UIRUIR

Journal of Research and Education ChemistryJournal of Research and Education Chemistry

Penerapan kurikulum 2013 yang belum diterapkan secara sempurna menjadi salah satu permasalahan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Google Classroom pada model pembelajaran Project Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia khususnya materi laju reaksi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitiannya yaitu Posttest Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini yaitu kelas XI MIA MAN 1 Pekanbaru. Adapun sampel diperoleh dengan menggunakan random sampling. Sehingga diperoleh kelas XI MIA 1 (kelas eksperimen) dan XI MIA 2 (kelas kontrol). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan pengujian Independent T-Test. Berdasarkan hasil pengujian Independent T-Test dengan α = 0,05 diperoleh nilai sig. (2 tailed) sebesar 0.046 (H0 ditolak). Penelitian ini menunjukkan bahwa model Project Based Learning berbantu media Google Classroom memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan model Project Based Learning yang tidak menggunakan media Google Classroom.

Terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar ranah kognitif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi.Model Project Based Learning yang dibantu media Google Classroom memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi laju reaksi.Dengan demikian, penerapan Google Classroom dalam model pembelajaran tersebut efektif meningkatkan pencapaian kognitif siswa dibandingkan tanpa media tersebut.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas model Project Based Learning berbantu Google Classroom terhadap aspek afektif dan psikomotorik siswa, bukan hanya ranah kognitif, untuk memahami dampak holistik dari penggunaan media digital dalam pembelajaran kimia. Kedua, perlu dikaji penerapan model serupa pada materi kimia lainnya seperti termokimia atau kesetimbangan kimia, guna mengevaluasi konsistensi pengaruh positif media pembelajaran berbasis internet terhadap pemahaman materi yang beragam. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan siswa dalam Google Classroom, seperti kebiasaan belajar online, akses perangkat, atau dukungan lingkungan rumah, untuk mengidentifikasi hambatan struktural yang mengurangi manfaat dari media tersebut meskipun model pembelajaran sudah inovatif. Penelitian lanjutan ini dapat membuka jalan untuk penyempurnaan strategi pembelajaran digital yang lebih inklusif, adaptif, dan menyeluruh, sehingga tidak hanya meningkatkan nilai tetapi juga membangun kemandirian dan tanggung jawab belajar siswa secara berkelanjutan. Dengan memahami variabel-variabel tersebut, pendidik dan peneliti dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi siswa, sekolah, dan lingkungan sosialnya. Selain itu, pendekatan ini dapat membantu memastikan bahwa teknologi benar-benar menjadi alat pemerataan akses belajar, bukan justru memperlebar ketimpangan. Kajian terhadap kombinasi model pembelajaran dan media perlu diperluas pada konteks sekolah dengan karakteristik berbeda, termasuk daerah terpencil atau sumber daya terbatas. Hal ini penting untuk menilai keterjangkauan dan keberlanjutan model pembelajaran berbasis teknologi. Dengan demikian, temuan penelitian tidak hanya berlaku untuk sekolah perkotaan dengan fasilitas memadai, tetapi juga dapat diadaptasi secara fleksibel. Penelitian lanjutan harus mengevaluasi aspek kualitatif seperti motivasi belajar, keterlibatan emosional, dan kolaborasi antar siswa dalam lingkungan Google Classroom.

Read online
File size612.53 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test