UNJAUNJA

Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan Sastra

Penelitian ini mengkaji verba aksi bicara dalam bahasa Bali yang memiliki variasi bentuk dan makna semantis. Latar belakang penelitian didasarkan pada keunikan bahasa Bali yang dipengaruhi oleh sistem sosial serta variasi dialek yang memengaruhi penggunaan leksikon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelompok dan tipe verba bermakna bicara serta mendeskripsikan struktur semantisnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan sumber data berupa cerita rakyat Bali, yang dianalisis secara deskriptif menggunakan teori klasifikasi verba dan pendekatan Metabahasa Semantik Alami. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima verba aksi bicara, yaitu mapangarah, mabesen, ngandika, matur, dan ngerengkeng, yang terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan keberadaan sasaran bicara. Secara semantis, verba-verba tersebut memiliki pola umum tindakan dari X kepada Y dengan perbedaan pada konteks, tujuan, dan relasi sosial penutur.

Verba aksi bicara dalam bahasa Bali memiliki berbagai bentuk dan makna yang berbeda.Penelitian mengidentifikasi lima verba aksi yang dikelompokkan menjadi dua berdasarkan keberadaan sasaran bicara.Secara semantis, verba-verba tersebut mengikuti pola sintaksis MSA di mana subjek melakukan tindakan kepada objek dan objek menerima tindakan tersebut.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan kajian verba aksi di domain lain selain bicara dalam bahasa Bali untuk membangun kerangka semantik yang komprehensif. Hal ini penting karena bahasa Bali memiliki kompleksitas leksikal yang luas dan memerlukan penelitian mendalam. Selain itu, diperlukan studi tentang bagaimana generasi muda saat ini menggunakan variasi verba bicara dalam bahasa Bali guna memahami dinamika perubahan bahasa yang terjadi. Dengan memahami pola penggunaan saat ini, upaya pelestarian dapat disesuaikan. Penelitian lain juga dapat menginvestigasi integrasi verba-verba tersebut dalam kurikulum pembelajaran bahasa Bali di sekolah, sehingga materi pembelajaran menjadi lebih relevan dan efektif dalam melestarikan warisan linguistik Bali. Pendekatan pemanfaatan cerita rakyat Bali sebagai sumber data juga dapat dikembangkan untuk genre lain seperti puisi atau dialog teater tradisional. Selain itu, studi komparatif dengan bahasa daerah lain di Indonesia dapat mengungkap pola semantik universal atau khusus budaya dalam sistem verbal.

Read online
File size238.01 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test