JBASICJBASIC
Jurnal BasiceduJurnal BasiceduPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas peserta didik dalam pembelajaran sains yang didominasi metode ceramah dan bersifat buku teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas peserta didik melalui penerapan model guided inquiry learning berbasis PhET Simulations. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Desain penelitian menggunakan one grup pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 peserta didik kelas V SD Negeri 2 Bulurejo. Teknik pengambilan data melalui lembar observasi aktivitas peserta didik dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas peserta didik dari pembelajaran 1 dan 2 setelah dilakukan pembelajaran sains melalui model guided inquiry learning berbasis PhET Simulations. Aktivitas peserta didik pada pembelajaran 1 yang terkategori “Aktif mampu meningkat menjadi “Sangat Aktif pada pembelajaran 2. Pemanfaatan media PhET Simulations berhasil membuat peserta didik sangat aktif dalam pembelajaran sains yang diterapkan pada sintaks “Data Collection. Integrasi model guided inquiry berbasis PhET Simulations memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan aktivitas ilmiah peserta didik di setiap sintaks pembelajaran dan mampu memusatkan peserta didik sebagai pembelajar. Penelitian ini menunjukkan suatu kebaruan dengan integrasi model guided inquiry learning dan PhET Simulations terhadap peningkatan aktivitas peserta didik di setiap sintaks yang belum banyak diteliti.
Berdasarkan temuan penelitian, penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing yang dipadukan dengan Simulasi PhET secara signifikan meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran IPAS di SD Negeri 2 Bulurejo, dengan rata‑rata aktivitas kelas naik dari 73,83 % (“Aktif) menjadi 86,33 % (“Sangat Aktif).Hal ini menunjukkan bahwa integrasi model inkuiri yang menyediakan kerangka investigasi dengan PhET yang memfasilitasi eksplorasi visual merupakan solusi efektif terhadap dominasi metode pembelajaran konvensional serta memenuhi tuntutan Kurikulum Merdeka dalam pengembangan keterampilan proses sains.Oleh karena itu, model tersebut direkomendasikan untuk diterapkan pada kelas lain yang mengalami kesulitan memvisualisasikan konsep abstrak guna meningkatkan partisipasi aktif siswa.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penambahan scaffolding khusus pada tahap penyusunan hipotesis memengaruhi kemampuan siswa dalam merumuskan hipotesis selama proses guided inquiry yang didukung PhET Simulations, sehingga dapat mengatasi kendala kognitif yang teridentifikasi. Selain itu, diperlukan studi komparatif dengan desain kelompok kontrol yang membandingkan efektivitas guided inquiry PhET versus media interaktif lain seperti augmented reality dalam meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa, untuk menilai keunggulan relatif masing‑masing pendekatan. Selanjutnya, sebuah penelitian longitudinal selama beberapa semester dapat menilai keberlanjutan peningkatan keterampilan proses sains serta retensi konsep setelah penerapan model ini, sehingga memberikan gambaran tentang dampak jangka panjang pada kemampuan ilmiah siswa. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperkuat bukti empiris serta memberikan pedoman praktis bagi guru dalam mengintegrasikan teknologi simulasi dengan strategi inkuiri di kelas.
- Pengembangan Bahan Ajar IPAS Berbasis Kearifan Lokal Berbantuan Aplikasi Heyzine pada Muatan Cerita Tentang... doi.org/10.54371/jiip.v7i6.4447Pengembangan Bahan Ajar IPAS Berbasis Kearifan Lokal Berbantuan Aplikasi Heyzine pada Muatan Cerita Tentang doi 10 54371 jiip v7i6 4447
- Augmented Reality sebagai Pendukung Inovasi Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan... journal.universitasbumigora.ac.id/upgrade/article/view/4765Augmented Reality sebagai Pendukung Inovasi Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan journal universitasbumigora ac upgrade article view 4765
- Eksplorasi Implementasi Model Inkuiri Terbimbing Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Kemampuan... doi.org/10.47945/misool.v5i1.1904Eksplorasi Implementasi Model Inkuiri Terbimbing Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Kemampuan doi 10 47945 misool v5i1 1904
| File size | 296.91 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPWRUMPWR Ketuntasan belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari kondisi awal sebanyak 3 peserta didik menjadi 16 peserta didik pada akhir siklus. SelainKetuntasan belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari kondisi awal sebanyak 3 peserta didik menjadi 16 peserta didik pada akhir siklus. Selain
JBASICJBASIC Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar pengembangan AR diuji pada jenjang kelas berbeda, melibatkan materi matematika yang lebih kompleks, sertaUntuk penelitian selanjutnya, disarankan agar pengembangan AR diuji pada jenjang kelas berbeda, melibatkan materi matematika yang lebih kompleks, serta
PUTRAGALUHPUTRAGALUH Data dikumpulkan melalui tes berupa kuis Kahoot yang terdiri atas sepuluh butir soal pilihan ganda, serta dokumentasi hasil kuis. Hasil penelitian menunjukkanData dikumpulkan melalui tes berupa kuis Kahoot yang terdiri atas sepuluh butir soal pilihan ganda, serta dokumentasi hasil kuis. Hasil penelitian menunjukkan
PUTRAGALUHPUTRAGALUH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media game Wordwall terhadap minat belajar peserta didik kelas IV SDN 2 Kertajaya. MetodePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media game Wordwall terhadap minat belajar peserta didik kelas IV SDN 2 Kertajaya. Metode
PUTRAGALUHPUTRAGALUH Kemampuan berhitung peserta didik sebelum diterapkannya model Problem Based Learning masih tergolong rendah. Dari 16 peserta didik kelas I SDN 3 Beber,Kemampuan berhitung peserta didik sebelum diterapkannya model Problem Based Learning masih tergolong rendah. Dari 16 peserta didik kelas I SDN 3 Beber,
UIN SUSKAUIN SUSKA 95935 dengan kategori validitas tinggi, dan dari praktisi pendidikan Aikens V yaitu 0. Hasil uji praktikalitas oleh guru PAI dengan nilai momen kappa yaitu95935 dengan kategori validitas tinggi, dan dari praktisi pendidikan Aikens V yaitu 0. Hasil uji praktikalitas oleh guru PAI dengan nilai momen kappa yaitu
MAHADEWAMAHADEWA Jenis penelitian ini termasuk Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Non- Equvalent Control Group Desing. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruhJenis penelitian ini termasuk Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Non- Equvalent Control Group Desing. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh
UNJUNJ dan diperoleh peserta didik kelas X TAV 1 adalah kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan model pembelajaran teams games tournament dan pesertadan diperoleh peserta didik kelas X TAV 1 adalah kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan model pembelajaran teams games tournament dan peserta
Useful /
UMPWRUMPWR Selain itu, siswa menunjukkan respons positif berupa antusiasme, rasa percaya diri, dan semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Temuan penelitianSelain itu, siswa menunjukkan respons positif berupa antusiasme, rasa percaya diri, dan semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Temuan penelitian
UMPWRUMPWR Namun, hasil paired sample t-test menunjukkan bahwa penurunan tersebut belum signifikan secara statistik dengan Sig. 0,115 > 0,05. Dengan demikian, InquiryNamun, hasil paired sample t-test menunjukkan bahwa penurunan tersebut belum signifikan secara statistik dengan Sig. 0,115 > 0,05. Dengan demikian, Inquiry
UNPRIUNPRI Data dikumpulkan melalui observasi, nilai rapor, dan dokumentasi. Analisis data menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kosa kata siswaData dikumpulkan melalui observasi, nilai rapor, dan dokumentasi. Analisis data menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kosa kata siswa
UNJUNJ Perlakuan yang diberikan pada siswa yaitu siswa diajar menggunakan metode pembelajaran team teaching (tim pengajar). Sebelum diberi perlakuan, siswa diberikanPerlakuan yang diberikan pada siswa yaitu siswa diajar menggunakan metode pembelajaran team teaching (tim pengajar). Sebelum diberi perlakuan, siswa diberikan