UNPATTIUNPATTI

MATAI: International Journal of Language EducationMATAI: International Journal of Language Education

Uji coba yang dibuat oleh guru menjadi praktik umum di sekolah untuk menilai penguasaan siswa atas pengetahuan dan keterampilan konten. Dalam pengembangan tes, bentuk tes pilihan ganda sering menjadi pilihan favorit di antara guru. Studi ini memeriksa pengetahuan konten, kognitif, dan bukti otentik dari tes pilihan ganda yang dibuat oleh guru dalam konteks pembelajaran EFL di sekolah menengah pertama. Dokumen tes tengah semester bahasa Inggris untuk kelas 7 menjadi sumber data. Tes terdiri dari 25 item pilihan ganda. Analisis menunjukkan bahwa item tes berfungsi terutama pada pengetahuan konten kompetensi linguistik (52%), kompetensi diskursif (24%), dan kompetensi interaktif (24%). Tingkat fungsi kognitif adalah C1 (4%), C2 (32%), C3 (32%), dan C4 (32%), sedangkan tingkat fungsi otentik adalah 16%. Namun, ada 84% item yang dianggap kurang otentik dengan hasil analisis menunjukkan skor rata-rata penilai adalah 2,69. Sehubungan dengan temuan studi ini, guru perlu mengembangkan tugas otentik dalam tes.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa pengetahuan konten yang mencakup kompetensi diskursif, kompetensi linguistik, dan kompetensi interaktif adalah tiga pengetahuan konten utama yang diuji untuk siswa kelas tujuh di sekolah menengah pertama karena sesuai dengan kurikulum sekolah menengah pertama.Dalam hal mengukur tingkat kognitif siswa, item tes hanya mengukur keterampilan berpikir tingkat rendah hingga menengah, sedangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi tidak ditemukan dalam item tes.Oleh karena itu, guru perlu mempelajari strategi untuk menyusun item pilihan ganda untuk menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi yang mencakup pemikiran analitis, kritis, atau kreatif.Mengenai autentisitas tes, sebagian besar masalah yang muncul dalam item tes adalah naturalitas bahasa yang digunakan dalam bagian tes dan representasi dunia nyata.Oleh karena itu, guru perlu menghindari kesalahan ketik, beberapa masalah leksikal, dan sumber yang tidak diketahui dari bacaan untuk menghindari kebingungan peserta tes dalam memahami tugas tes.

Untuk meningkatkan kualitas tes yang dibuat oleh guru, disarankan untuk mengembangkan tes yang lebih otentik dengan menggunakan bahasa yang lebih alami dan representasi dunia nyata. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan strategi yang tepat dalam menyusun item pilihan ganda untuk menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi. Guru juga perlu memastikan bahwa sumber bacaan dalam tes disebutkan dengan jelas untuk menghindari kebingungan peserta tes. Dengan demikian, tes yang dibuat oleh guru dapat menjadi lebih efektif dalam mengukur penguasaan siswa atas pengetahuan dan keterampilan konten.

  1. An Analysis of EFL Teacher-Made Tests | MATAI: International Journal of Language Education. analysis... ojs3.unpatti.ac.id/index.php/matail/article/view/5485An Analysis of EFL Teacher Made Tests MATAI International Journal of Language Education analysis ojs3 unpatti ac index php matail article view 5485
Read online
File size355.1 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test