JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika pada materi elastisitas dan hukum hooke. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 9 Palu yang dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan berpikir kritis dan tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil analisis hubungan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan pemecahan masalah menunjukkan bahwa nilai korelasi yang diperoleh sebesar r = 0,532 berada pada kategori sedang dengan kontribusi kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan pemecahan masalah sebesar 36,8%. Hubungan antara indikator kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan pemecahan masalah pada indikator ke-1 diperoleh korelasi sebesar 0,496 dengan koefisien determinasi sebesar 24,63%, indikator ke-2 diperoleh korelasi sebesar 0,622 dengan koefisien determinasi sebesar 38,66%, indikator ke-3 diperoleh korelasi sebesar 0,397 dengan koefisien determinasi sebesar 15,76% dan indikator ke-4 diperoleh korelasi sebesar 0,139 dengan koefisien determinasi sebesar 1,94%.

Terdapat hubungan positif antara kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika siswa, dengan nilai korelasi sebesar 0,532 yang termasuk dalam kategori sedang dan kontribusi sebesar 28,26%.Indikator kemampuan berpikir kritis yang paling kuat berhubungan dengan pemecahan masalah adalah membangun keterampilan dasar (r = 0,622) dengan kontribusi 38,66%.Indikator menyusun strategi dan taktik memiliki korelasi paling rendah (r = 0,139) dengan kontribusi hanya 1,94%.

Pertama, perlu diteliti lebih lanjut mengapa indikator menyusun strategi dan taktik memiliki korelasi sangat rendah terhadap pemecahan masalah meskipun skor persentasenya relatif lebih tinggi, dengan fokus pada strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterkaitan antara perencanaan strategis dan penyelesaian masalah fisika. Kedua, perlu dikaji faktor-faktor lain di luar berpikir kritis yang berkontribusi terhadap 71,74% kemampuan pemecahan masalah, seperti peran minat belajar, latar belakang pengetahuan awal, dan metode mengajar guru dalam konteks materi elastisitas dan hukum Hooke. Ketiga, perlu dilakukan penelitian komparatif untuk memahami bagaimana setiap indikator berpikir kritis berkontribusi secara berbeda dalam berbagai topik fisika, apakah pola hubungan ini konsisten atau berubah tergantung pada kompleksitas materi, guna mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih terfokus dan efektif.

Read online
File size288.08 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test