep ini di era kontemporer. Salah satu arah penelitian yang prospektif adalah dengan menyelidiki secara mendalam implementasi praktis dari konsep Islamisasi ilmu Al-Attas, khususnya bagaimana gagasan penanaman adab dan kurikulum yang bersifat dualistik — memadukan kebutuhan spiritual (fardhu ain) dan material-emosional (fardhu kifayah) — dapat diwujudkan dalam desain kurikulum dan praktik pengajaran di berbagai lembaga pendidikan Islam modern. Penelitian kasus atau studi komparatif antar institusi dapat mengungkap tantangan, keberhasilan, serta strategi adaptasi yang efektif dalam membentuk insan kamil yang beriman dan berilmu.. . Di samping itu, mengingat kritik Al-Attas terhadap ilmu pengetahuan Barat yang cenderung bebas nilai dan berpotensi destruktif, terdapat kebutuhan mendesak untuk mengaplikasikan kerangka Islamisasi ini pada disiplin ilmu modern yang spesifik, terutama yang berkaitan dengan teknologi mutakhir dan isu-isu etis. Misalnya, bagaimana Islamisasi ilmu dapat memberikan perspektif baru dan panduan etis yang kokoh dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), rekayasa genetika, atau solusi keberlanjutan lingkungan. Analisis ini bisa berfokus pada bagaimana paradigma Islam dapat merekonstruksi asumsi dasar, metodologi, dan tujuan dari ilmu-ilmu tersebut, guna memastikan bahwa kemajuan ilmiah tidak mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, serta menjaga keseimbangan alam. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat berkembang secara holistik, bertanggung jawab, dan memberikan maslahat yang lebih luas bagi umat manusia.
| File size | 523.27 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUUNU Pernikahan di bawah umur masih menjadi kontroversi di masyarakat karena masing-masing sudut pandang mempunyai pandangan yang berbeda. Dalam hal ini paraPernikahan di bawah umur masih menjadi kontroversi di masyarakat karena masing-masing sudut pandang mempunyai pandangan yang berbeda. Dalam hal ini para
IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK Insecurity bukan sekadar fenomena psikologis yang muncul akibat tekanan sosial atau kegagalan personal, melainkan cerminan dari krisis eksistensial yangInsecurity bukan sekadar fenomena psikologis yang muncul akibat tekanan sosial atau kegagalan personal, melainkan cerminan dari krisis eksistensial yang
STIEBALIKPAPANSTIEBALIKPAPAN Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang dinamika pemikiran ekonomi Islam dan memberikan kontribusi terhadap diskursusHasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang dinamika pemikiran ekonomi Islam dan memberikan kontribusi terhadap diskursus
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Adapting dawah activities to the fast-paced and easily accessible information and communication era is crucial, and leveraging information technology andAdapting dawah activities to the fast-paced and easily accessible information and communication era is crucial, and leveraging information technology and
IAINSORONGIAINSORONG Meski kontroversial, Khalifah Fatimiyah merupakan gerakan Syiah yang berupaya membangun pemerintahan yang didasarkan pada legitimasi keturunan Nabi sebagaiMeski kontroversial, Khalifah Fatimiyah merupakan gerakan Syiah yang berupaya membangun pemerintahan yang didasarkan pada legitimasi keturunan Nabi sebagai
IAIN SUIAIN SU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Apabila dikaji secara kritis, politik pendidikan sekuler di Indonesia telah masuk dalam rumusan undang-undang20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Apabila dikaji secara kritis, politik pendidikan sekuler di Indonesia telah masuk dalam rumusan undang-undang
UINUIN Selain itu, hukum Islam berada pada tataran sumber hukum sehingga akomodasinya ke dalam perundang‑undangan terlebih dahulu mengalami pengujian yang ketatSelain itu, hukum Islam berada pada tataran sumber hukum sehingga akomodasinya ke dalam perundang‑undangan terlebih dahulu mengalami pengujian yang ketat
UINUIN Hukum internasional (al-qânûn al-duwalî) adalah hukum antarnegara atau antarbangsa yang menunjukkan pada kompleks asas dan kaidah yang mengatur hubunganHukum internasional (al-qânûn al-duwalî) adalah hukum antarnegara atau antarbangsa yang menunjukkan pada kompleks asas dan kaidah yang mengatur hubungan
Useful /
ARITEKINARITEKIN Variabel independen meliputi gaya kepemimpinan dan pengawasan, perencanaan sumber daya manusia dan alokasi tenaga kerja, pelatihan dan pengembangan kompetensi,Variabel independen meliputi gaya kepemimpinan dan pengawasan, perencanaan sumber daya manusia dan alokasi tenaga kerja, pelatihan dan pengembangan kompetensi,
ARITEKINARITEKIN Dengan demikian, diharapkan produktivitas dan jumlah mobile crane yang dibutuhkan sudah optimal untuk mendukung produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwaDengan demikian, diharapkan produktivitas dan jumlah mobile crane yang dibutuhkan sudah optimal untuk mendukung produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
ARITEKINARITEKIN Hasil menunjukkan bahwa gerakan dari kedudukan pengunci beban dari lengan roda dan motor BLDC adalah lancar, roda gila harus dilakukan balancing, dimensiHasil menunjukkan bahwa gerakan dari kedudukan pengunci beban dari lengan roda dan motor BLDC adalah lancar, roda gila harus dilakukan balancing, dimensi
UNIPDUUNIPDU Increasing dietary diversity was also found to have a positive impact on the immune health of children. This study confirms that nutritional status playsIncreasing dietary diversity was also found to have a positive impact on the immune health of children. This study confirms that nutritional status plays