LLILLI
Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan HumanioraJurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan HumanioraProfesionalisme tenaga pendidik merupakan faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Di Sekolah Dasar Islam Ulul Albab Jember, masih terdapat guru berlatar belakang non-kependidikan sehingga proses pembelajaran belum berjalan optimal. Kondisi ini menuntut kepemimpinan yang efektif dalam membina dan mengembangkan potensi guru. Kepemimpinan perempuan menarik dikaji karena dikenal memiliki pendekatan yang humanis, komunikatif, dan kolaboratif dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi , mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menggambarkan tingkat kompetensi profesionalisme guru di sekolah tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber guna memastikan validitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah perempuan berorientasi pada model kepemimpinan demokratis dengan pelibatan guru dalam pengambilan keputusan, komunikasi dua arah yang terbuka, serta pembinaan dan pendampingan berkelanjutan. Faktor pendukung kepemimpinan meliputi budaya kerja sama yang solid, komunikasi harmonis, dan pembiasaan kegiatan Islami yang membentuk karakter religius serta etos kerja guru. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan kewenangan kepala sekolah akibat birokrasi yayasan yang kompleks. Secara umum, kompetensi profesionalisme tenaga pendidik telah berkembang baik pada aspek pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian melalui pelatihan, pengembangan karir formal, dan sertifikasi profesi yang sesuai dengan standar nasional.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah perempuan di Sekolah Dasar Islam Ulul Albab Jember berorientasi pada model kepemimpinan demokratis, yang menciptakan suasana kerja harmonis dan kolaboratif.Keberhasilan ini didukung oleh budaya kerja sama yang solid, komunikasi terbuka, nilai-nilai Islami, dan dukungan yayasan, meskipun terdapat kendala birokrasi.Secara keseluruhan, kepemimpinan perempuan ini telah berhasil meningkatkan profesionalisme guru dalam aspek pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, serta menjadi model efektif dalam pengembangan mutu pendidikan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji dampak kepemimpinan perempuan terhadap motivasi belajar siswa dan hasil akademik di Sekolah Dasar Islam Ulul Albab Jember. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan model kepemimpinan perempuan di Sekolah Dasar Islam Ulul Albab Jember dengan sekolah lain yang memiliki karakteristik serupa, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan tantangan yang mungkin dihadapi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan kepemimpinan perempuan yang spesifik untuk konteks pendidikan Islam, dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama dan budaya lokal, serta kebutuhan pengembangan profesional guru. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teori dan praktik kepemimpinan pendidikan, khususnya dalam konteks peningkatan mutu pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Dengan memahami lebih dalam dinamika kepemimpinan perempuan dan dampaknya terhadap berbagai aspek pendidikan, diharapkan dapat dirumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam memberdayakan perempuan sebagai pemimpin pendidikan yang transformatif.
- MODEL KONSEPTUAL KEPEMIMPINAN, GENDER, DAN DIVERSITAS | Nurmayanti | Jurnal EL-RIYASAH. model konseptual... doi.org/10.24014/jel.v12i1.13151MODEL KONSEPTUAL KEPEMIMPINAN GENDER DAN DIVERSITAS Nurmayanti Jurnal EL RIYASAH model konseptual doi 10 24014 jel v12i1 13151
- Upaya Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru | Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama... doi.org/10.61132/jmpai.v2i6.682Upaya Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama doi 10 61132 jmpai v2i6 682
| File size | 286.28 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
EDUPARTNEREDUPARTNER Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh informasi yang komprehensif dan mendalam mengenai kompetensi profesional guru dalam meningkatkan pembelajaranTujuan dari penelitian ini adalah memperoleh informasi yang komprehensif dan mendalam mengenai kompetensi profesional guru dalam meningkatkan pembelajaran
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan kualitatif naturalistik. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Tarbiyah dan PendidikanMetode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan kualitatif naturalistik. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan
IAI ALMUSLIMACEHIAI ALMUSLIMACEH Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru. Data dikumpulkan melalui dua teknik utama,Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru. Data dikumpulkan melalui dua teknik utama,
STAIQSTAIQ Kondisi kompetensi profesional guru tahfidz di Sekolah Menengah Pertama Islam Nurul Fikri Boarding School Serang masih kurang memadai karena guru tahfidzKondisi kompetensi profesional guru tahfidz di Sekolah Menengah Pertama Islam Nurul Fikri Boarding School Serang masih kurang memadai karena guru tahfidz
OJSOJS Guru diharapkan mampu menjadi fasilitator dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, namun Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk menjadi lebih dari sekadarGuru diharapkan mampu menjadi fasilitator dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, namun Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk menjadi lebih dari sekadar
UNIVAUNIVA Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara dan doumentasi. Pada teknik analisaPeneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara dan doumentasi. Pada teknik analisa
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Desain penelitian menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan sampel 241 guru SD yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melaluiDesain penelitian menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan sampel 241 guru SD yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui
STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK Multi metode Aplikasi sistem pendukung keputusan ini dapat mempermudah proses pemilihan guru beprestasi. Aplikasi Sistem pendukung keputusan untuk mengevaluasiMulti metode Aplikasi sistem pendukung keputusan ini dapat mempermudah proses pemilihan guru beprestasi. Aplikasi Sistem pendukung keputusan untuk mengevaluasi
Useful /
UNIKOMUNIKOM Sensor PZEM004T dan LM35 menunjukkan akurasi yang baik, sementara optocoupler tidak cocok untuk mengukur RPM, menandakan perlunya peningkatan sensor kecepatanSensor PZEM004T dan LM35 menunjukkan akurasi yang baik, sementara optocoupler tidak cocok untuk mengukur RPM, menandakan perlunya peningkatan sensor kecepatan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Berita hoax SARA menimbulkan ancaman serius terhadap satuat Indonesia dan melemahkan ideologi Pancasila dengan memicu kontroversi, ketidaktenaran publik,Berita hoax SARA menimbulkan ancaman serius terhadap satuat Indonesia dan melemahkan ideologi Pancasila dengan memicu kontroversi, ketidaktenaran publik,
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Metodologi yang dipakai bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwaMetodologi yang dipakai bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Strategi pembelajaran berbasis visual harus dioptimalkan, tetapi metode adaptif diperlukan bagi siswa dengan gaya belajar berbeda. Implementasi programStrategi pembelajaran berbasis visual harus dioptimalkan, tetapi metode adaptif diperlukan bagi siswa dengan gaya belajar berbeda. Implementasi program