POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA

Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaProsiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Pandemi COVID-19 mengakibatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kurang optimal. Penderita Diabetes Mellitus tidak dapat memeriksakan diri pada kegiatan Prolanis atau Posbindu. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa pengidap diabetes mellitus merupakan penyakit penyerta yang memperparah risiko terinfeksi COVID-19. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan terhadap 20 anggota keluarga yang menderita diabetes mellitus. Tahapan kegiatan dimulai dengan survei mawas diri, koordinasi lintas sektor, pembentukan dukungan dan sosialisasi keluarga, pendidikan dan pendampingan keluarga. Responden pengabdian masyarakat sebagian besar berjenis kelamin perempuan (75%) yang memiliki hubungan sebagai anak dari penderita diabetes mellitus (DM). Hasil survei dukungan keluarga terhadap penderita diabetes menggunakan Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) ditemukan bahwa 50% keluarga selalu memberikan dukungan emosional dan penghargaan. 40% keluarga sering memberikan dukungan dan partisipasi instrumental. Tingkat pengetahuan KP-DSME berada pada kategori baik setelah diberikan pendidikan 80%. Partisipasi KP-DSME sangat dibutuhkan oleh pasien DM yang harus menjalani pengobatan seumur hidup. Pemahaman dan kontrol keluarga terhadap perawatan diri melalui 5 pilar DM meningkatkan derajat kesehatan pasien DM.

Kegiatan pengabdian masyarakat pada Kelompok Pendamping Diabetes Self-Management Education (KP-DSME) dapat melibatkan partisipasi keluarga dalam perawatan diri penderita DM di Kelurahan Keniten.Terdapat peningkatan pengetahuan KP-DSME setelah diberikan edukasi tentang DM, tatalaksana 5 pilar dan peran keluarga dalam perawatan.Program KP-DSME merupakan hal baru dan masih dalam lingkup yang terbatas sehingga perlu dilakukan tindak lanjut dan advokasi dengan pihak terkait.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi berbasis keluarga yang lebih komprehensif, termasuk pelatihan keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah bagi anggota keluarga. Kedua, studi longitudinal diperlukan untuk mengamati dampak jangka panjang dari dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan, kontrol gula darah, dan kualitas hidup pasien diabetes. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam pengalaman dan persepsi anggota keluarga dalam memberikan dukungan kepada penderita diabetes, serta hambatan dan fasilitator yang mereka hadapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk mengembangkan program edukasi dan intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan manajemen diri diabetes melalui pemberdayaan keluarga, sehingga dapat berkontribusi pada penurunan angka komplikasi dan peningkatan kualitas hidup penderita diabetes di masyarakat.

Read online
File size558.29 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test