GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER

Jurnal Greenation Pertanian dan PerkebunanJurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi untuk digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami, karena bawang merah mengandung hormon auksin yang dapat memacu pertumbuhan akar pada tanaman selada. Percobaan lapangan dilaksanakan di Kebun Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri 6 perlakuan yaitu A = Kontrol, B= 10 ml/l ekstrak bawang merah, C= 15 ml/l, D = 20 ml/l , E = 25 ml/l dan F = 30 ml/l dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak bawang merah sebagai auksin berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar dan panjang daun. Pemberian ekstrak bawang dengan konsentrasi 10 ml/l berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar dan panjang daun.

Pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, dan panjang daun.Aplikasi ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 10 ml/l memberikan hasil terbaik bagi pertumbuhan selada keriting varietas Grand Rapid.Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji ekstrak bawang merah pada varietas selada dan jenis sayuran lainnya, baik dalam media polybag maupun bedengan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada lain selain Grand Rapid, guna mengetahui apakah respons pertumbuhan berbeda karena faktor genetik. Kedua, penting untuk menguji pemberian ekstrak bawang merah pada jenis sayuran daun lain seperti sawi atau bayam, untuk melihat spektrum pengaruhnya secara lebih luas dan potensi aplikasinya dalam budidaya beragam tanaman. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi perbandingan antara pemberian ekstrak bawang merah dalam sistem polybag dan bedengan konvensional, termasuk analisis kondisi lingkungan mikro dan stabilitas hormon, agar diketahui manakah metode aplikasi yang lebih efektif dan efisien dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi pemanfaatan zat pengatur tumbuh alami yang murah, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di kalangan petani perkotaan maupun pedesaan.

  1. Vol. 2 No. 4 (2024): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (November 2024) | Jurnal Greenation... doi.org/10.38035/jgpp.v2i4Vol 2 No 4 2024 JGPP Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan November 2024 Jurnal Greenation doi 10 38035 jgpp v2i4
Read online
File size406.34 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test