UMSUMS

Buletin Pengembangan Perangkat PembelajaranBuletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning/PBL) dalam program pengenalan perusahaan bagi Management Trainee di PT Krakatau Steel serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman organisasi dan kompetensi awal peserta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Management Trainee, trainer, dan perwakilan unit kerja, observasi terhadap rangkaian sesi pengenalan perusahaan, serta telaah dokumen modul pelatihan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dalam program pengenalan perusahaan memfasilitasi peserta untuk memahami proses bisnis, struktur organisasi, budaya kerja, dan tantangan strategis perusahaan melalui pemecahan kasus nyata yang diangkat dari konteks PT Krakatau Steel. PBL juga mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, dan pemecahan masalah sejak awal masa penugasan. Namun, ditemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu, variasi pengalaman kerja sebelumnya, dan kesiapan fasilitator dalam mengelola diskusi berbasis masalah. Secara keseluruhan, penerapan PBL dinilai efektif untuk memperkaya program pengenalan perusahaan dan direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan penguatan kapasitas fasilitator dan penyempurnaan bank kasus.

Hasil penelitian menunjukkan pertama, penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning/PBL) dalam program bagi Management Trainee di PT Krakatau Steel terbukti mampu mengubah karakter program semula dari penyampaian informasi satu arah menjadi proses pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual.Integrasi PBL melalui pembahasan kasus-kasus yang bersumber dari konteks bisnis perusahaan menjadikan program pengenalan perusahaan tidak hanya forum orientasi administratif, tetapi sebagai wahana awal pembelajaran organisasi yang mendalam.Kedua, PBL efektif memfasilitasi konstruksi pemahaman organisasi pada beberapa dimensi kunci.Melalui kerja kelompok berbasis kasus, Management Trainee memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai alur proses bisnis, keterkaitan lintas unit, peran aktor dalam struktur organisasi, serta nilai dan budaya kerja yang diharapkan.Pemahaman tentang tantangan strategis perusahaan lebih konkret karena dihubungkan dengan persoalan operasional yang disimulasikan dalam kasus.Dengan demikian, PBL membantu mempercepat proses sosialisasi organisasi sejak fase awal penugasan.Ketiga, penerapan PBL dalam program pengenalan perusahaan berkontribusi pada pengembangan kompetensi awal Management Trainee yang relevan dengan tuntutan peran di masa mendatang.Temuan menunjukkan adanya penguatan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas identifikasi masalah, analisis data, dan argumentasi solusi.pengembangan kerja sama tim dan komunikasi melalui dinamika diskusi dan presentasi kelompok.serta peningkatan keterampilan pemecahan masalah dan orientasi solusi ketika peserta dihadapkan pada situasi tanpa satu jawaban benar.Kompetensi-kompetensi ini menjadi fondasi penting bagi pembentukan calon pemimpin organisasi.Keempat, efektivitas PBL dalam program ini masih dibatasi oleh sejumlah kendala implementatif.Keterbatasan waktu program dan padatnya materi mengakibatkan beberapa siklus PBL tidak dapat berlangsung secara utuh, terutama pada tahap analisis mendalam dan refleksi.Variasi latar belakang pendidikan peserta menimbulkan perbedaan dalam mengikuti pembelajaran yang berimplikasi pada dinamika partisipasi dalam kelompok.Selain itu, kesiapan fasilitator yang belum merata dalam memainkan peran sebagai pengalami pembelajaran berbasis masalah, serta keterbatasan dan sistematisnya pengelolaan bank kasus, turut mempengaruhi konsistensi kualitas penerapan PBL antar sesi.Kelima, secara keseluruhan, PBL dapat disimpulkan sebagai pendekatan yang efektif dan potensial untuk memperkaya program pengenalan perusahaan bagi Management Trainee di PT Krakatau Steel.PBL tidak hanya memperdalam pemahaman organisasi dan membentuk kompetensi awal yang strategis, tetapi juga membuka peluang pengembangan onboarding berbasis pembelajaran aktif di lingkungan korporasi.Namun, agar potensi tersebut tercapai secara optimal, diperlukan penguatan pengaturan alokasi waktu), pengembangan kapasitas fasilitator dalam memfasilitasi pembelajaran, serta penyusunan dan pembaruan bank kasus yang relevan dengan dinamika terkini perusahaan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan program pengenalan perusahaan yang lebih fokus pada pembelajaran aktif dan partisipatif, dengan memanfaatkan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) sebagai strategi utama. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan alokasi waktu untuk sesi PBL, sehingga peserta memiliki kesempatan yang lebih luas untuk melakukan analisis mendalam dan refleksi. Selain itu, perlu dilakukan pelatihan khusus bagi fasilitator agar mereka dapat berperan sebagai pengalami pembelajaran berbasis masalah yang efektif.. . 2. Melakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang dari penerapan PBL dalam program pengenalan perusahaan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kompetensi awal yang terbentuk melalui PBL dapat berkembang dan diterapkan dalam peran-peran yang lebih kompleks di masa mendatang. Dengan demikian, dapat dievaluasi apakah PBL benar-benar efektif dalam mempersiapkan Management Trainee untuk menghadapi tantangan strategis perusahaan.. . 3. Meneliti dan mengembangkan bank kasus yang lebih beragam dan relevan dengan dinamika terkini perusahaan. Bank kasus yang kaya dan up-to-date akan memastikan bahwa kasus-kasus yang digunakan dalam PBL benar-benar mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi oleh PT Krakatau Steel. Hal ini akan meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran, serta memastikan bahwa peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam situasi yang serupa di dunia kerja.

  1. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Program Pengenalan Perusahaan ke Management Trainee... journals2.ums.ac.id/bppp/article/view/13642Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Program Pengenalan Perusahaan ke Management Trainee journals2 ums ac bppp article view 13642
  2. Perception of Teachers Regarding Problem-Based Learning and Traditional Method in the Classroom Learning... journals2.ums.ac.id/index.php/ijolae/article/view/8975Perception of Teachers Regarding Problem Based Learning and Traditional Method in the Classroom Learning journals2 ums ac index php ijolae article view 8975
  3. THE EFFECTIVENESS OF AN ORGANIZATIONAL‐LEVEL ORIENTATION TRAINING PROGRAM IN THE SOCIALIZATION... onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1744-6570.2000.tb00193.x?utm_source=chatgpt.comTHE EFFECTIVENESS OF AN ORGANIZATIONALyAAAaLEVEL ORIENTATION TRAINING PROGRAM IN THE SOCIALIZATION onlinelibrary wiley doi abs 10 1111 j 1744 6570 2000 tb00193 x utm source chatgpt
  4. "Problem-Based Learning: An Overview of its Process and Impact on Learn" by Elaine H.J. Yew... doi.org/10.1016/j.hpe.2016.01.004Problem Based Learning An Overview of its Process and Impact on Learn by Elaine H J Yew doi 10 1016 j hpe 2016 01 004
Read online
File size298.74 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test