LP3MKILLP3MKIL

Linggau Jurnal Language Education and LiteratureLinggau Jurnal Language Education and Literature

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Demopalabatin terhadap kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Mazroillah Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan desain control group pretes dan postes. Populasi penelitian adalah kelas VII Madrasah Tsanawiyah Mazroillah Lubuklinggau yang berjumlah 35 siswa, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, sehingga didapatkan kelas VII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Demopalabatin, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 62,80 dan postes 83,60, sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata pretes adalah 61,60 dan postes 72,20. Berdasarkan uji-t pada taraf signifikan α = 0,05, diperoleh thitung 4,13 dan ttabel = 2,03. Karena thitung > ttabel, maka disimpulkan bahwa model pembelajaran Demopalabatin berpengaruh terhadap kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Mazroillah Lubuklinggau.

Berdasarkan pengujian hipotesis, diperoleh thitung sebesar 4,13 dan ttabel sebesar 2,03 pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan 38.Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Demopalabatin berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Mazroillah Lubuklinggau.Penelitian ini mengkonfirmasi efektivitas model Demopalabatin dalam meningkatkan keterampilan bercerita siswa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas model Demopalabatin dengan model pembelajaran lain yang relevan, seperti model pembelajaran berbasis proyek atau problem-based learning, untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling optimal dalam meningkatkan kemampuan bercerita siswa. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan partisipan dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dan tingkat kemampuan akademik untuk menguji generalisasi temuan penelitian ini. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi model Demopalabatin, seperti peran guru, ketersediaan sumber daya, dan karakteristik siswa, untuk memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif bagi pengembangan praktik pembelajaran yang efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam pengembangan keterampilan bercerita siswa.

Read online
File size305.27 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test