JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)

Penelitian ini bertujuan untuk meng. Waktu penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2022-2023. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuasi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Buko sebanyak 50 siswa. Responden pada penelitian ini sebanyak 22 siswa. Data penelitian ini diperoleh dengan cara memberikan tes pilihan ganda beralasan sebanyak 10 nomor pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6% siswa mengalami paham konsep, siswa yang mengalami kurang paham konsep 55,2%, siswa mengalami false positive 6,2%, siswa yang mengalami false negative 12,4%, dan siswa yang mengalami miskonsepsi 20,2%.

Siswa SMA Negeri 1 Buko sebagian besar berada pada kategori kurang paham konsep dengan persentase mencapai 55,2%.Selain itu, terdapat siswa yang mengalami miskonsepsi sebesar 20,2%, false negative 12,4%, serta false positive 6,2%, menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemahaman konsep fluida dinamis.Kurangnya pemahaman konsep ini diduga berasal dari internal siswa maupun proses pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana model pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi fluida dinamis dibandingkan metode konvensional, terutama dalam mengatasi miskonsepsi dan false negative. Kedua, perlu diteliti pengaruh penerapan media simulasi digital interaktif terhadap peningkatan keyakinan konseptual (confidence level) dan pengurangan false positive pada materi fluida dinamis. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi perbedaan tingkat konsepsi siswa antar sekolah di daerah perkotaan dan pedesaan menggunakan instrumen four-tier test, guna mengidentifikasi faktor kontekstual seperti fasilitas belajar dan akses terhadap sumber belajar yang memengaruhi pemahaman konsep fisika. Penelitian-penelitian ini dapat membantu merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran dan personal. Studi lanjutan juga dapat menguji efektivitas pendekatan remedial berbasis hasil tes diagnostik untuk memperbaiki miskonsepsi secara sistematis. Selain itu, penting untuk menyelidiki peran motivasi belajar dan kecemasan terhadap fisika dalam memengaruhi tingkat keyakinan siswa. Kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian lanjutan akan memberikan gambaran yang lebih utuh. Fokus pada aspek afektif bersamaan dengan kognitif dapat mengungkap akar masalah yang lebih dalam. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan modul pembelajaran yang berbasis diagnosis awal. Dengan demikian, intervensi pembelajaran menjadi lebih relevan dan efektif bagi setiap siswa.

  1. Identifikasi Miskonsepsi dan Penyebab Miskonsepsi Siswa Menggunakan Four-Tier Diagnostic Test Pada Sub-Materi... doi.org/10.21009/1.03208Identifikasi Miskonsepsi dan Penyebab Miskonsepsi Siswa Menggunakan Four Tier Diagnostic Test Pada Sub Materi doi 10 21009 1 03208
  2. Remediasi Miskonsepsi Peserta Didik Pada Materi Optik Dengan Teknik CRI Modifikasi Melalui Model Learning... jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JPFT/article/view/835Remediasi Miskonsepsi Peserta Didik Pada Materi Optik Dengan Teknik CRI Modifikasi Melalui Model Learning jurnalfkip unram ac index php JPFT article view 835
Read online
File size643.36 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test