UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Acute Kidney Injury (AKI) didefinisikan sebagai kondisi gangguan fungsi ginjal secara mendadak. Indikator utama keparahan AKI adalah peningkatan kadar kreatinin. Salah satu zat yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan merusak sistem ginjal adalah Monosodium glutamate (MSG). MSG dengan dosis 4,8g/kgBB terbukti menyebabkan kerusakan pada ginjal tikus. Flavonoid yang ditemukan pada tumbuhan berfungsi sebagai antioksidan alami dengan kemampuannya menangkal molekul radikal bebas. Salah satu tumbuhan tersebut adalah daun kemangi (Ocimum sanctum). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kemangi terhadap kadar kreatinin tikus putih yang diinduksi Monosodium glutamate (MSG). Metode: Tikus pada penelitian ini berjumlah 25 tikus dibagi ke 5 kelompok: kontrol negatif (aquadest dan pakan standar), positif (MSG 4,8g/kgBB selama 14 hari), dan tiga kelompok perlakuan (MSG ekstrak kemangi dengan dosis 700 mg/kgBB, 1.050 mg/kgBB, dan 1.400 mg/kgBB selama 10 hari). Analisis data menggunakan uji One Way Anova diikuti dengan Post Hoc Tamhane. Hasil: Hasil uji One Way Anova terhadap kadar kreatinin menunjukkan terdapat pengaruh setelah pemberian ekstrak daun kemangi diantara kelima kelompok perlakuan p = 0,000. Hasil uji Post Hoc Tamhane menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki aktivitas menghambat pembentukan kadar kreatinin yang efektif pada dosis 1.050 mg/kgBW p = 0,011. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat menurunkan kadar kreatinin yang diinduksi Monosodium glutamate (MSG).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat menurunkan kadar kreatinin yang diinduksi Monosodium glutamate (MSG).Pemberian ekstrak daun kemangi pada dosis 700 mg/kgBB, 1.400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar kreatinin pada tikus yang diinduksi monosodium glutamate (MSG) dengan p-value 0,000, dengan dosis 1.Pemberian MSG dengan dosis 4,8g/kgBB meningkatkan kadar kreatinin pada tikus putih.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi pengaruh pemberian MSG terhadap berat badan tikus, guna memahami dampak sistemik dari paparan MSG. Kedua, penting untuk menguji efektivitas ekstrak daun kemangi pada dosis yang lebih tinggi untuk mengidentifikasi potensi *ceiling effect*, yaitu titik di mana peningkatan dosis tidak lagi memberikan peningkatan efek terapeutik. Ketiga, penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan analisis histopatologi untuk mengevaluasi kerusakan ginjal secara lebih rinci, memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme perlindungan yang ditawarkan oleh ekstrak daun kemangi. Terakhir, penelitian pengembangan ekstrak daun kemangi sebagai bahan obat yang aman bagi konsumsi manusia perlu dilakukan, termasuk uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan terapi alternatif untuk mencegah dan mengobati gangguan ginjal akibat paparan MSG.

  1. Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober :Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran | JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN.... doi.org/10.55606/jurrike.v2i2Vol 2 No 2 2023 Oktober Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN doi 10 55606 jurrike v2i2
Read online
File size241.52 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test