UNIMEDUNIMED

Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan MatematikaJurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi Teorema Pythagoras sekaligus tingkat resiliensi matematis mereka, serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel berjumlah 29 siswa kelas VIII C SMP Negeri 11 Kota Pontianak. Data diperoleh melalui tes uraian problem solving berbasis empat langkah Polya (memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, meninjau kembali) dan angket resiliensi matematis 24 pernyataan skala Likert (1–5) yang memuat enam indikator (ketekunan/percaya diri, sosialisasi/kolaborasi, kreativitas solusi, pembelajaran dari kegagalan, rasa ingin tahu/refleksi, kontrol emosi). Analisis deskriptif menunjukkan kemampuan problem solving berada pada kategori sedang; indikator devising a plan dan carrying out the plan berada pada kategori sedang (50%), sedangkan understanding the problem dan look back pada kategori tinggi (25%). Resiliensi matematis secara umum berkategori sedang dengan dominasi 66,67% pada indikator sosialisasi/kolaborasi, kreativitas solusi, belajar dari kegagalan, dan rasa ingin tahu/refleksi; sementara ketekunan/percaya diri serta kontrol emosi tergolong rendah (16,67%). Uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi matematis dan kemampuan problem solving (r = 0,096; p = 0,622; α = 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan problem solving tidak hanya ditentukan oleh resiliensi, melainkan juga dipengaruhi faktor lain seperti penguasaan konsep, strategi pembelajaran, dan motivasi belajar. Implikasi praktis merekomendasikan pembelajaran berbasis masalah yang menumbuhkan refleksi, kolaborasi, dan ketekunan, serta penguatan aspek afektif (resiliensi) secara terstruktur.

Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan pemecahan masalah matematis dan resiliensi matematis siswa kelas VIII C SMP Negeri 11 Kota Pontianak berada pada kategori sedang.Walaupun beberapa siswa sudah mampu memahami permasalahan dan meninjau kembali hasil penyelesaiannya, masih banyak yang mengalami hambatan dalam merancang serta menerapkan langkah penyelesaian secara sistematis.Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi matematis dan kemampuan problem solving (sig.Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir matematis siswa tidak semata-mata dipengaruhi oleh tingkat resiliensi, melainkan juga oleh faktor lain seperti motivasi belajar, strategi pembelajaran yang digunakan, serta penguasaan konsep dasar matematika.Guru perlu memperhatikan pengembangan resiliensi matematis sebagai bagian dari kompetensi afektif siswa, karena resiliensi berperan dalam menumbuhkan sikap pantang menyerah dan motivasi belajar yang berkelanjutan.Penerapan model pembelajaran yang mendorong aktivitas reflektif, kolaboratif, dan kontekstual seperti Problem Based Learning (PBL) dapat menumbuhkan baik resiliensi maupun kemampuan problem solving secara simultan.

Untuk meningkatkan kemampuan problem solving matematis siswa, perlu dipertimbangkan strategi pembelajaran yang inovatif dan menarik, seperti pembelajaran berbasis masalah (PBL). PBL dapat mendorong kerja sama, refleksi, dan ketekunan belajar, serta membantu siswa mengembangkan resiliensi matematis. Selain itu, penting untuk menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, dengan fasilitas seperti media pembelajaran menarik dan ruang diskusi yang memfasilitasi eksplorasi ide. Sekolah juga dapat mendukung pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa dengan menyediakan sumber belajar yang beragam dan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas jumlah sampel dan variabel penelitian, serta mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan gaya mengajar guru, yang dapat memengaruhi resiliensi dan kemampuan pemecahan masalah siswa.

  1. PROBLEM SOLVING: SIGNIFIKANSI, PENGERTIAN, DAN RAGAMNYA | Satya Widya. problem solving signifikansi pengertian... doi.org/10.24246/j.sw.2012.v28.i2.p155-166PROBLEM SOLVING SIGNIFIKANSI PENGERTIAN DAN RAGAMNYA Satya Widya problem solving signifikansi pengertian doi 10 24246 j sw 2012 v28 i2 p155 166
  2. Pengaruh Minat Belajar dan Resiliensi Matematis Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa... doi.org/10.26877/imajiner.v4i4.12268Pengaruh Minat Belajar dan Resiliensi Matematis Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa doi 10 26877 imajiner v4i4 12268
  3. ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DENGAN KONTEKS BUDAYA... jtam.ulm.ac.id/index.php/jurmadikta/article/view/968ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DENGAN KONTEKS BUDAYA jtam ulm ac index php jurmadikta article view 968
  4. Metode Pemecahan Masalah Menurut Polya untuk Mengembangkan Kemampuan Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematis... ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/edumat/article/view/603Metode Pemecahan Masalah Menurut Polya untuk Mengembangkan Kemampuan Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematis ppjp ulm ac journal index php edumat article view 603
  5. Radiocarbon and DNA evidence for a pre-Columbian introduction of Polynesian chickens to Chile | PNAS.... doi.org/10.1073/pnas.0703993104Radiocarbon and DNA evidence for a pre Columbian introduction of Polynesian chickens to Chile PNAS doi 10 1073 pnas 0703993104
Read online
File size717.87 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test