STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN

Jurnal Master Penjas & OlahragaJurnal Master Penjas & Olahraga

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inerval Training terhadap VO2Max atlet Bola basket di IKIP PGRI Pontianak. Metode penelitian menggunkan metode eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh anggota tim Bola Basket IKIP PGRI Pontianak yang berjumlah 18 Orang. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan total sampling, maka untuk sampel penelitian ini adalah seluruh populasi, yaitu seluruh anggota tim Bola Basket IKIP PGRI Pontianak yang berjumlah 18 Orang. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data penelitian adalah dengan menggunakan Bleep test.. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh latihan Interval Training terhadap Vo2max atlet Bola basket IKIP PGRI Pontianak. Saran untuk para pelatih agar dapat menerapkan proses latihan yang tidak keluar dari prinsip-prinsip latihan, dan bagi para peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti dengan program latihan yang lain.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan proses pengolahan dan analisis data, maka dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa interval training memberikan pengaruh yang signifikan terhadap VO2Max para pemain bola basket IKIP PGRI Pontianak.Maka dari itu, penulis juga memberikan beberapa masukan khususnya kepada para pelatih bola basket, bahwa dengan latihan interval dapat meningkatkan daya tahan para atlet, namun kiranya tipe-tipe latihan harus lebih variatif guna mencegah kejenuhan bagi atlet, serta kepada para peneliti selanjutnya yang ingin meneliti pada topik yang sama, alahkah lebih baiknya dapat melakukannya dengan tipe-tipe latihan interval yang berbeda sehingga lebih spesifik pada setiap cabang olahraga.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efek kombinasi interval training dengan latihan kekuatan spesifik pada otot kaki untuk meningkatkan performa lompatan pemain basket, dengan mengukur perubahan VO2Max serta tinggi lompatan vertikal. Selain itu, diperlukan studi komparatif antara interval training berbasis kecepatan tinggi versus interval training berbasis durasi pendek pada kelompok usia remaja, guna menentukan mana yang lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas kardiorespirasi tanpa meningkatkan risiko cedera. Terakhir, peneliti dapat mengembangkan model latihan interval yang dipersonalisasi berdasarkan profil fisiologis masing‑masing atlet (misalnya tingkat kebugaran awal, riwayat cedera, dan posisi bermain), serta mengevaluasi dampaknya terhadap variabilitas hasil VO2Max dan performa pertandingan secara keseluruhan.

Read online
File size866.25 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test