JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah Remedial Teaching dapat mengurangi kesalahan konsep fisika siswa pada materi suhu dan kalor di kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Bambalamotu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 1 Bambalamotu yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes yang berupa tes diagnostik berbentuk pilihan ganda berasalan (Two Tier Multiple Choice Test) yang berkaitan dengan materi suhu dan kalor. Analisis data dilakukan dengan mencari persentase pemahaman konsep siswa, tidak paham konsep dan miskonsepsi dari masing-masing indikator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa SMA Negeri 1 Bambalamotu dikelas XI MIPA 2 pada materi suhu dan kalor masih tergolong rendah. Pada penelitian ini diperoleh rata-rata nilai siswa yang diberikan tes diagnostik sebelum dilakukan remedial teaching itu tidak mencapai KKM dimana miskonsepsi siswa masih sangat tinggi namun setelah diberikan remedial teaching nilai rata-rata siswa sangat meningkat dan mencapai KKM dan miskonsepsi siswa menurun. Dapat disimpulkan bahwa remedial teaching dapat mengurangi miskonsepsi pada siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian remedial teaching dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan mengurangi kesalahan konsep atau miskonsepsi pada materi suhu dan kalor.Secara keseluruhan, pemahaman konsep siswa meningkat menjadi 68,5%, ketidakpahaman konsep menurun menjadi 15%, dan miskonsepsi siswa berkurang menjadi 16%.Penelitian ini merekomendasikan agar guru menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan siswa lebih aktif dalam pembelajaran untuk menghindari miskonsepsi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai metode remedial teaching lainnya, seperti penggunaan media pembelajaran interaktif atau pendekatan peer tutoring, dalam mengurangi miskonsepsi siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen tes diagnostik yang lebih komprehensif dan valid untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada berbagai topik fisika lainnya. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas remedial teaching, seperti gaya belajar siswa, motivasi belajar, dan dukungan orang tua. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fisika dan mengatasi masalah miskonsepsi siswa secara lebih efektif. Dengan demikian, siswa dapat memiliki pemahaman konsep fisika yang lebih mendalam dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Diagnosis Miskonsepsi Siswa SMA di Kota Malang pada Konsep Suhu dan Kalor Menggunakan Three Tier Test... doi.org/10.29303/jpft.v2i3.295Diagnosis Miskonsepsi Siswa SMA di Kota Malang pada Konsep Suhu dan Kalor Menggunakan Three Tier Test doi 10 29303 jpft v2i3 295
  2. IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) PADA KONSEP... doi.org/10.15408/es.v6i2.1117IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX CRI PADA KONSEP doi 10 15408 es v6i2 1117
Read online
File size659.95 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test