JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan literasi sains peserta didik pada materi getaran dan gelombang di SMP Negeri 14 Pontianak dan menguji perbedaan kemampuan pada setiap aspek literasi sains. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes berbentuk essay yang terdiri dari 15 soal berbasis literasi sains. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX di SMP Negeri 14 Pontianak dengan jumlah 174 orang. Literasi sains yang diukur meliputi aspek konten sain, proses sains, dan konteks sains. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik pada materi getaran dan gelombang sebesar 33,70% untuk aspek konten sains, 44,60% untuk aspek proses sains, dan 42,00% pada aspek konteks sains. Berdasarkan uji Kruskall-Wallis diperoleh hasil analisis bahwa terdapat perbedaan kemampuan peserta didik pada setiap aspek literasi sains. Bagi peneliti lain diharapkan dapat menerapkan pembelajaran sains yang menitikberatkan pada aspek konten sains.

Kemampuan literasi sains peserta didik di SMP Negeri 14 Pontianak termasuk dalam kategori sedang.Pada aspek konten sains sebesar 33,70%, aspek proses sains sebesar 44,60%, dan aspek konteks sains sebesar 42,00%.Terdapat perbedaan kemampuan literasi sains peserta didik antara aspek konten sains dengan proses sains, serta antara konten sains dengan konteks sains.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian yang menguji efektivitas model pembelajaran berbasis masalah nyata sehari-hari terhadap peningkatan kemampuan literasi sains pada aspek konten, terutama dalam materi getaran dan gelombang. Kedua, diperlukan penelitian lanjutan yang merancang dan menguji instrumen asesmen literasi sains berbasis PISA yang lebih kontekstual dan terintegrasi secara utuh antar aspek, untuk digunakan secara luas di sekolah-sekolah. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk mengidentifikasi akar penyebab miskonsepsi siswa terhadap konsep dasar getaran dan gelombang, serta bagaimana pembelajaran dapat dirancang untuk mengoreksi kesalahpahaman tersebut secara sistematis. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dengan temuan saat ini yang menunjukkan rendahnya kemampuan pada aspek konten sains, dan dapat memberikan kontribusi nyata dalam perbaikan kualitas pembelajaran fisika di tingkat SMP.

  1. PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMP TEMA LIMBAH DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA... doi.org/10.15408/es.v7i2.1750PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMP TEMA LIMBAH DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA doi 10 15408 es v7i2 1750
  2. DESKRIPSI KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS IX DI SMPN 3 MAKASSAR | Harlina | Jurnal IPA Terpadu.... doi.org/10.35580/ipaterpadu.v3i2.12320DESKRIPSI KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS IX DI SMPN 3 MAKASSAR Harlina Jurnal IPA Terpadu doi 10 35580 ipaterpadu v3i2 12320
  3. ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA ASPEK KONTEKS DAN KNOWLEDGE MENGGUNAKAN COOPERATIVE PROPLEM SOLVING... journal.trunojoyo.ac.id/nser/article/view/6238ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA ASPEK KONTEKS DAN KNOWLEDGE MENGGUNAKAN COOPERATIVE PROPLEM SOLVING journal trunojoyo ac nser article view 6238
Read online
File size287.22 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test