JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi yang terjadi pada materi gelombang bunyi pada siswa di SMP Kelas VIII Kabupaten Tolitoli dengan menggunakan four-tier diagnostic test. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 60 orang siswa dari kelas VIII SMP Negeri 2 Tolitoli, SMP Negeri 5 Tolitoli, dan SMP Negeri 8 Tolitoli. Penentuan responden menggunakan Teknik purposive sampling yaitu dengan mengambil responden yang mengalami miskonsepsi tertinggi sebanyak 10 orang siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata persentase siswa paham konsep (SC) sebesar 29% yang termasuk dalam kriteria rendah, rata-rata persentase siswa yang kurang pengetahuan (LK) sebesar 33% yang termasuk dalam kriteria sedang, rata-rata persentase siswa yang mengalami miskonsepsi (MSC) sebesar 27% yang termasuk kriteria rendah, rata-rata persentase siswa yang mengalami false positive (FP) sebesar 6% yang termasuk kriteria rendah, rata-rata siswa yang mengalami false negative (FN) sebesar 3% yang termasuk dalam kategori rendah. Adapun hasil identifikasi menunjukan bahwa siswa SMP Negeri di Tolitoli telah memahami dengan baik konsep gelombang dan bunyi sehingga hasil yang dicapai yaitu pada kriteria miskonsepsi yaitu rendah.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Total siswa kelas VIII dari SMP N 2 Tolitoli, SMP N 5 Tolitoli, dan SMP N 8 Tolitoli yang teridentifikasi mengalami miskonsepsi dengan menggunakan four-tier diagnostic test pada materi gelombang bunyi sebesar 27% yang termasuk dalam kriteria rendah.Penyebab terjadinya miskonsepsi pada siswa di SMP N 2 Tolitoli, SMP N 5 Tolitoli, dan SMP N 8 Tolitoli diantaranya konsepsi awal siswa, intuisi yang salah, minat siswa, kurangnya literasi pada siswa, penjelasan guru, kurangnya bahan ajar yang digunakan, metode mengajar guru yang monoton, keterbatasan waktu guru dalam mengajar terlebih saat pandemi Covid-19.Miskonsepsi yang dialami siswa apabila dibiarkan akan berdampak pada pembelajaran yang berkelanjutan dan mengakibatkan kesalahan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi secara mendalam faktor-faktor penyebab miskonsepsi gelombang bunyi pada siswa SMP, seperti pengaruh gaya mengajar guru, kualitas bahan ajar, atau latar belakang pengetahuan awal siswa. Hal ini penting untuk merancang intervensi pembelajaran yang lebih efektif dalam mengatasi miskonsepsi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan pemahaman konsep gelombang bunyi, misalnya dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif atau pendekatan berbasis proyek. Dengan demikian, siswa dapat belajar secara aktif dan mengalami sendiri fenomena gelombang bunyi. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan four-tier diagnostic test sebagai alat evaluasi formatif untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa secara berkala. Hasil evaluasi ini dapat digunakan guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dan memberikan umpan balik yang tepat kepada siswa.
| File size | 724.85 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
INDRAINSTITUTEINDRAINSTITUTE Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket goal setting (Goal Setting Formative Questionnaire) dan angket peak performance (Sport Mental Toughness Questionnaire)Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket goal setting (Goal Setting Formative Questionnaire) dan angket peak performance (Sport Mental Toughness Questionnaire)
UNTAGUNTAG Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran strategi solve it dalam pengembangan kemampuan kognitif siswa dan dapat menjadi dasarPenelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran strategi solve it dalam pengembangan kemampuan kognitif siswa dan dapat menjadi dasar
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Penelitian selanjutnya harus mengeksplorasi penerapan metode ini di sekolah menengah atas, serta studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjangnyaPenelitian selanjutnya harus mengeksplorasi penerapan metode ini di sekolah menengah atas, serta studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjangnya
UNIMEDUNIMED Data dikumpulkan melalui observasi dan tes. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor siswa dari 69,61 (pra-siklus) menjadi 76,15 (siklus I) dan 83,00Data dikumpulkan melalui observasi dan tes. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor siswa dari 69,61 (pra-siklus) menjadi 76,15 (siklus I) dan 83,00
ABULYATAMAABULYATAMA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 36Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 36
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan wawancara terhadap siswa dan akan dinilai berdasarkan indikator yang terpenuhi. Berdasarkan penelitian yangPenelitian ini menggunakan instrumen tes dan wawancara terhadap siswa dan akan dinilai berdasarkan indikator yang terpenuhi. Berdasarkan penelitian yang
UNTAG SMDUNTAG SMD Sampel penelitian berjumlah 111 siswa di SMPN 7 Samarinda. Penetapan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Data penelitian diperoleh menggunakanSampel penelitian berjumlah 111 siswa di SMPN 7 Samarinda. Penetapan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan
UCYUCY Kecerdasan emosional tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Kecerdasan intelektual dan spiritual secara bersama-sama berpengaruhKecerdasan emosional tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Kecerdasan intelektual dan spiritual secara bersama-sama berpengaruh
Useful /
CITRABAKTICITRABAKTI Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket berbasis skala Likert dan dokumentasi nilai rapor siswa. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa yang dipilihTeknik pengumpulan data dilakukan melalui angket berbasis skala Likert dan dokumentasi nilai rapor siswa. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa yang dipilih
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hasil praktikum dan respon siswa, guru, serta ahli media juga menandakan alat ini sangat layak, dengan persentase rata‑rata di atas 89%. Dengan demikian,Hasil praktikum dan respon siswa, guru, serta ahli media juga menandakan alat ini sangat layak, dengan persentase rata‑rata di atas 89%. Dengan demikian,
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Subjek penelitian terdiri dari 14 siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Tikke Raya. Penelitian ini mendeskripsikan secara kualitatif melalui pemberian tesSubjek penelitian terdiri dari 14 siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Tikke Raya. Penelitian ini mendeskripsikan secara kualitatif melalui pemberian tes
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam penerapan aplikasi Quizizz. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalahPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam penerapan aplikasi Quizizz. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah