IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK

Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan TasawufJurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf

Fenomena insecure merupakan salah satu krisis yang dialami banyak individu dalam era modern, seringkali dipahami hanya dari sisi psikologis. Namun, krisis ini juga merefleksikan ketidakseimbangan antara aspek jasad dan ruh dalam diri manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah insecurity sebagai krisis eksistensial yang lahir dari putusnya manusia dengan hakikatnya sebagai makhluk dengan jasmani dan rohani. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai perspektif psikologi, filsafat, dan spiritualitas Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa insecure bukan hanya persoalan kurang percaya diri atau trauma masa lalu, tetapi juga cerminan dari hilangnya kesadaran akan peran ruh dalam kehidupan. Upaya penyelarasan antara jasad dan ruh, melalui praktik kontemplatif seperti muraqabah, menjadi solusi yang ditawarkan untuk mengembalikan keseimbangan diri. Tulisan ini menyarankan bahwa pemahaman tentang manusia secara utuh sangat penting dalam menangani problematika insecure di masa kini.

Insecurity bukan sekadar fenomena psikologis yang muncul akibat tekanan sosial atau kegagalan personal, melainkan cerminan dari krisis eksistensial yang lebih dalam.Ketika manusia terlalu fokus pada pemenuhan aspek jasmani tanpa keseimbangan dengan kebutuhan spiritual, maka terjadilah kehampaan jiwa.Insecurity pun hadir sebagai sinyal atas kehilangan orientasi hakiki manusia sebagai makhluk ruhani yang diciptakan dengan tujuan ilahiah.Melalui muraqabah, individu diajak untuk mentafakuri kondisi batinnya, menerima rasa insecure sebagai bagian dari ujian jiwa, serta mengembalikan kesadaran akan cinta dan perlindungan Allah.Dengan menyelaraskan jasad dan ruh, manusia dapat menemukan kembali jati dirinya sebagai hamba Allah yang utuh, bernilai, dan dicintai.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas muraqabah dalam mengurangi tingkat insecurity pada remaja, dengan melibatkan pengukuran kuantitatif terhadap perubahan emosi dan perilaku. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor sosial dan budaya yang memengaruhi hubungan antara insecurity dan spiritualitas Islam, khususnya di berbagai konteks masyarakat yang berbeda. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif individu yang berhasil mengatasi insecurity melalui praktik spiritual, dengan tujuan mengidentifikasi strategi koping yang efektif dan relevan. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas insecurity dan potensi solusi berbasis spiritualitas Islam.

  1. What is Spiritual Intelligence? - Frances Vaughan, 2002. spiritual intelligence frances vaughan skip... doi.org/10.1177/0022167802422003What is Spiritual Intelligence Frances Vaughan 2002 spiritual intelligence frances vaughan skip doi 10 1177 0022167802422003
Read online
File size420.87 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test