UnwahasUnwahas

Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikJurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit respirasi yang ditandai dengan hambatan aliran udara yang persisten dan berhubungan dengan peningkatan respons inflamasi kronis terhadap gas atau partikel iritan tertentu. Penatalaksanaan PPOK menggunakan kombinasi obat untuk mengatasi gejala penyakit tersebut, yang bervariasi tergantung kondisi pasien. Kombinasi obat-obatan ini berpotensi mengakibatkan terjadinya interaksi antar obat, salah satu Drug Related Problem (DRP). DRP ini dapat berupa perubahan efek suatu obat akibat diberikan bersamaan dengan obat lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terapi farmakologi dan potensi interaksi obat pada terapi pasien PPOK di Rumah Sakit Umum Daerah S.K. Lerik Kupang. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian deskriptif non-eksperimental dan observasional dengan menggunakan data retrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah data rekam medik pasien PPOK yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah S.K. Lerik Kupang dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan terapi pasien PPOK di RSUD S.K. Lerik sebagian besar menggunakan kombinasi terapi kortikosteroid (metilprednisolon), bronkodilator (salbutamol), dan antibiotik (seftriakson). Potensi kejadian interaksi obat tertinggi adalah pada tingkat keparahan ringan, yaitu interaksi antara metilprednisolon dan salbutamol yang diberikan kepada semua pasien (12 pasien).

Penanganan terapi pasien PPOK di RSUD S.Lerik sebagian besar menggunakan kombinasi terapi kortikosteroid (metilprednisolon), bronkodilator (salbutamol), dan antibiotik (seftriakson).Potensi interaksi obat paling tinggi terjadi pada tingkat keparahan ringan, yaitu interaksi antara metilprednisolon dan salbutamol yang diberikan kepada semua pasien (12 pasien).Interaksi ini bersifat farmakodinamik sinergistik dan berpotensi menyebabkan hipokalemia, hipertensi, dan aritmia, sehingga perlu pemantauan kadar kalium serum selama terapi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana pemantauan rutin kadar kalium serum pada pasien PPOK yang menerima kombinasi metilprednisolon dan salbutamol dapat memengaruhi kejadian aritmia atau komplikasi kardiovaskular selama rawat inap. Studi selanjutnya juga dapat mengevaluasi efektivitas penggantian salbutamol dengan bronkodilator kerja panjang seperti salmeterol atau formoterol yang mungkin mengurangi risiko interaksi farmakodinamik tanpa mengurangi efikasi terapi. Selain itu, penelitian baru dapat mengidentifikasi apakah penggunaan antibiotik makrolida seperti azithromycin bersamaan dengan metilprednisolon dan salbutamol meningkatkan risiko perpanjangan interval QT pada pasien lanjut usia dengan komorbiditas jantung, dan bagaimana strategi pengelolaan multitarget seperti penyesuaian dosis atau pemberian suplemen elektrolit dapat mengurangi risiko ini secara klinis.

  1. Proton pump inhibitors use is associated with a lower risk of acute ex | COPD. proton pump inhibitors... doi.org/10.2147/COPD.S157761Proton pump inhibitors use is associated with a lower risk of acute ex COPD proton pump inhibitors doi 10 2147 COPD S157761
  2. Analisis Polifarmasi dan Interaksi Obat PPOK pada Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Karya Medika... cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/332Analisis Polifarmasi dan Interaksi Obat PPOK pada Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Karya Medika cerdika publikasiindonesia index php cerdika article view 332
  3. GOLD in Practice: Chronic Obstructive Pulmonary Disease Treatment and | COPD. gold practice chronic obstructive... dovepress.com/gold-in-practice-chronic-obstructive-pulmonary-disease-treatment-and-m-peer-reviewed-fulltext-article-COPDGOLD in Practice Chronic Obstructive Pulmonary Disease Treatment and COPD gold practice chronic obstructive dovepress gold in practice chronic obstructive pulmonary disease treatment and m peer reviewed fulltext article COPD
  1. #pasien hipertensi#pasien hipertensi
  2. #sectio caesarea#sectio caesarea
Read online
File size784.59 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-1f9
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test