UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit sistemik yang disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah. Prevalensi DM meningkat setiap tahunnya di dunia hingga mencapai 693 juta pada tahun 2045. Particulate Matter 2.5 (PM2.5) diduga berkontribusi terhadap peningkatan angka kejadian DM. Tujuan penelitian ini adalah melakukan literatur review artikel mengenai pengaruh partikulat matter terhadap DM. Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review dengan kriteria inklusi: artikel lima tahun terakhir (2019–2024) yang terindeks Scopus dari Q1 hingga Q4. Pencarian dilakukan menggunakan mesin pencari PRISMA dan aplikasi Watase Uake, sehingga diperoleh tiga artikel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara PM2.5 dan retinopati diabetik (DR) dengan konsumsi alkohol sebesar 1,29 (1,01–1,66). Kejadian DR untuk setiap peningkatan 10-μg/m³ pada partikulat dengan diameter ≤2,5 dan 2,5–10-μm masing-masing adalah 1,29 (1,11–1,50) dan 1,37 (1,17–1,61). Terdapat pula hubungan antara PM2.5 dengan kejadian nefropati diabetes dan konsumsi alkohol. Paparan jangka panjang sangat berhubungan erat dengan kadar hsCRP. Peningkatan adiponektin lebih kuat diamati pada peserta non-obesitas. Peningkatan 10 μg/m³ paparan PM2.5 meningkatkan kemungkinan terkena retinopati diabetik sebesar 41%.

5 dan PM10 menunjukkan korelasi yang kuat terhadap diabetes melitus dan berisiko menyebabkan komplikasi retinopati.Semakin tinggi paparan partikulat, semakin besar pula risiko terjadinya retinopati diabetik pada pasien diabetes.Oleh karena itu, sangat penting untuk mengurangi paparan PM2.5 dan PM10 guna menurunkan risiko DM dan komplikasinya.

Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi udara tinggi untuk mengevaluasi pengaruh jangka panjang paparan PM2.5 terhadap perkembangan diabetes melitus dan komplikasi mikrovaskuler seperti retinopati dan nefropati, terutama pada populasi rentan seperti lansia dan penderita obesitas. Kedua, diperlukan studi kuantitatif yang mengukur perubahan biomarker inflamasi dan stres oksidatif (seperti hsCRP, adiponektin, dan IL-1RA) akibat paparan PM2.5 pada individu sehat dan penderita prediabetes untuk memahami mekanisme awal terjadinya disfungsi metabolik. Ketiga, sebaiknya dikembangkan penelitian intervensi yang mengevaluasi efektivitas penggunaan alat filtrasi udara di rumah atau tempat kerja dalam menurunkan risiko kejadian diabetes pada kelompok yang sering terpapar polusi udara, sebagai upaya preventif berbasis lingkungan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperdalam pemahaman kausalitas, mekanisme biologis, dan solusi perlindungan yang dapat diukur secara ilmiah.

  1. The Roles of Liver Inflammation and the Insulin Signaling Pathway in PM2.5 Instillation-Induced Insulin... hindawi.com/journals/dm/2021/2821673The Roles of Liver Inflammation and the Insulin Signaling Pathway in PM2 5 Instillation Induced Insulin hindawi journals dm 2021 2821673
Read online
File size442.71 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test