UIN MALANGUIN MALANG

JIAJIA

Penelitian ini mengeksplorasi konsep keberlanjutan yang diterapkan dalam Madrasah Mustansiriya Lama yang dibangun di Baghdad pada era Abbasiyah pada abad ke-13 Masehi. Prinsip dan teknik utama keberlanjutan yang digunakan untuk bangunan modern dibandingkan dengan konsep desain yang diterapkan dalam Madrasah Lama untuk mengekstrak konsep paling signifikan yang dapat diterapkan dalam merancang bangunan sekolah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Mustansiriya merupakan contoh khas arsitektur Islam, yang mengandung konsep keberlanjutan yang berasal dari ajaran Islam dan Al-Quran. Konsep desainnya bergantung pada bentuk persegi panjang dengan halaman tengah berlubang untuk meningkatkan ventilasi dan pencahayaan alami. Lokasi Madrasah dipilih di tepi Sungai Tigris, dan lanskap di dalam dan dekat bangunan menyediakan pendinginan alami, sirkulasi udara, dan filtrasi. Dinding bata tebal menyediakan teknik massa termal untuk mendapatkan manfaat dari energi surya. Skylight di lorong-lorong sempit menyediakan sistem energi yang khas. Selain itu, pembangunannya bergantung pada material yang tidak memengaruhi lingkungan dan sangat tahan lama. Oleh karena itu, konsep keberlanjutan diterapkan 792 tahun yang lalu dalam arsitektur Islam. Saat ini, para perancang dapat belajar lebih banyak dari arsitektur dan metode konstruksi tersebut untuk mengurangi dampak negatif strategi konstruksi modern terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Konsep keberlanjutan dari masa lalu dapat diadaptasi ke desain modern.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep keberlanjutan telah diterapkan dalam arsitektur selama lebih dari 790 tahun yang lalu di Baghdad.Penerapan prinsip-prinsip dasar keberlanjutan, seperti efisiensi energi, konservasi sumber daya alam, penggunaan material ramah lingkungan, dan desain yang berkelanjutan, sangat penting.Madrasah Mustansiriya merupakan contoh nyata bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diintegrasikan dalam desain bangunan, dan pembelajaran dari warisan arsitektur ini dapat membantu mengurangi dampak negatif konstruksi modern terhadap lingkungan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai adaptasi konsep-konsep keberlanjutan dari arsitektur Islam kuno ke dalam desain bangunan modern, dengan mempertimbangkan konteks iklim dan budaya lokal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan material konstruksi ramah lingkungan yang terinspirasi dari material yang digunakan dalam arsitektur Islam, seperti bata dan batu, dengan mempertimbangkan kekuatan, daya tahan, dan dampak lingkungan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip desain arsitektur Islam, seperti halaman tengah berlubang dan ventilasi alami, dapat diintegrasikan ke dalam desain bangunan modern untuk meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan penghuni. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan desain bangunan yang tidak hanya estetis dan fungsional, tetapi juga berkelanjutan dan selaras dengan nilai-nilai budaya dan lingkungan.

  1. The Ethical Dimension Of Islamic Urban Architectural Heritage As Sustainable Design. ethical dimension... doi.org/10.2495/SC120772The Ethical Dimension Of Islamic Urban Architectural Heritage As Sustainable Design ethical dimension doi 10 2495 SC120772
Read online
File size1.67 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test