UnmulUnmul
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanPendahuluan: Sibling rivalry pada anak usia prasekolah membawa beberapa konsekuensi, termasuk dampak pada individu seperti agresi, tantrum, ketidakstabilan emosi, gangguan kepercayaan diri, dan perasaan dendam. Metode: Desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus, subjek 6 anak usia prasekolah dan orang tua di TK Tunas Rimba 1. Instrument: kuesioner sibling rivalry dan KMME. Hasil: Semua partisipan mengalami sibling rivalry tingkat tinggi, karakteristik perilaku agresif, persaingan, dan rasa iri/cemburu; 5 dari 6 menunjukkan kemungkinan masalah mental‑emosional. Kesimpulan: Anak yang mengalami sibling rivalry berisiko mengalami masalah mental‑emosional, mayoritas berada di kategori kemungkinan masalah. Disarankan orang tua aktif mencari informasi dan melakukan konseling.
Semua partisipan anak prasekolah mengalami sibling rivalry tingkat tinggi dan mayoritas berpotensi mengalami masalah mental‑emosional, ditandai oleh perilaku marah tanpa sebab, kebingungan, dan ketakutan berlebihan.Risiko tersebut menimbulkan dampak negatif pada perkembangan emosional anak.Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk aktif mencari informasi, dan melakukan konseling guna mencegah perkembangan lebih lanjut masalah mental‑emosional.
Sebuah penelitian lebih luas dapat meneliti hubungan antara pola asuh orang tua—termasuk pemberian perhatian seimbang dan komunikasi efektif—dengan tingkat sibling rivalry dan risiko gangguan mental‑emosional pada anak prasekolah; studi longitudinal pada sampel berukuran lebih besar akan membantu memperkuat temuan ini. Selanjutnya, perlu dievaluasi efektivitas program intervensi konseling keluarga yang dirancang khusus untuk anak yang menunjukkan perilaku agresif dan ketakutan berlebihan, sehingga dapat menilai apakah pendekatan tersebut dapat mengurangi dampak negatif sibling rivalry. Selain itu, penelitian dapat mengkaji peran jarak usia saudara kandung dalam memoderasi dampak sibling rivalry, sebab data menunjukkan rata‑rata selisih usia 2‑3 tahun dapat memperkuat persaingan; analisis statistik multivariat dapat mengidentifikasi interaksi faktor-faktor ini dan memberi rekomendasi praktis bagi pengasuh.
| File size | 335.04 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
FKIP UWGMFKIP UWGM Anak dengan pola asuh otoriter memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab tinggi, tetapi kemandirian rendah. Sebaliknya, pola asuh demokratis mendukung ketiganyaAnak dengan pola asuh otoriter memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab tinggi, tetapi kemandirian rendah. Sebaliknya, pola asuh demokratis mendukung ketiganya
YMPAIYMPAI Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden. Instrumen penelitian berupaPopulasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden. Instrumen penelitian berupa
ALSHOBARALSHOBAR Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran memiliki dampak positif, termasuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Banyak siswa memilikiPemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran memiliki dampak positif, termasuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Banyak siswa memiliki
ALSHOBARALSHOBAR Pola asuh dalam Al-Quran menekankan pentingnya kasih sayang, kedisiplinan, komunikasi efektif, dan hubungan timbal balik antara anak dan orang tua berdasarkanPola asuh dalam Al-Quran menekankan pentingnya kasih sayang, kedisiplinan, komunikasi efektif, dan hubungan timbal balik antara anak dan orang tua berdasarkan
SALNESIASALNESIA Pelatihan public speaking dengan fokus pada pengenalan idiom Bahasa Inggris di UPT Rumah Pengasuhan Anak Wiloso Projo bertujuan meningkatkan kemampuanPelatihan public speaking dengan fokus pada pengenalan idiom Bahasa Inggris di UPT Rumah Pengasuhan Anak Wiloso Projo bertujuan meningkatkan kemampuan
FIP UNGFIP UNG Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kolaborasi asuh orang tua dengan guru dapat meningkatkan pengembanganMetode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kolaborasi asuh orang tua dengan guru dapat meningkatkan pengembangan
UINSAIDUINSAID pertama, pendekatan permisif yang memberikan kebebasan penuh pada anak memilih kegiatan belajar. kedua, pendekatan otoriter di mana orang tua menentukanpertama, pendekatan permisif yang memberikan kebebasan penuh pada anak memilih kegiatan belajar. kedua, pendekatan otoriter di mana orang tua menentukan
CERICCERIC Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan perawatan diri anak tuna grahita. Rancangan penelitian crossPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan perawatan diri anak tuna grahita. Rancangan penelitian cross
Useful /
UnmulUnmul Pendekatan buffer terhadap titik layanan kesehatan dan kasus awal mengindikasikan adanya konsentrasi penularan dalam radius terbatas yang konsisten denganPendekatan buffer terhadap titik layanan kesehatan dan kasus awal mengindikasikan adanya konsentrasi penularan dalam radius terbatas yang konsisten dengan
UnmulUnmul Kesimpulannya, pendidikan kesehatan terbukti dapat mengoptimalkan peran kader dalam tata laksana penanganan kejang demam pada anak. Peningkatan kapasitasKesimpulannya, pendidikan kesehatan terbukti dapat mengoptimalkan peran kader dalam tata laksana penanganan kejang demam pada anak. Peningkatan kapasitas
UnmulUnmul Pencarian dilakukan menggunakan mesin pencari PRISMA dan aplikasi Watase Uake, sehingga diperoleh tiga artikel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitianPencarian dilakukan menggunakan mesin pencari PRISMA dan aplikasi Watase Uake, sehingga diperoleh tiga artikel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian
CERICCERIC Penelitian deskriptif korelasi dan cross sectional ini bertujuan mengetahui hubungan antara sistem penghargaan dengan kinerja perawat dalam melaksanakanPenelitian deskriptif korelasi dan cross sectional ini bertujuan mengetahui hubungan antara sistem penghargaan dengan kinerja perawat dalam melaksanakan