UNMUNM

Indonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and DevelopmentIndonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and Development

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil perencanaan karier siswa kelas XI di SMA Islam Athirah 1 Makassar berdasarkan lima dimensi utama: kesadaran konsep diri, orientasi perencanaan karier, eksplorasi karier, pengetahuan dunia kerja, dan kesiapan pengambilan keputusan karier. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan seluruh siswa kelas XI sebanyak 106 orang. Instrumen yang digunakan adalah skala perencanaan karier yang telah distandarisasi, dengan analisis data melalui statistik deskriptif dan uji Independent Sample t-Test. Hasil menunjukkan bahwa secara umum tingkat perencanaan karier siswa berada pada kategori cukup baik (rerata = 4,00 dari skala 1–5), dengan skor tertinggi pada dimensi kesiapan pengambilan keputusan karier (rerata = 4,15) dan skor terendah pada eksplorasi karier (rerata = 3,82) serta pengetahuan dunia kerja (rerata = 3,87). Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan pada seluruh dimensi (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan layanan bimbingan karier di sekolah, khususnya dalam meningkatkan aktivitas eksplorasi dan akses informasi dunia kerja untuk mendukung kesiapan karier siswa secara lebih optimal.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai profil perencanaan karier siswa kelas XI di SMA Islam Athirah 1 Makassar, dapat disimpulkan bahwa.1) Tingkat perencanaan karier siswa secara umum berada pada kategori cukup baik, dengan dimensi kesiapan pengambilan keputusan karier menunjukkan skor tertinggi, sementara aktivitas eksplorasi karier dan pengetahuan dunia kerja masih tergolong rendah dan perlu ditingkatkan.2) Tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin dalam kelima dimensi perencanaan karier, sehingga baik siswa laki-laki maupun perempuan memiliki peluang dan kesiapan karier yang relatif setara.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengembangan program bimbingan karier yang lebih menekankan pada eksplorasi karier melalui kegiatan nyata seperti magang dan kunjungan industri. Sekolah juga perlu memperkuat kolaborasi dengan dunia industri dan perguruan tinggi untuk memperluas wawasan siswa tentang berbagai pilihan karier. Selain itu, penting untuk mengembangkan layanan bimbingan karier yang responsif terhadap kebutuhan individual siswa, sehingga dapat menjamin pemerataan kesiapan karier di kalangan seluruh siswa, dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosial, ekonomi, dan peran keluarga dalam proses perencanaan karier.

Read online
File size435 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test