UNJAUNJA

Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan Sastra

Penelitian ini berfokus pada analisis strategi kesantunan yang digunakan oleh pengguna internet dalam komentar mereka pada unggahan TikTok selebriti Fuji. Kebebasan berekspresi di media sosial memicu berbagai interaksi verbal, mulai dari yang santun hingga yang tidak santun. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana pragmatik berbasis teori kesantunan Brown dan Levinson, data dikumpulkan dari sepuluh tangkapan layar komentar TikTok dan dianalisis secara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa pengguna menerapkan beberapa strategi kesantunan: kesantunan positif, kesantunan negatif, off record (tidak langsung), dan bald on record (tanpa basa-basi). Strategi bald on record mendominasi, yang menunjukkan kecenderungan pengguna media sosial untuk mengekspresikan pendapat secara langsung dan terkadang kasar. Tren ini menandakan adanya pergeseran norma kesantunan tradisional dalam komunikasi digital. Studi ini menekankan pentingnya literasi digital untuk menjaga penggunaan bahasa yang etis dan memupuk harmoni sosial di lingkungan daring.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna TikTok menerapkan berbagai strategi kesantunan—positif, negatif, off record, dan bald on record—dengan bald on record paling dominan.Strategi ini mencerminkan pergeseran norma kesantunan tradisional ke bentuk komunikasi yang lebih langsung dan terbuka di ruang digital.Temuan ini menegaskan perlunya literasi digital dalam mempromosikan penggunaan bahasa yang etis dan memelihara keharmonisan sosial di media sosial.

Dalam pengembangan penelitian lanjutan, pertimbangkan untuk menyelidiki bagaimana faktor demografis seperti usia, tingkat pendidikan, dan latar belakang budaya memengaruhi preferensi strategi kesantunan yang dipilih dalam komentar TikTok; pertanyaan penelitian bisa: “Apakah perbedaan usia berpengaruh pada kecenderungan pengguna untuk menggunakan strategi bald on record? Selain itu, lakukan studi longitudinal yang memantau perubahan pola kesantunan di periode waktu tertentu untuk menilai dampak kebijakan moderasi konten dan kampanye literasi digital pada perilaku pengguna, dengan menanyakan: “Apakah program literasi digital dapat menurunkan prevalensi komentar kasar seiring waktu? Terakhir, eksplorasi interaksi lintas platform dengan membandingkan komentar TikTok dengan komentar di platform lain seperti Instagram dan Twitter guna memahami perbedaan dan kesamaan strategi kesantunan antar platform media sosial, misalnya: “Bagaimana strategi kesantunan yang dijalankan pada komentar TikTok dibandingkan dengan komentar di Instagram?.

  1. Understanding the Role of Language on Twitter: From Hashtag to Discourses | EBONY: Journal of English... doi.org/10.37304/ebony.v4i2.12693Understanding the Role of Language on Twitter From Hashtag to Discourses EBONY Journal of English doi 10 37304 ebony v4i2 12693
Read online
File size397.46 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test