UNMUNM

Indonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and DevelopmentIndonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and Development

Penelitian ini bertujuan mengembangkan video tutorial relaksasi berbasis animasi 3D untuk mengurangi kecemasan siswa dalam menghadapi ujian. Tujuan penelitian meliputi: (1) identifikasi kebutuhan media, (2) perancangan prototipe media, (3) uji validitas media, dan (4) uji kepraktisan media. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, skala TAI-G, dan angket. Subjek penelitian adalah 10 siswa SMAN 2 Luwu Utara dalam uji coba kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) media dinilai sangat dibutuhkan, dengan desain meliputi orientasi lanskap, karakter animasi berbicara, latar ruang konseling, pakaian formal, gaya kartun, warna selaras, dan pencahayaan hangat; (2) prototipe media berdurasi ±15 menit dan terdiri atas lima segmen: pengantar, relaksasi napas, relaksasi otot, , dan terminasi; (3) validasi dari ahli materi 1 dan 2 masing-masing memperoleh skor 93% dan 88% (keduanya sangat valid), sedangkan ahli media 1 dan 2 masing-masing memberi skor 98% (sangat valid); dan (4) uji kepraktisan oleh guru Bimbingan dan Konseling menperoleh skor 89% (sangat praktis), sementara penilaian siswa mencapai 92% (sangat praktis), menunjukkan media ini layak digunakan dalam bidang Bimbingan dan Konseling.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa media video tutorial relaksasi berbasis animasi 3D sangat dibutuhkan siswa SMA untuk mengatasi kecemasan ujian, didukung oleh hasil analisis kebutuhan dan preferensi desain siswa serta konfirmasi dari guru BK.Prototipe media telah berhasil dikembangkan dengan lima segmen utama (pembuka, relaksasi napas, relaksasi otot, Guided Imagery, dan penutup) dan telah divalidasi oleh ahli materi serta ahli media dengan hasil sangat valid (materi 93% & 88%.Lebih lanjut, uji kepraktisan menunjukkan bahwa media ini sangat praktis digunakan menurut guru BK (89%) dan siswa (92%), menjadikannya layak dan efektif sebagai alat bantu layanan bimbingan konseling untuk mengurangi kecemasan siswa.

Untuk pengembangan penelitian di masa depan, ada beberapa arah menarik yang dapat dieksplorasi guna memaksimalkan manfaat media relaksasi animasi 3D ini. Pertama, perlu diselidiki lebih lanjut tentang bagaimana durasi dan detail instruksi pada setiap segmen relaksasi (seperti relaksasi napas, otot, dan imajinasi terbimbing) dapat dioptimalkan. Sebuah studi dapat dirancang untuk membandingkan efektivitas variasi panjang dan kedalaman penjelasan dalam video terhadap tingkat penurunan kecemasan siswa dari berbagai kelompok usia atau tingkat kecemasan awal. Apakah durasi yang lebih panjang dengan instruksi yang sangat rinci selalu lebih baik, atau ada titik optimal yang memberikan dampak maksimal tanpa menimbulkan kebosanan? Pertanyaan ini penting untuk memastikan media dapat diadaptasi secara fleksibel dan efektif. Kedua, mengingat adanya masukan mengenai gerakan animasi yang kaku, penelitian selanjutnya dapat mengkaji seberapa besar kualitas dan realisme gerakan karakter animasi memengaruhi tingkat keterlibatan pengguna serta keberhasilan relaksasi. Hal ini bisa melibatkan perbandingan antara animasi sederhana dengan animasi yang lebih canggih dan luwes, lalu diukur dampaknya terhadap respons emosional dan fisiologis siswa, serta persepsi mereka terhadap kehadiran dan kredibilitas konselor virtual. Ketiga, sangat dianjurkan untuk memperluas cakupan uji coba media ini ke berbagai jenjang pendidikan atau sekolah dengan karakteristik yang beragam. Melakukan studi komparatif antara siswa SMP, SMA di daerah perkotaan, atau bahkan mahasiswa akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai keberlakuan umum dan adaptabilitas media ini di berbagai konteks pendidikan dan demografi siswa.

Read online
File size2.35 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test