UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Kejang demam merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak usia di bawah lima tahun dan memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Peningkatan kejadian kejang demam, termasuk di Indonesia, menuntut kesiapsiagaan orang tua dalam melakukan penanganan awal. Namun, keterbatasan pengetahuan orang tua masih menjadi permasalahan di masyarakat. Kader kesehatan memiliki peran penting sebagai penggerak, motivator, dan penyuluh dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat, sehingga optimalisasi peran kader melalui pendidikan kesehatan menjadi sangat diperlukan. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, analisis SWOT, identifikasi masalah manajemen keperawatan, penyusunan rencana tindakan, pelaksanaan, serta evaluasi hasil. Subjek penelitian adalah kader kesehatan di wilayah Kecamatan Kedaton. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader mengenai tata laksana penanganan kejang demam pada anak, dari 71 % sebelum diberi pendidikan kesehatan menjadi 96 % setelah intervensi. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan terbukti dapat mengoptimalkan peran kader dalam tata laksana penanganan kejang demam pada anak. Peningkatan kapasitas kader diharapkan mampu mendukung peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kejang demam.

Peningkatan kapasitas kader melalui pendidikan kesehatan berkesinambungan meningkatkan pengetahuan mereka tentang penanganan kejang demam pada anak, sehingga dapat memperkuat kesiapsiagaan komunitas dan kualitas layanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Penelitian lanjutan dapat menilai efektivitas program pelatihan rutin bagi kader kesehatan dalam jangka panjang, dengan meneliti apakah peningkatan pengetahuan tetap dipertahankan setidaknya satu tahun setelah intervensi. Selanjutnya, studi kualitatif dapat dieksekusi untuk memahami persepsi orang tua terhadap peran kader dalam penanganan kejang demam, serta mengidentifikasi kendala psikososial yang mungkin mempengaruhi adopsi praktik medis rumah. Terakhir, evaluasi melibatkan analisis kebijakan dapat dilakukan untuk menilai dampak kebijakan pendanaan dan dukungan infrastruktur terhadap keberlanjutan program pendidikan kader di wilayah pedesaan.

Read online
File size666.46 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test