UNTANUNTAN
Jurnal Kajian Pembelajaran dan KeilmuanJurnal Kajian Pembelajaran dan KeilmuanPenelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sesuai model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Proses penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari dua pelajaran. Penilaian kemampuan berpikir kritis diukur menggunakan soal uraian yang diberikan pada akhir setiap siklus pembelajaran sesuai dengan lima indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada siklus 1, hasilnya 60% dalam kategori cukup baik, dan pada siklus kedua, hasilnya 79% dalam kategori baik. Pencapaian siswa pada siklus 1 pada indikator klarifikasi dasar 73% (cukup baik), dukungan dasar 56% (kurang), inferensi 48% (sangat kurang), klarifikasi lanjutan 55% (kurang), strategi dan taktik 67% (cukup baik). Pencapaian pada siklus 2 pada indikator klarifikasi dasar 85% (baik), dukungan dasar 81% (baik), inferensi 74% (baik), klarifikasi lanjutan 77% (baik), strategi dan taktik 67% (baik). Berdasarkan penelitian yang terdiri dari dua siklus ini, diketahui bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis karena siswa dilatih untuk memecahkan masalah dan memperoleh solusi. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah.
Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang ditunjukkan adanya peningkatan setiap indikator kemampuan berpikir kritis peserta didik.Rata-rata kemampuan berpikir kritis yang semula 46% meningkat menjadi 79% setelah menggunakan model problem based learning.
Melihat keberhasilan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada upaya spesifik untuk mengoptimalkan indikator kemampuan menyimpulkan. Meskipun ada peningkatan, indikator ini awalnya merupakan yang terendah, sehingga menarik untuk mengkaji secara mendalam bagaimana variasi implementasi PBL atau integrasi teknik pendukung tertentu, seperti bimbingan terstruktur dalam penalaran logis atau penggunaan studi kasus yang lebih kompleks, dapat secara signifikan memperkuat keterampilan inferensi siswa. Sebagai tambahan, penelitian di masa mendatang juga dapat mengevaluasi keberlanjutan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang diperoleh siswa setelah intervensi PBL berakhir, serta sejauh mana kemampuan ini dapat ditransfer dan diaplikasikan dalam konteks mata pelajaran lain di luar IPA atau dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Investigasi mengenai retensi jangka panjang dan transferabilitas keterampilan ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dampak holistik PBL. Selanjutnya, akan sangat bermanfaat untuk melakukan penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas model PBL dengan model pembelajaran lain, seperti inkuiri terbimbing atau pembelajaran berbasis proyek, dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada jenjang dan karakteristik sekolah yang serupa. Perbandingan ini dapat mengidentifikasi keunggulan komparatif serta konteks paling optimal bagi setiap pendekatan, sekaligus membuka peluang untuk mengidentifikasi faktor-faktor moderasi yang mungkin mempengaruhi hasil pembelajaran, seperti tingkat motivasi awal siswa atau dukungan lingkungan belajar. Pendekatan-pendekatan ini akan memperkaya pemahaman kita tentang strategi pedagogis terbaik untuk menumbuhkan pemikir kritis.
| File size | 204 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
MAYADANIMAYADANI Melalui penggunaan metode ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis setelah mengikuti pembelajaran dengan model Problem BasedMelalui penggunaan metode ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis setelah mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based
ARIMSIARIMSI Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutamaPenelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama
PUTRAGALUHPUTRAGALUH = 0,002 dan posttest Sig. < 0,001), sehingga digunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji menunjukkan nilai Asymp. Sig. = 0,001 (< 0,05), yang berarti= 0,002 dan posttest Sig. < 0,001), sehingga digunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji menunjukkan nilai Asymp. Sig. = 0,001 (< 0,05), yang berarti
OJSOJS Project Based Learning (PBL) berperan penting dalam pembentukan karakter melalui proyek bernilai islami yang menekankan pengalaman langsung, kerja sama,Project Based Learning (PBL) berperan penting dalam pembentukan karakter melalui proyek bernilai islami yang menekankan pengalaman langsung, kerja sama,
AFEKSIAFEKSI Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas X AKN 5 SMKN 2 Jiwan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada siklus kedua dengan nilai rata-rataSubjek penelitian adalah 28 siswa kelas X AKN 5 SMKN 2 Jiwan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada siklus kedua dengan nilai rata-rata
IICETIICET Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun PBL memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, perlu adanya dukungan yang lebih optimalTemuan ini menunjukkan bahwa meskipun PBL memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, perlu adanya dukungan yang lebih optimal
AFEKSIAFEKSI Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran dengan model PBL tampak memotivasi siswa.Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran dengan model PBL tampak memotivasi siswa.
STKIP JBSTKIP JB Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar dengan dan tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A-Match kelas VIISehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar dengan dan tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A-Match kelas VII
Useful /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Therefore, innovation in learning models is needed to support the improvement of students critical thinking skills. One approach that can be used is aTherefore, innovation in learning models is needed to support the improvement of students critical thinking skills. One approach that can be used is a
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian tentang integrasi pendidikan Islam dalam kurikulum PAUD di TK Bina Putra Kledung Pacitan menunjukkanHasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian tentang integrasi pendidikan Islam dalam kurikulum PAUD di TK Bina Putra Kledung Pacitan menunjukkan
UNISSULAUNISSULA Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa dalam kasus tertentu, metode faktorisasi mungkin tidak dapat diterapkan secara langsung atau membutuhkan analisisMeskipun demikian, perlu dipahami bahwa dalam kasus tertentu, metode faktorisasi mungkin tidak dapat diterapkan secara langsung atau membutuhkan analisis
UTPUTP Ada perbedaan dalam usahatani tebu tanam baru dan kepras dalam tahap budidaya. Dalam usahatani tebu tanam, petani menggunakan bibit sebagai input. SedangkanAda perbedaan dalam usahatani tebu tanam baru dan kepras dalam tahap budidaya. Dalam usahatani tebu tanam, petani menggunakan bibit sebagai input. Sedangkan