UnmulUnmul
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanPendahuluan : Sebanyak 48% lansia tercatat mengalami minimal satu episode hiperglikemia. Hal tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit kardiovaskular dan stroke. Pengendalian glukosa darah memegang peran penting dalam mempertahankan kondisi kesehatan dan kemampuan hidup mandiri pada usia lanjut. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui . Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 32 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PASE yang diadaptasi dari Washburn, serta kuesioner FFQ yang diadaptasi dari Willet. Uji validitas menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) ≤ 0,05. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Alpha Cronbach kuesioner FFQ ≥ 0,801 dan PASE sebesar 0,813. Hasil dan Pembahasan : Mayoritas responden melakukan aktivitas dalam kategori baik sekitar 26 (81,3%), mayoritas berpola makan baik 25 (78,1%), memiliki kada gula darah normal 22 (68,8%). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan pola makan terhadap kadar gula darah dengan nilai p-value sebesar 0,015. Kesimpulan : Semakin baik pola makan dan aktivitas fisik, maka semakin stabil kadar gula darah pada lansia.
Sebanyak 48% lansia tercatat mengalami minimal satu episode hiperglikemia.Hal tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit kardiovaskular dan stroke.Pengendalian glukosa darah memegang peran penting dalam mempertahankan kondisi kesehatan dan kemampuan hidup mandiri pada usia lanjut.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional.Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PASE yang diadaptasi dari Washburn, serta kuesioner FFQ yang diadaptasi dari Willet.Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Alpha Cronbach kuesioner FFQ ≥ 0,801 dan PASE sebesar 0,813.Mayoritas responden melakukan aktivitas dalam kategori baik sekitar 26 (81,3%), mayoritas berpola makan baik 25 (78,1%), memiliki kada gula darah normal 22 (68,8%).Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan pola makan terhadap kadar gula darah dengan nilai p-value sebesar 0,015.Semakin baik pola makan dan aktivitas fisik, maka semakin stabil kadar gula darah pada lansia.Semakin baik pola makan dan aktivitas fisik, maka semakin stabil kadar gula darah pada lansia.Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi longitudinal untuk memperkuat hubungan sebab-akibat antara aktivitas fisik, pola makan, dan kadar gula darah.Selain itu, penelitian perlu mempertimbangkan variabel perancu seperti indeks massa tubuh, penggunaan obat antidiabetes, dan riwayat penyakit kronis untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak pendidikan kesehatan berbasis komunitas terhadap perubahan gaya hidup lansia dalam mengelola kadar gula darah.ASSOCIATION OF PHYSICAL ACTIVITY AND DIETARY PATTERNS WITH BLOOD GLUCOSE LEVELS AMONG THE ELDERLY.Sebanyak 48% lansia tercatat mengalami minimal satu episode hiperglikemia.Hal tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit kardiovaskular dan stroke.Pengendalian glukosa darah memegang peran penting dalam mempertahankan kondisi kesehatan dan kemampuan hidup mandiri pada usia lanjut.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional.Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PASE yang diadaptasi dari Washburn, serta kuesioner FFQ yang diadaptasi dari Willet.Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Alpha Cronbach kuesioner FFQ ≥ 0,801 dan PASE sebesar 0,813.Mayoritas responden melakukan aktivitas dalam kategori baik sekitar 26 (81,3%), mayoritas berpola makan baik 25 (78,1%), memiliki kada gula darah normal 22 (68,8%).Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan pola makan terhadap kadar gula darah dengan nilai p-value sebesar 0,015.Semakin baik pola makan dan aktivitas fisik, maka semakin stabil kadar gula darah pada lansia.
Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi longitudinal untuk memperkuat hubungan sebab-akibat antara aktivitas fisik, pola makan, dan kadar gula darah. Selain itu, penelitian perlu mempertimbangkan variabel perancu seperti indeks massa tubuh, penggunaan obat antidiabetes, dan riwayat penyakit kronis untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak pendidikan kesehatan berbasis komunitas terhadap perubahan gaya hidup lansia dalam mengelola kadar gula darah.
| File size | 323.43 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UnmulUnmul Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas senam aerobik terhadap pengendalian tekanan darah pada klien hipertensi di Desa Genteng Kulon,Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas senam aerobik terhadap pengendalian tekanan darah pada klien hipertensi di Desa Genteng Kulon,
JQWHJQWH 05; CI=95%). Analisis: Gangguan aktivitas metabolik monoamin di otak yang berperan dalam fisiologi tidur dan terjadinya gangguan tidur pada seseorang dengan05; CI=95%). Analisis: Gangguan aktivitas metabolik monoamin di otak yang berperan dalam fisiologi tidur dan terjadinya gangguan tidur pada seseorang dengan
JQWHJQWH Sampel dalam penelitian ini adalah Sebagian ibu yang memiliki anak usia 1-3 Tahun Di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai bulan Juli-Agustus 2021 yaituSampel dalam penelitian ini adalah Sebagian ibu yang memiliki anak usia 1-3 Tahun Di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai bulan Juli-Agustus 2021 yaitu
JQWHJQWH pH saliva adalah cairan kental yang diproduksi oleh kelenjar saliva. Daun binahong memiliki sifat kimia, yaitu saponin, alkaloid, polifenol dan triterpenoid.pH saliva adalah cairan kental yang diproduksi oleh kelenjar saliva. Daun binahong memiliki sifat kimia, yaitu saponin, alkaloid, polifenol dan triterpenoid.
JQWHJQWH Menurut Riskesdas tahun 2013, prevalensi anemia di Indonesia yaitu 21,7% dengan penderita anemia berumur 5-14 tahun sebesar 26,4% dan 18,4% penderita berumurMenurut Riskesdas tahun 2013, prevalensi anemia di Indonesia yaitu 21,7% dengan penderita anemia berumur 5-14 tahun sebesar 26,4% dan 18,4% penderita berumur
JQWHJQWH Hal ini terbukti melalui perbedaan rerata serta tingkat signifikansi perbandingan antar kelompok, nilai rerata kelompok dengan latihan adalah 20,84 danHal ini terbukti melalui perbedaan rerata serta tingkat signifikansi perbandingan antar kelompok, nilai rerata kelompok dengan latihan adalah 20,84 dan
JQWHJQWH Hasil wawancara dari 10 ibu pre operasi sectio caesarea terdapat 7 ibu merasa cemas ditandai dengan ibu mengeluh susah tidur, sering kencing bahkan selaluHasil wawancara dari 10 ibu pre operasi sectio caesarea terdapat 7 ibu merasa cemas ditandai dengan ibu mengeluh susah tidur, sering kencing bahkan selalu
JQWHJQWH Rata-rata kecukupan ASI sebelum dilakukan pemijatan adalah 3050. Terdapat pengaruh signifikan antara kombinasi pijat Woolwich dan oksitosin terhadap kecukupanRata-rata kecukupan ASI sebelum dilakukan pemijatan adalah 3050. Terdapat pengaruh signifikan antara kombinasi pijat Woolwich dan oksitosin terhadap kecukupan
Useful /
UGMUGM Penelitian ini membahas kesenjangan yang signifikan dalam literatur dengan memberikan analisis komprehensif tentang hubungan antara keragaman populasi,Penelitian ini membahas kesenjangan yang signifikan dalam literatur dengan memberikan analisis komprehensif tentang hubungan antara keragaman populasi,
UnmulUnmul Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder SSGI 2024. Unit analisis adalah balita usia 0–59 bulan.Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder SSGI 2024. Unit analisis adalah balita usia 0–59 bulan.
UnmulUnmul Dengan metode one group pre‑test dan post‑test, sampel 39 orang ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung melalui teknik purposive sampling.Dengan metode one group pre‑test dan post‑test, sampel 39 orang ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung melalui teknik purposive sampling.
JQWHJQWH Salah satu fungsi keluarga, terutama orang tua, adalah mengontrol perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku pacaran remajaSalah satu fungsi keluarga, terutama orang tua, adalah mengontrol perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku pacaran remaja